Pemimpin Iran Mohammad Bagher Ghalibaf Bersumpah Balas Kematian Ali Khamenei

Jul 2, 2026 - 16:20
 0  2
Pemimpin Iran Mohammad Bagher Ghalibaf Bersumpah Balas Kematian Ali Khamenei

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara tegas bersumpah akan membalas kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal akibat serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat di Teheran pada 28 Februari 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam momen persiapan pemakaman yang diperkirakan akan menjadi salah satu prosesi berkabung terbesar dalam sejarah Iran modern.

Ad
Ad

Seruan Besar untuk Pembalasan dan Partisipasi Publik

Ghalibaf, yang juga merupakan kepala negosiator Iran, menyerukan agar jutaan warga Iran berpartisipasi dalam upacara penghormatan dan pemakaman Khamenei yang akan digelar di beberapa kota penting, yaitu Teheran, Qom, dan Mashhad pada 4 dan 9 Juli 2026.

"Saya mengundang seluruh rakyat Iran untuk menulis halaman yang gemilang dalam sejarah Iran Islam melalui kehadiran kalian," ujar Ghalibaf dalam pernyataan yang dikutip dari CNN Indonesia.

"Seruan bangsa untuk pembalasan harus bergema di telinga seluruh dunia," tambahnya.

Seruan ini menunjukkan betapa pentingnya peristiwa ini tidak hanya sebagai penghormatan terakhir, tetapi juga sebagai momentum politik yang akan menandai sikap Iran terhadap serangan yang menewaskan Khamenei.

Persiapan Pemakaman dan Pengamanan Ketat

Ayatollah Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, sesuai dengan wasiatnya. Pemerintah Iran bersama dengan kepolisian dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tengah menyiapkan pengamanan ekstra ketat untuk menjaga ketertiban selama rangkaian acara berlangsung.

Awalnya, prosesi pemakaman direncanakan segera setelah kematian Khamenei, tetapi ditunda beberapa kali karena alasan keamanan, terutama terkait ketegangan militer yang sempat terjadi antara Iran dan koalisi AS-Israel. Penundaan ini juga mempertimbangkan kehadiran seluruh jajaran elite politik Iran yang dipastikan akan menghadiri acara tersebut.

Konflik dan Perdamaian Sementara Menyebabkan Penundaan

Serangan udara di Teheran yang menewaskan Khamenei memicu ketegangan tinggi di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, setelah tercapainya perjanjian damai sementara, pemerintah Iran mulai merencanakan pelaksanaan pemakaman tersebut dengan harapan bisa berlangsung aman dan tertib.

Prosesi ini tidak hanya menjadi momen berkabung nasional, tetapi juga merupakan simbol penting dalam sejarah politik Iran, di mana jutaan pelayat diperkirakan akan memadati jalan-jalan di kota-kota besar seperti Teheran, Qom, dan Mashhad untuk memberikan penghormatan terakhir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, sumpah balas dendam oleh Mohammad Bagher Ghalibaf menandai eskalasi retorika politik yang bisa memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Langkah ini bukan sekadar reaksi emosional, tetapi strategi politik yang ingin menunjukkan kekuatan dan keteguhan Iran di mata dunia internasional.

Selain itu, prosesi pemakaman yang melibatkan jutaan orang akan menjadi pameran kekuatan politik dan sosial yang besar bagi rezim Iran. Ini juga bisa menjadi momentum bagi faksi-faksi politik di dalam negeri untuk mengonsolidasikan dukungan mereka dan memperkuat posisi setelah kehilangan figur sentral seperti Khamenei.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu mengawasi bagaimana respons Iran terhadap tekanan luar dan bagaimana proses transisi kepemimpinan tertinggi berjalan, yang akan menentukan stabilitas politik dan keamanan regional.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini, pantau terus berita dari sumber terpercaya di media internasional dan lokal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad