Hunian Layak untuk 324 Warga Bantaran Rel Senen Siap Dibangun, Bukan Rusun

Apr 4, 2026 - 10:10
 0  6
Hunian Layak untuk 324 Warga Bantaran Rel Senen Siap Dibangun, Bukan Rusun

Pemerintah resmi membatalkan rencana pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan bantaran rel Senen dan menggantinya dengan pembangunan 324 unit rumah tapak layak huni. Proyek ini ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026 dan diperuntukkan bagi warga yang tinggal di bantaran rel tersebut.

Ad
Ad

Perubahan Rencana dari Rusun ke Rumah Tapak di Bantaran Rel Senen

Dalam kunjungan lapangan pada Kamis, 2 April 2026, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria meninjau progres pembangunan hunian tersebut. Dony menegaskan bahwa hunian yang dibangun bukan lagi rumah susun seperti rencana awal, melainkan rumah tapak berbentuk satu ruangan.

"(Jadi ini yang dibangun ini apa?) Kita sebut hunian," ucap Dony kepada Menteri PKP seperti dikutip dari Instagram @maruararsirait pada Jumat (3/4/2026).

Proyek menggunakan lahan seluas 5.600 meter persegi milik Angkasa Pura. Pengerjaan dibantu oleh sejumlah BUMN konstruksi terkemuka seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA. Sekitar 470 pekerja dikerahkan di lokasi untuk mempercepat pembangunan.

Detail Hunian dan Fasilitas untuk Warga Bantaran Rel Senen

Perwakilan Hutama Karya menyampaikan bahwa setiap rumah memiliki ukuran 4,5 x 4,5 meter dengan satu ruangan terbuka. Rumah akan dilengkapi dengan dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Adapun total unit yang dibangun adalah 324 rumah yang terbagi dalam dua lokasi permukiman, yakni 172 unit di satu area dan 152 unit di area depan.

  • Ukuran rumah: 4,5 x 4,5 meter, satu ruangan tanpa sekat
  • Fasilitas: 2 tempat tidur, lemari, kipas angin
  • Jumlah unit: 324 rumah tapak
  • Area tanah: 5.600 meter persegi
  • Fasilitas pendukung: air PDAM, listrik, taman bermain anak
  • Bangunan masjid di lokasi tetap dipertahankan

Selain itu, pemerintah juga menyediakan ruang terbuka hijau sebagai taman bermain anak-anak agar lingkungan hunian lebih nyaman dan ramah keluarga.

Proses Pembangunan dan Dukungan Pemerintah

Menteri Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa proses pembangunan sudah memasuki tahap clearing area dan desain hunian sudah siap. Ia juga menyatakan apresiasi atas kerja cepat tim BUMN dan dukungan dari Pemda DKI Jakarta dalam proses perizinan.

"Kemarin kita rapat dengan Pak Dony di Gedung BP BUMN, kemudian juga bersama BUMN pemilik tanah, Angkasa Pura. Hari ini saya senang melihat kesiapan yang sangat cepat. Proses sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan desain sudah jelas," kata Ara.

Lebih lanjut, pembangunan hunian layak ini juga akan diperluas ke lokasi bantaran rel di Tanah Abang dan Kampung Bandan pada akhir pekan mendatang. Menteri Ara dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria dijadwalkan akan meninjau lokasi-lokasi tersebut pada Minggu sore.

"Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan. Kolaborasi ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kami bekerja cepat sehingga warga bantaran rel bisa segera menempati hunian layak," ujar Maruarar Sirait.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keputusan pemerintah untuk membatalkan pembangunan rusun dan beralih ke rumah tapak di bantaran rel Senen merupakan langkah signifikan yang mencerminkan pendekatan lebih humanis dan sesuai kebutuhan warga. Rumah tapak satu ruangan yang sederhana lebih memungkinkan penghuni mempertahankan kemandirian dan rasa memiliki dibandingkan rusun vertikal yang seringkali menimbulkan masalah sosial dan kepadatan berlebih.

Selain itu, kolaborasi antara berbagai BUMN konstruksi dan dukungan pemerintah daerah menegaskan komitmen negara dalam mempercepat program penanganan permukiman kumuh. Rencana pembangunan yang sudah memasuki tahap clearing dan pengerjaan aktif juga menandai kemajuan konkret yang patut diapresiasi.

Ke depan, publik perlu mengamati bagaimana pemerintah dan pelaksana proyek memastikan kualitas hunian dan fasilitas pendukung agar tidak hanya memenuhi kuantitas tapi juga kualitas. Pengawasan dan keterlibatan warga dalam proses ini menjadi kunci keberhasilan relokasi yang berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat mengikuti laporan resmi di detikProperti serta berita dari Kompas terkait perkembangan hunian layak bagi warga bantaran rel di Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad