Kayu Hanyut Banjir Aceh-Sumut Dimanfaatkan Jadi Material Huntara, Ini Skemanya

Apr 4, 2026 - 11:47
 0  4
Kayu Hanyut Banjir Aceh-Sumut Dimanfaatkan Jadi Material Huntara, Ini Skemanya

Kayu hanyut yang terbawa arus banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mulai dimanfaatkan sebagai material bangunan untuk mengatasi kebutuhan hunian sementara (huntara) warga terdampak bencana.

Ad
Ad

Tito Karnavian, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang skema pemanfaatan kayu hanyut tersebut, tidak hanya sebagai bahan bangunan huntara, namun juga untuk memenuhi kebutuhan kalangan industri.

"Kemudian juga (bisa) dipakai masyarakat membangun (hunian) sendiri juga silakan," ujar Tito Karnavian dikutip dari rilis resmi Istana pada Sabtu (4/4).

Realisasi Pemanfaatan Kayu Hanyut di Wilayah Terdampak

Berdasarkan data Satgas PRR per tanggal 2 April 2026, pemanfaatan kayu hanyut telah mulai berjalan di berbagai wilayah terdampak bencana, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kabupaten Aceh Utara, Aceh: Telah digunakan sebanyak 2.112,11 meter kubik kayu untuk pembangunan huntara.
  • Kabupaten Aceh Tamiang: Sebanyak 572,4 meter kubik kayu masih menunggu kebijakan pemerintah daerah terkait penetapan peruntukannya.
  • Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut: Terdapat 329,24 meter kubik kayu yang digunakan untuk pembangunan huntara, fasilitas sosial, dan fasilitas umum.
  • Kabupaten Tapanuli Tengah: Sebanyak 93,39 meter kubik kayu telah dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan rumah warga terdampak bencana.

Skema Pemanfaatan dan Manfaatnya

Skema yang dirancang oleh Satgas PRR tidak hanya berfokus pada pemanfaatan kayu sebagai bahan bangunan huntara, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menggunakan kayu tersebut secara mandiri. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus mengurangi limbah kayu yang terbuang sia-sia akibat bencana.

Pemanfaatan kayu hanyut ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kehutanan, yang menyatakan bahwa kayu hanyut boleh dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan pascabanjir di kawasan terdampak.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif pemanfaatan kayu hanyut sebagai material pembangunan hunian sementara merupakan langkah strategis dan ramah lingkungan dalam penanganan pascabencana. Selain mengatasi kebutuhan hunian bagi korban banjir dan longsor, penggunaan kayu ini juga memanfaatkan sumber daya lokal yang ada, sehingga mengurangi ketergantungan pada bahan bangunan impor atau produksi baru.

Namun, penting untuk memastikan proses pemanfaatan kayu ini dilakukan dengan tata kelola yang baik agar kayu yang digunakan aman dan sesuai standar konstruksi. Selain itu, keterlibatan masyarakat secara aktif dalam penggunaan kayu untuk membangun hunian sendiri membuka ruang partisipasi yang dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi.

Ke depan, pemerintah dan lembaga terkait perlu terus memantau perkembangan pemanfaatan kayu hanyut ini serta mengembangkan skema yang lebih terintegrasi, termasuk pelibatan sektor industri agar potensi kayu tersebut dapat dimaksimalkan secara optimal. Untuk informasi lebih lanjut, dapat merujuk pada sumber resmi jpnn.com dan laporan Kementerian Kehutanan.

Dengan demikian, pemanfaatan kayu hanyut ini tidak hanya menjadi solusi cepat tanggap bencana tetapi juga menjadi contoh best practice dalam pengelolaan sumber daya alam pascabencana di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad