Tim SAR Kembali Temukan Jasad Korban Longsor di TPST Bantargebang, Total 5 Meninggal

Mar 9, 2026 - 15:50
 0  5
Tim SAR Kembali Temukan Jasad Korban Longsor di TPST Bantargebang, Total 5 Meninggal

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta kembali menemukan jasad korban longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang berlokasi di Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Longsoran gunungan sampah yang terjadi pada Senin (9/3/2026) siang menimbulkan korban jiwa dan masih menyisakan proses pencarian para korban yang belum ditemukan.

Ad
Ad

Romli Prasetyo, Humas Basarnas DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa satu jenazah terbaru ditemukan siang tadi, sehingga secara total sudah ada lima orang meninggal dunia akibat longsoran tersebut.

“Satu jenazah ditemukan siang tadi, sehingga total ada lima orang yang meninggal dunia,”

Hingga berita ini diturunkan, empat orang korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Di sisi lain, terdapat juga empat korban yang berhasil diselamatkan dari bencana tersebut.

Data Korban Longsor TPST Bantargebang

  • Total korban longsor: 13 orang
  • Korban meninggal: 5 orang, termasuk Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno, Irwan Supriatin, dan satu jenazah terbaru
  • Korban selamat: 4 orang (Budiman, Joha, Safifudin, dan Slamet)
  • Korban hilang dalam pencarian: 4 orang

Longsoran sampah yang terjadi di TPST Bantargebang menimbulkan kondisi yang sangat berbahaya karena gunungan sampah yang berat dan tidak stabil. Proses pencarian korban pun menjadi sangat sulit dan membutuhkan peralatan khusus serta tenaga ahli.

Upaya Evakuasi dan Pencarian Korban oleh Tim SAR Gabungan

Untuk menangani bencana ini, sebanyak 366 personel gabungan dikerahkan dari berbagai instansi, antara lain:

  • Kantor SAR Jakarta
  • Unit Siaga SAR Bekasi
  • Polres Metro Bekasi dan Polsek Bantar Gebang
  • Koramil dan Damkar Bekasi
  • TNI Batalyon Armed 7/Biring Galih
  • Dalmas Polda Metro Jaya dan Satbrimobda
  • Ditsamapta dan unit K-9 (anjing pelacak)

Tim SAR gabungan melakukan pembukaan akses dengan menggunakan alat berat seperti beko, serta mengerahkan unit satra atau K-9 untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban yang masih tertimbun. Selain itu, bantuan alat-alat evakuasi juga sudah disiapkan guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan.

“Selain itu juga telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi,” kata Romli Prasetyo.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa longsor di TPST Bantargebang ini menjadi peringatan keras mengenai risiko keselamatan di lokasi pengolahan sampah yang padat dan rentan bencana. Gunungan sampah yang terus bertambah tinggi tanpa pengelolaan yang memadai berpotensi menimbulkan longsor yang sangat membahayakan pekerja dan warga sekitar.

Selain dampak langsung berupa korban jiwa, kejadian ini juga membuka diskusi penting tentang kebutuhan pengelolaan sampah terpadu yang lebih modern dan aman. Pemerintah dan pengelola TPST perlu segera mengevaluasi sistem pengolahan dan penataan sampah agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Ke depan, masyarakat dan pemangku kepentingan harus mengawasi proses evakuasi dan penanganan pasca-bencana ini dengan seksama. Termasuk melakukan investigasi mendalam terkait penyebab longsor dan tanggung jawab pengelolaan TPST. Keselamatan pekerja dan warga sekitar harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sampah nasional.

Terus ikuti perkembangan berita ini untuk update terbaru tentang pencarian korban dan langkah penanggulangan longsor di TPST Bantargebang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad