Daftar 10 Negara dengan IQ Terendah di Dunia 2026, Posisi Indonesia Terungkap
Pengukuran IQ (Intelligence Quotient) sering dipakai untuk menilai kemampuan kognitif individu, termasuk daya ingat, kemampuan bernalar, dan kecepatan memproses informasi. Tak hanya untuk individu, hasil tes IQ juga dirangkum untuk melihat rata-rata IQ tiap negara di dunia. Tahun 2026, data terbaru dari International IQ Test (IIT) menunjukkan negara mana yang memiliki IQ terendah, serta posisi Indonesia dalam daftar tersebut.
Negara dengan IQ Terendah di Dunia 2026
Berdasarkan data IIT 2025 yang mengumpulkan hasil dari 1.352.763 partisipan global, berikut 10 negara dengan rata-rata skor IQ terendah:
- Somalia – 83,84. Konflik berkepanjangan di Mogadishu dan kemiskinan membuat akses pendidikan sangat terbatas, terutama bagi anak perempuan. Faktor seperti jarak sekolah yang jauh, kurangnya guru perempuan, dan fasilitas sanitasi yang minim juga menghambat pendidikan.
- Timor-Leste – 86,70. Meski pemerintah menjadikan pendidikan prioritas, tantangan seperti fasilitas sekolah yang sudah tua, tingginya angka putus sekolah, dan keberagaman bahasa masih menjadi hambatan.
- Rwanda – 86,90. Salah satu negara Afrika dengan pencapaian pendidikan terbaik, namun masih menghadapi masalah dalam pembelajaran bahasa Inggris dan metode pengajaran tradisional.
- Nikaragua – 87,85. Meskipun mengalami pertumbuhan ekonomi, ketimpangan sosial dan ketidakstabilan politik memengaruhi kualitas pendidikan.
- Angola – 87,98. Pendidikan menghadapi tantangan besar akibat pertumbuhan penduduk yang cepat dan rendahnya investasi jangka panjang.
- Gabon – 88,35. Meskipun produsen minyak utama, sekitar sepertiga penduduk hidup dalam kemiskinan yang membatasi akses pendidikan.
- Uganda – 88,49. Sekitar 74% penduduk usia 10 tahun ke atas melek huruf, namun masih ada kesenjangan literasi yang signifikan.
- Republik Demokratik Kongo – 88,60. Meski kaya sumber daya alam, konflik politik dan minimnya infrastruktur menghambat perkembangan pendidikan.
- Afghanistan – 89,31. Krisis politik, sosial, dan bencana alam memperburuk sistem pendidikan yang sudah rapuh.
- Tanzania – 89,57. Perluasan akses pendidikan telah dilakukan, khususnya bagi anak perempuan, tapi masih banyak anak usia sekolah yang belum terjangkau.
Posisi Indonesia dalam Peringkat IQ Dunia
Berdasarkan data IIT 2025, Indonesia berada di posisi ke-12 dengan skor IQ rata-rata 89,96. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara dengan IQ tertinggi, namun lebih baik dibanding banyak negara Afrika dan Asia Tenggara lainnya yang masuk daftar IQ terendah.
Jika dibandingkan dengan data Lynn/Becker 2019, Indonesia berada di peringkat ke-69 dengan skor IQ 78,49. Peningkatan skor dan peringkat tersebut mengindikasikan adanya perkembangan dalam aspek pendidikan dan kognitif masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Negara dengan IQ Tertinggi Dunia
Sebaliknya, negara-negara dengan IQ tertinggi didominasi oleh wilayah Asia Timur dan beberapa negara maju lainnya, antara lain:
- Hong Kong – 107,73 (IIT 2025)
- Korea Selatan – 106,97
- China – 106,58
- Makau – 106,32
- Jepang – 106,30
- Taiwan – 105,80
- Iran – 104,80
- Australia – 104,45
- Rusia – 103,78
- Singapura – 103,56
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rata-Rata IQ Negara
Skor IQ sebuah negara dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural dan sosial, termasuk:
- Akses dan kualitas pendidikan: Negara dengan pendidikan yang merata dan berkualitas cenderung memiliki IQ rata-rata lebih tinggi.
- Kesehatan dan gizi: Status gizi dan kesehatan anak-anak memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan kognitif.
- Stabilitas sosial dan politik: Konflik dan ketidakstabilan dapat menghambat akses pendidikan dan sumber daya lainnya.
- Kemiskinan dan infrastruktur: Kemiskinan mengurangi peluang belajar, terutama di daerah terpencil dengan fasilitas minim.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, data IQ terendah ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin nyata ketimpangan akses pendidikan dan kesempatan di berbagai negara. Negara-negara seperti Somalia dan Timor-Leste menghadapi tantangan struktural yang sangat berat, mulai dari kemiskinan, konflik, hingga keterbatasan fasilitas pendidikan yang berdampak langsung pada kemampuan kognitif masyarakatnya.
Untuk Indonesia, posisi di peringkat 12 menunjukkan bahwa masih banyak ruang perbaikan, terutama dalam pemerataan kualitas pendidikan dan peningkatan fasilitas di daerah terpencil. Pemerintah dan pemangku kepentingan harus mengambil langkah strategis untuk mengatasi hambatan ini agar potensi sumber daya manusia bangsa bisa maksimal.
Kedepannya, penting untuk terus memantau perkembangan data IQ sebagai indikator tidak hanya kecerdasan kognitif, tetapi juga kualitas pendidikan dan kesejahteraan sosial. Upaya peningkatan pendidikan, kesehatan, dan stabilitas sosial menjadi kunci penting bagi kemajuan bangsa dan negara.
Untuk informasi lengkap dan data lebih lanjut, pembaca dapat mengakses sumber resmi di DetikHealth.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0