Dewan Ulama Iran Hampir Sepakat Pilih Pengganti Ali Khamenei

Mar 8, 2026 - 18:50
 0  13
Dewan Ulama Iran Hampir Sepakat Pilih Pengganti Ali Khamenei

Dewan Ulama Iran hampir mencapai kesepakatan terkait sosok pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang wafat. Informasi ini disampaikan oleh anggota Assembly of Experts, Mohammadmehdi Mirbaqeri, yang mengatakan bahwa mayoritas anggota panel telah mencapai konsensus terkait kandidat pemimpin baru Iran.

Ad
Ad

Proses Pemilihan Pengganti Ali Khamenei

Menurut laporan dari Mehr News Agency, meskipun konsensus sudah terbentuk, masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diselesaikan sebelum pengumuman resmi dapat diumumkan. Proses ini dilakukan oleh Dewan Ulama yang memiliki wewenang penuh untuk memilih pemimpin tertinggi Iran.

Sehari sebelumnya, seorang ulama senior dalam majelis tersebut menyatakan bahwa para anggota akan segera bertemu untuk menentukan keputusan akhir. Dua anggota panel lainnya, Mohsen Heidari Alekasir dan Ahmad Alamolhoda, juga mengonfirmasi bahwa pemilihan penerus sudah dilakukan, dan pengumuman resmi akan dikeluarkan oleh kepala sekretariat majelis, Hashem Hosseini Bushehri.

Situasi Politik dan Keamanan yang Kompleks

Media Iran melaporkan adanya perbedaan pendapat kecil mengenai mekanisme pengumuman, apakah harus dilakukan secara langsung atau melalui metode tertulis dan daring. Heidari Alekasir menegaskan bahwa kondisi saat ini sangat sulit karena majelis tidak dapat menggelar sidang pleno secara tatap muka. Ia juga memperingatkan bahwa menjadikan majelis sebagai target serangan hanya akan menguntungkan musuh Iran dan melemahkan revolusi.

Sejak perang yang dimulai pada 28 Februari, serangan dari Israel dan Amerika Serikat telah menewaskan puluhan pejabat dan komandan militer Iran, termasuk Ali Khamenei. Serangan udara juga menghancurkan sebuah bangunan milik Assembly of Experts di Qom, pusat keagamaan penting di Iran.

Kriteria dan Kandidat Pemimpin Baru

Heidari Alekasir menyebut bahwa kandidat yang dipilih memenuhi kriteria yang pernah disampaikan oleh Khamenei sebelum wafat, yakni pemimpin baru harus menjadi sosok yang "dibenci oleh musuh" daripada dipuji oleh mereka. Bahkan, menurut pernyataannya, nama kandidat tersebut pernah disebut oleh "Setan Besar" yaitu Amerika Serikat.

Salah satu nama yang paling mencuat adalah Mojtaba Khamenei, putra dari Ali Khamenei. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut Mojtaba sebagai kandidat paling mungkin menggantikan ayahnya, meskipun Trump menganggap opsi tersebut tidak dapat diterima dan ingin ikut campur dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran.

Mojtaba, yang berusia 56 tahun, dikenal dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps dan memiliki pengaruh besar di kalangan ulama Iran. Meskipun tidak pernah menjabat posisi pemerintahan, ia telah lama dianggap sebagai calon kuat pengganti ayahnya. Namanya juga sempat menjadi sorotan publik saat gelombang protes besar terjadi di Iran pada 2022 menyusul kematian seorang perempuan muda dalam tahanan polisi moral.

Implikasi dan Tantangan ke Depan

Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran sangat krusial mengingat situasi geopolitik yang tengah memanas. Iran menghadapi tekanan luar negeri dan konflik berkepanjangan yang telah menimbulkan korban jiwa di kalangan pejabat tinggi dan militer.

Langkah pemilihan yang hampir tuntas oleh Dewan Ulama ini menjadi titik penting dalam menentukan arah masa depan Republik Islam Iran, baik dalam hal kebijakan dalam negeri maupun hubungan luar negeri. Stabilitas politik dan keamanan dalam negeri akan menjadi sangat bergantung pada sosok pemimpin baru yang dipilih.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hampir tercapainya kesepakatan dalam Dewan Ulama untuk memilih pengganti Ali Khamenei menandai fase transisi penting bagi Iran. Proses ini harus dipahami sebagai upaya menjaga kesinambungan kekuasaan dalam rezim yang sangat mengutamakan stabilitas ideologis dan politik.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal pemilihan sosok pengganti, melainkan bagaimana pemimpin baru dapat mengatasi tekanan eksternal dari Amerika Serikat dan Israel serta mengatasi ketidakpuasan domestik yang masih menggelora, seperti yang terlihat dari gelombang protes sebelumnya. Nama Mojtaba Khamenei sebagai kandidat utama juga menimbulkan pertanyaan apakah rezim akan memilih jalur konservatif yang mempertahankan status quo ataukah membuka peluang reformasi terbatas.

Ke depan, penting bagi pengamat dan masyarakat internasional untuk memantau langkah Dewan Ulama terutama dalam konteks kebijakan luar negeri Iran serta dinamika politik internal yang bisa berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah. Proses pengumuman resmi yang masih tertunda juga menjadi tanda bahwa meski konsensus hampir tercapai, dinamika politik di dalam Dewan Ulama masih kompleks dan penuh perhitungan strategis.

Sebagai pembaca, penting untuk mengikuti perkembangan berita ini secara berkelanjutan karena pemimpin baru Iran akan memainkan peranan kunci dalam menentukan arah politik dan keamanan global, terutama di tengah ketegangan Timur Tengah yang terus berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad