Karhutla dan Tanah Longsor Jadi Bencana Terparah di Indonesia dalam Dua Hari Terakhir
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta tanah longsor menjadi bencana utama yang melanda Indonesia dalam dua hari terakhir. Berdasarkan catatan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, sejumlah wilayah di Tanah Air mengalami bencana tersebut dari Minggu (26/7/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (27/7/2026) pagi.
Karhutla Menyebar di Berbagai Wilayah
Abdul Muhari melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa daerah, antara lain:
- Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung: Kebakaran terjadi pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 15.47 WIB di belakang Dusun Mulya (Palempat), Desa Penyak, Kecamatan Koba. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 3 hektare. Tim Reaksi Cepat BPBD langsung mengerahkan personel dan truk tangki air 5.000 liter, api berhasil dipadamkan pukul 16.52 WIB. Penyebab kebakaran masih diselidiki.
- Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah: Terjadi kebakaran lahan seluas 3 hektare di Petak 19 RPH Cubluk, Dusun Bendorejo, Desa Sendang pada Sabtu pukul 10.23 WIB. BPBD melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pemadaman yang berhasil dilakukan pada Minggu (26/7).
- Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan: Kebakaran lahan gambut seluas 2 hektare terjadi pada Sabtu pukul 16.22 WITA di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin. Api masih dalam pemantauan BPBD karena belum sepenuhnya padam hingga Minggu.
- Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan: Kebakaran lahan seluas 1 hektare terjadi di Kelurahan Manarang, Kecamatan Mattiro Bulu pada Minggu pukul 14.40 WITA. Pemadaman darat masih berlangsung hingga kini.
- Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Kebakaran lahan seluas sekitar 2,8 hektare di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat pada Minggu pukul 14.40 WIB. Api berhasil dipadamkan pukul 18.10 WIB.
Tanah Longsor dan Banjir Mengancam Ribuan Warga
Selain karhutla, tanah longsor juga melanda sejumlah daerah, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengancam ketersediaan air bersih:
- Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah: Longsor rumpun bambu sepanjang 10 meter terjadi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang pada Sabtu pukul 17.30 WIB. Longsor menyebabkan saluran pipa air bersih putus, berpotensi mengganggu pasokan air bagi sekitar 5.000 jiwa. BPBD Banyumas segera memberikan bantuan logistik dan melakukan kaji cepat.
- Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah: Banjir yang disebabkan hujan deras di hulu Sungai Siombo dan Sungai Parigi sejak Jumat pukul 10.00 WITA merendam Desa Kalombang, Bungku Utara. Sebanyak 203 KK atau 504 jiwa dan 168 rumah terdampak. Banjir telah surut berdasarkan laporan terakhir. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Desa Salubiro dan Desa Lemowalia, Kecamatan Bungku Utara, mengakibatkan akses jalan terputus dan 2.104 jiwa dari 627 KK terisolir.
- Kabupaten Agam, Sumatera Barat: Hujan deras memicu banjir dan longsor di Nagari Malaka Timur, Malaka Utara, dan Sungai Batang, Kecamatan Malalak pada Sabtu pukul 15.30 WIB. Kerusakan meliputi satu rumah, tiga akses jalan, satu jembatan, dan satu tanggul jebol. Banjir telah surut dan masyarakat melakukan pembersihan bersama pemerintah.
- Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat: Banjir dan longsor terjadi di Nagari Kajai, Kajai Selatan, dan Bandu Balai pada Sabtu. Empat rumah dan akses jalan utama Simpang Empat–Talu terdampak. BPBD melakukan asesmen dan pendataan, namun hujan masih berlangsung sehingga jalur tersebut terganggu.
Upaya Penanganan dan Koordinasi Lintas Instansi
Menurut Abdul Muhari, BPBD setempat bersama unsur terkait terus berupaya melakukan pemadaman, evakuasi, dan pendataan dampak bencana. Mereka juga mengerahkan berbagai perangkat serta relawan untuk membantu warga terdampak, termasuk penyediaan logistik dan perbaikan infrastruktur vital seperti pipa air bersih dan jalan yang terputus.
"Penyebab kebakaran dan longsor masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak agar penanganan bencana berjalan efektif," ujar Abdul Muhari.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kejadian karhutla dan tanah longsor yang terjadi secara simultan di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa risiko bencana alam masih menjadi tantangan besar terutama di musim peralihan. Kebakaran lahan yang belum sepenuhnya padam di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan menjadi perhatian khusus mengingat potensi kerusakan lingkungan dan dampak kesehatan yang luas.
Selain itu, longsor yang mengisolasi ribuan jiwa dan merusak infrastruktur kritis seperti pipa air dan jalan utama menandakan perlunya peningkatan mitigasi bencana di level desa dan kecamatan. Perlu langkah proaktif seperti perbaikan tata kelola sumber air, penguatan struktur tanah, serta sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat untuk mengurangi dampak bencana.
Kedepannya, masyarakat dan pemerintah harus terus waspada dan meningkatkan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi bencana yang semakin kompleks, terutama di wilayah rawan karhutla dan longsor. Pantau terus informasi terbaru terkait bencana melalui kanal resmi RCTI Plus dan sumber terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0