Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial 560 Hektare di NTB, Jalani Perintah Prabowo

Mar 9, 2026 - 06:40
 0  8
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial 560 Hektare di NTB, Jalani Perintah Prabowo

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada enam Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyerahan ini merupakan implementasi perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Ad
Ad

SK perhutanan sosial tersebut mencakup luas kelola sebesar 560,57 hektare yang terbagi atas satu KTH di Lombok Barat dan lima KTH di Lombok Timur. Total luas ini akan dimanfaatkan oleh 411 kepala keluarga yang tergabung dalam kelompok-kelompok tersebut.

Peran Perhutanan Sosial dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dalam keterangan resminya pada Minggu (8/3), Raja Juli Antoni menyatakan bahwa penyerahan SK ini adalah langkah strategis untuk mengungkit kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam dan hutan. Ia menegaskan bahwa akses legal yang diberikan kepada masyarakat sangat krusial agar pengelolaan kawasan hutan dapat berlangsung secara produktif dan berkelanjutan.

"Kami sudah diperintahkan Pak Presiden Prabowo untuk mempercepat proses penerbitan SK perhutanan sosial ini agar mengungkit kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga alam kita dan hutan kita lebih lestari," ujar Raja Juli.

Raja Juli juga berharap agar para petani hutan dapat memanfaatkan akses legal ini dengan maksimal, misalnya dengan menanam komoditas bernilai ekonomi seperti kopi, kakao, kemiri, dan produk lainnya yang mendukung keberlanjutan usaha tani.

Manfaat Ganda Perhutanan Sosial: Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Lebih jauh, Menteri Kehutanan menegaskan bahwa program perhutanan sosial bukan hanya berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi bagian integral dari program ketahanan pangan nasional. Dengan memanfaatkan lahan hutan secara produktif, masyarakat dapat membantu menciptakan swasembada pangan sekaligus menjaga ekosistem hutan tetap lestari.

Menurut Raja Juli, pengelolaan hutan berbasis masyarakat ini merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga kelestarian hutan. Ia menambahkan bahwa perhutanan sosial adalah solusi jangka panjang yang berkontribusi pada perlindungan lingkungan sekaligus pengentasan kemiskinan di daerah sekitar hutan.

Langkah Pemerintah dalam Perhutanan Sosial

Penyerahan SK kepada enam KTH di NTB ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang lebih luas dalam memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara produktif dan berkelanjutan. Langkah ini juga diikuti oleh penyerahan hutan kemasyarakatan di daerah lain, seperti Banyuwangi, yang menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mendukung program perhutanan sosial.

  • SK perhutanan sosial diberikan kepada 6 KTH di Lombok Barat dan Lombok Timur
  • Total luas kelola mencapai 560,57 hektare
  • 411 kepala keluarga akan mendapatkan manfaat langsung
  • Pengelolaan dilakukan dengan prinsip produktif dan berkelanjutan
  • Komoditas unggulan seperti kopi, kakao, dan kemiri diharapkan menjadi andalan
  • Program ini mendukung ketahanan pangan nasional
  • Langkah ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penyerahan SK Perhutanan Sosial ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan sebuah game-changer dalam tata kelola hutan di Indonesia. Dengan memberikan akses legal kepada masyarakat, pemerintah membuka peluang bagi masyarakat sekitar hutan untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem sekaligus memperbaiki kesejahteraan mereka. Ini adalah langkah penting mengingat selama ini konflik antara masyarakat dan pengelola hutan kerap terjadi akibat ketidakjelasan status lahan.

Selain itu, skema perhutanan sosial berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional dengan meningkatkan produksi komoditas unggulan yang berkelanjutan. Namun, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan bahwa masyarakat benar-benar mampu mengelola hutan dengan prinsip lestari dan produktif. Pemerintah perlu menyediakan pendampingan teknis dan akses pasar agar hasil pengelolaan hutan dapat memberikan nilai tambah maksimal.

Ke depan, yang patut diantisipasi adalah bagaimana pemerintah dapat mengakselerasi penerbitan SK perhutanan sosial di wilayah lain secara masif tanpa mengorbankan aspek kelestarian lingkungan. Langkah ini juga harus didukung dengan kebijakan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi perambahan atau penyalahgunaan lahan. Jika berhasil, program ini akan menjadi model keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia.

Sebagai pembaca, penting untuk terus mengikuti perkembangan implementasi perhutanan sosial ini karena menyangkut masa depan lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad