Mojtaba Khamenei Puji Hizbullah dan Serukan Perlawanan Terhadap Israel
Jakarta, CNN Indonesia – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memberikan pujian tinggi kepada milisi Hizbullah setelah menerima surat sumpah setia dari kelompok tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah melalui media sosial X pada Minggu (26/7), Mojtaba menegaskan dukungannya terhadap perlawanan Hizbullah terhadap musuh mereka, Israel, serta menyerukan agar perjuangan ini terus dilanjutkan tanpa henti.
Pujian Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah
Mojtaba Khamenei menyebut bahwa para pejuang Hizbullah telah membawa kehormatan dan reputasi tinggi bagi Lebanon di mata dunia Islam melalui jihad dan perlawanan mereka. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya kesabaran, kemuliaan, dan pengorbanan dalam meraih kemenangan.
"Para pejuang (Hizbullah), melalui jihad dan perlawanan mereka, telah membawa kehormatan dan reputasi tinggi bagi Lebanon di seluruh dunia Islam," tulis Mojtaba di X.
Lebih lanjut, Mojtaba mengutip ayat Al Quran Surat At Taubah ayat 123 yang menyerukan perlawanan, sebagai bentuk penguatan spirit perjuangan. Ayat tersebut berbunyi, "Wahai orang-orang beriman! Perangilah orang-orang kafir di sekitar kalian, dan biarkanlah mereka merasakan kekerasan dari kalian."
Penghormatan untuk Komandan Hizbullah yang Gugur
Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyebut sejumlah komandan Hizbullah yang gugur dalam serangan Israel, termasuk Sekretaris Jenderal Naim Qassem dan anggota lainnya. Ia berdoa agar para pahlawan ini mendapatkan berkah dari Tuhan.
Menurut Mojtaba, pencapaian besar Hizbullah tak lepas dari dukungan rakyat Lebanon, khususnya yang tinggal di wilayah selatan Lebanon, yang menjadi basis pertahanan kelompok tersebut.
Seruan Lanjutan untuk Perlawanan Terhadap Israel
Dalam konteks geopolitik yang semakin tegang, Mojtaba menegaskan bahwa surat sumpah setia Hizbullah kepada Iran merupakan langkah yang patut dihormati dan diapresiasi. Ia juga menyoroti kelelahan bangsa-bangsa dunia terhadap dominasi pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah Zionis Israel yang disebutnya sebagai "perusak nyawa dan generasi."
"Hari ini, ketika bangsa-bangsa dunia telah lelah dengan tirani dan penindasan pemerintah AS serta Zionis kriminal [Israel], yang merupakan perusak nyawa dan generasi, tidak ada jalan ke depan kecuali jihad dan perlawanan," ujar Mojtaba.
Latar Belakang Konflik Terbaru Antara Hizbullah dan Israel
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas sejak Maret 2026 ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Lebanon, menyusul serangan balasan Hizbullah yang dipicu oleh kematian Ayatollah Ali Khamenei. Sejak itu, pertikaian bersenjata antara kedua belah pihak terus berlanjut.
Di tengah konflik ini, upaya perundingan gencatan senjata sedang berlangsung antara pemerintah Lebanon dan Israel dengan mediasi Amerika Serikat. Namun, Hizbullah tidak dilibatkan dalam negosiasi tersebut dan menilai bahwa poin-poin yang diajukan lebih menguntungkan Israel.
- Konflik ini memicu ketegangan politik dan militer di kawasan
- Hizbullah tetap menolak negosiasi yang tidak melibatkan mereka
- Iran memperkuat dukungan terhadap Hizbullah sebagai bagian dari strategi regional
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pujian Mojtaba Khamenei kepada Hizbullah dan seruan terus-menerus untuk melanjutkan jihad menunjukkan eskalasi dukungan Iran terhadap kelompok milisi di Lebanon. Hal ini berpotensi memperpanjang konflik di wilayah yang sudah sangat rentan dan memperumit upaya diplomatik yang tengah dilakukan oleh negara-negara terkait.
Lebih jauh, ketidakhadiran Hizbullah dalam proses perundingan gencatan senjata menandakan adanya kemungkinan kegagalan diplomasi yang bisa berujung pada konflik berkepanjangan. Pihak internasional perlu mengawasi dinamika ini dengan seksama karena dampaknya tidak hanya terbatas pada Lebanon dan Israel, melainkan juga memengaruhi stabilitas regional di Timur Tengah.
Ke depan, penting bagi para pemimpin dunia untuk mendorong dialog inklusif yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk Hizbullah, agar tercapai solusi damai yang berkelanjutan. Tanpa pendekatan yang melibatkan seluruh aktor utama, risiko konflik yang berkepanjangan dan eskalasi militer akan terus meningkat.
Untuk informasi lebih lengkap dan perkembangan terbaru, simak laporan CNN Indonesia dan berita internasional terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0