Harga Rumah di Jakarta Utara Turun Ratusan Juta Akibat Ancaman Banjir Rob

Mar 13, 2026 - 05:20
 0  3
Harga Rumah di Jakarta Utara Turun Ratusan Juta Akibat Ancaman Banjir Rob

Harga rumah di Jakarta Utara kini mengalami penurunan signifikan, bahkan mencapai ratusan juta rupiah, akibat ancaman banjir rob yang semakin nyata di sejumlah wilayah. Penurunan harga ini terjadi di berbagai tipe rumah di daerah seperti Tanjung Priok dan Cilincing, dua kawasan yang paling terdampak oleh risiko kenaikan air laut tersebut.

Ad
Ad

Penurunan Harga Rumah di Tanjung Priok dan Cilincing

Berdasarkan laporan Indeks Harga Jual Properti Kuartal 4 2025 dari Pinhome, harga rumah tipe 121-200 meter persegi di Tanjung Priok tercatat sebesar Rp 3,3 miliar, turun dari Rp 3,5 miliar pada kuartal 4 2024. Sementara itu, untuk tipe yang sama di Cilincing, harga rumah turun dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 1,7 miliar. Penurunan ini mencapai sekitar 5 persen atau Rp 100-200 juta dalam waktu satu tahun.

Selain tipe besar, rumah dengan tipe lebih kecil juga mengalami penurunan harga. Contohnya, rumah tipe kurang dari 54 meter persegi di Cilincing turun dari Rp 499 juta menjadi Rp 495 juta. Sedangkan untuk tipe 55-120 meter persegi, harga turun dari Rp 1,19 miliar menjadi Rp 1,1 miliar pada periode yang sama.

Perbandingan Harga Kuartal Terakhir 2025

Jika dibandingkan secara kuartalan, penurunan harga tetap terlihat jelas. Pada kuartal 4 2025 dibandingkan kuartal 3 2025, harga rumah tipe 55-120 meter persegi di Tanjung Priok turun dari Rp 2,1 miliar menjadi Rp 2 miliar, atau sekitar 5 persen. Sedangkan untuk tipe 121-200 meter persegi di wilayah yang sama, harga turun 3 persen dari Rp 3,4 miliar menjadi Rp 3,3 miliar.

Di Cilincing, penurunan harga lebih kecil namun tetap ada, dengan tipe rumah kurang dari 54 meter persegi turun 1 persen dari Rp 499 juta menjadi Rp 495 juta. Tipe 121-200 meter persegi juga turun 3 persen, dari Rp 1,75 miliar menjadi Rp 1,7 miliar.

Faktor Utama: Ancaman Banjir Rob

Penurunan harga rumah ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap banjir rob yang dipicu oleh faktor alam. Pada akhir tahun 2025, BMKG dan BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan potensi pasang maksimum air laut akibat fase Bulan Purnama dan perigee, yaitu titik terdekat bulan ke bumi yang memperbesar efek pasang laut.

Risiko lingkungan ini secara langsung memengaruhi persepsi pembeli properti, khususnya pada segmen menengah yang menjadi mayoritas pembeli rumah di kawasan ini. Ketidakpastian akan dampak banjir rob membuat minat beli menurun sehingga menekan harga pasar properti.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan harga rumah di Jakarta Utara akibat ancaman banjir rob bukan sekadar fenomena sementara, melainkan sebuah peringatan serius bagi pengembang dan pemerintah daerah. Risiko lingkungan seperti rob harus menjadi fokus utama dalam perencanaan tata kota dan pengembangan properti ke depan.

Selain itu, penurunan harga ini berpotensi menimbulkan efek domino pada sektor properti dan investasi di wilayah sekitarnya. Calon pembeli akan lebih berhati-hati, dan permintaan properti di kawasan rawan rob mungkin akan bergeser ke area yang lebih aman. Hal ini juga membuka peluang bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir rob agar dapat mengembalikan kepercayaan pasar.

Ke depan, penting bagi para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi perubahan iklim dan fenomena alam yang semakin intens. Memantau perkembangan harga rumah di Jakarta Utara dan kebijakan mitigasi banjir rob akan menjadi kunci bagi pembeli dan investor properti. Tetap ikuti berita terbaru agar Anda tidak ketinggalan informasi penting terkait pasar properti dan risiko lingkungan di ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad