Menlu Iran Ejek Operasi 'Epic Fury' Trump Jadi 'Epic Mistake', Ini Alasannya

Mar 11, 2026 - 12:51
 0  5
Menlu Iran Ejek Operasi 'Epic Fury' Trump Jadi 'Epic Mistake', Ini Alasannya

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan sindiran tajam terhadap operasi militer Amerika Serikat yang dikenal sebagai "Epic Fury", yang dilancarkan di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut operasi tersebut bukan amukan besar, melainkan sebuah "Epic Mistake" atau kesalahan besar yang berdampak serius.

Ad
Ad

Penghinaan terhadap Operasi 'Epic Fury' dan Klaim AS soal Ancaman Iran

Melalui unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), Araghchi menegaskan bahwa klaim Amerika Serikat mengenai rencana Iran menyerang Washington adalah sebuah kebohongan yang sengaja dibuat untuk memuluskan serangan militer tersebut.

"Klaim bahwa Iran berencana menyerang AS atau pasukan AS, baik secara preventif maupun preemptif, adalah kebohongan belaka. Satu-satunya tujuan kebohongan itu adalah untuk membenarkan Operasi Epic Mistake, sebuah kesialan yang diatur Israel dan dibiayai warga biasa Amerika,"

Menurut Araghchi, serangan ini menggunakan dana pajak warga Amerika untuk meluncurkan agresi yang tidak berdasar, dan menjadi alat untuk kepentingan Israel, yang menurutnya turut mengatur operasi militer ini.

Pengkhianatan Terhadap Diplomasi dan Rakyat AS

Araghchi juga menuduh Presiden Trump berkhianat kepada kedua pihak, yakni rakyat Iran dan Amerika Serikat. Ia menilai bahwa serangan ini dilakukan secara sewenang-wenang, bahkan ketika negosiasi nuklir yang sedang berlangsung menunjukkan kemajuan positif.

"Trump telah mengkhianati diplomasi dan rakyat Amerika yang memilihnya,"

Seruan penolakan perang dari warga Amerika disebutnya diabaikan oleh Trump yang justru memilih jalan konfrontasi militer.

Dampak Ekonomi dan Motif Sebenarnya di Balik Serangan

Lebih jauh, Araghchi menilai bahwa operasi militer tersebut berkaitan erat dengan upaya AS menguasai sumber daya minyak Iran. Ia menyebut bahwa hanya sembilan hari setelah serangan dimulai, harga minyak dunia melambung dan semua komoditas mengalami kenaikan tajam.

"Kami tahu AS sedang merencanakan sesuatu terhadap situs minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi yang besar,"

Selain itu, ia menegaskan kesiapan Iran untuk menghadapi agresi yang berkepanjangan dan mengancam akan memberikan "kejutan" dalam perlawanan mereka.

Perkembangan Konflik dan Dampaknya di Kawasan

Konflik militer antara AS-Israel dan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memicu balasan keras dari Iran dengan serangan ke wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan vital yang menyumbang seperlima pasokan minyak dunia, yang semakin memperkeruh kondisi geopolitik dan pasar global.

  • Bursa saham global mengalami penurunan signifikan
  • Harga minyak dunia mencapai level tertinggi sejak tahun 2022
  • Ketegangan politik meluas, termasuk kemarahan Presiden Turki Erdogan dan rumor pelarian Perdana Menteri Israel Netanyahu

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa perang ini akan segera berakhir, tetapi Iran menegaskan bahwa keputusan kapan pertempuran selesai berada di tangan mereka.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ejekan Menlu Iran Abbas Araghchi terhadap operasi militer 'Epic Fury' tidak hanya sekadar sindiran politik, tetapi mencerminkan ketegangan mendalam yang jauh melampaui sekadar aksi militer. Label "Epic Mistake" mengindikasikan bahwa Iran melihat operasi ini sebagai langkah strategis yang keliru dan kontraproduktif bagi AS dan sekutunya.

Selain itu, tudingan bahwa serangan ini didalangi oleh kepentingan Israel dan didanai oleh warga Amerika menyoroti kompleksitas hubungan trilateral yang berpotensi memperpanjang konflik. Ketegangan yang muncul juga memperlihatkan bagaimana perang ini berimplikasi secara langsung pada stabilitas ekonomi global, khususnya melalui lonjakan harga minyak yang bisa memperparah inflasi di banyak negara.

Ke depan, publik dan pengamat harus mengawasi dengan saksama bagaimana negosiasi diplomatik bisa kembali dibangun, serta dampak dari penutupan Selat Hormuz terhadap perdagangan minyak dunia. Konflik ini bukan hanya perang militer, tetapi juga perang ekonomi dan politik yang bisa mengubah peta kekuatan di Timur Tengah dan global.

Perkembangan terbaru akan terus kami pantau, karena setiap langkah dalam konflik ini berpotensi membawa konsekuensi besar bagi keamanan dan ekonomi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad