Eks Pejabat AS Ingatkan Netanyahu Bisa Nekat Pakai Bom Nuklir ke Iran
Jakarta, CNN Indonesia – Mantan pejabat senior Amerika Serikat sekaligus pensiunan kolonel Angkatan Darat AS, Lawrence Wilkerson, memberikan peringatan serius mengenai potensi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menggunakan senjata nuklir dalam konfrontasi dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan Wilkerson dalam wawancara dengan media AS Democracy Now terkait eskalasi perang antara AS dan Israel melawan Iran.
Netanyahu Dinilai Siap Gunakan Senjata Nuklir Jika Terdesak
Wilkerson yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Menteri Luar Negeri Colin Powell itu menyatakan bahwa Netanyahu bisa saja nekad menggunakan bom nuklir apabila frustrasi karena kegagalannya menundukkan Iran. Hal ini menjadi semakin mungkin mengingat kekuatan militer Iran yang terus bertambah, terutama dengan stok rudal yang semakin canggih dan beragam yang digunakan untuk menyerang Israel.
"Ini adalah perang jangka panjang. (Presiden AS Donald) Trump sangat salah menafsirkannya. Satu-satunya orang yang tepat menginterpretasikannya adalah Bibi Netanyahu," ujar Wilkerson. "Saya pikir dia (Netanyahu) siap menggunakan senjata nuklir jika situasinya memburuk seperti yang terlihat sekarang, karena Iran bahkan belum menembakkan rudal-rudal yang paling canggih."
Israel memang secara luas diyakini memiliki senjata nuklir, meskipun Tel Aviv secara resmi menolak mengonfirmasi kepemilikan tersebut. Namun, ancaman penggunaan senjata nuklir di tengah ketegangan yang terus meningkat menimbulkan kekhawatiran global.
Konflik yang Semakin Memanas dan Dampaknya
Wilkerson juga menuduh AS dan Israel melakukan "kejahatan perang" yang sembrono terhadap Iran, dengan mengebom sasaran sipil seperti sekolah dan rumah sakit tanpa henti. Ia menyoroti bahwa media Barat cenderung mengecilkan dampak kehancuran di Israel akibat serangan Iran serta kesuksesan Iran dalam mempertahankan diri.
- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah berjanji memperkuat serangan dengan meluncurkan rudal-rudal berhulu ledak besar untuk "meratakan" Israel.
- Komandan IRGC, Hossein Majid, menyatakan Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu ledak kurang dari satu ton, melainkan semua stok rudalnya dengan daya ledak minimal satu ton akan dipakai untuk gempuran besar ke Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
- IRGC mengklaim telah meluncurkan rudal balistik hipersonik kelas berat seperti Ghadr, Emad, Fattah, dan Kheibar dalam serangan-operasi "True Promise 4" ke target-target di Israel.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peringatan Lawrence Wilkerson ini menyoroti salah satu risiko terbesar yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam konflik Israel-Iran, yaitu potensi penggunaan senjata nuklir oleh Netanyahu yang semakin terdesak. Jika benar Netanyahu mempertimbangkan langkah nekat ini sebagai opsi terakhir, maka dampaknya tidak hanya akan menghancurkan wilayah Iran, tapi juga memicu krisis kemanusiaan dan geopolitik yang jauh lebih besar di kawasan Timur Tengah dan dunia.
Selain itu, eskalasi rudal berat Iran yang siap dipakai untuk menyerang Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah menunjukkan perang ini bukan lagi sekadar konflik regional, melainkan sudah menjadi ancaman serius bagi stabilitas global. Media internasional dan pemerintah dunia perlu meningkatkan pengawasan dan diplomasi guna meredam ketegangan yang berpotensi berujung pada bencana nuklir.
Ke depan, publik dan pemimpin dunia harus mencermati setiap perkembangan dan tindakan Netanyahu serta Iran dengan sangat serius. Upaya dialog dan negosiasi internasional harus diprioritaskan agar konflik yang sudah memakan waktu lama ini tidak berubah menjadi perang nuklir yang menghancurkan.
Terus ikuti perkembangan terbaru dari konflik Israel-Iran dan peringatan para pakar di media terpercaya agar memahami risiko dan dampak yang mungkin terjadi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0