Muscab PPP Garut ke-10 Digelar di Pesantren Zawiyah untuk Kembalikan Marwah Partai

Apr 25, 2026 - 13:30
 0  6
Muscab PPP Garut ke-10 Digelar di Pesantren Zawiyah untuk Kembalikan Marwah Partai

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 di lingkungan Pesantren Zawiyah, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut pada Minggu, 26 April 2026. Pelaksanaan muscab ini merupakan langkah strategis untuk mengembalikan marwah dan jati diri partai yang berakar dari tradisi ulama dan pesantren.

Ad
Ad

Muscab PPP Garut di Pesantren Zawiyah: Momentum Kebangkitan Partai

Menurut Plt Ketua DPC PPP Garut, Asep De Maman, pelaksanaan muscab di pesantren merupakan amanat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP untuk memperkuat kedekatan partai dengan basis keumatan. Ia menegaskan bahwa ini adalah upaya untuk mengembalikan PPP ke jati diri historisnya sebagai partai yang lahir dari rahim ulama dan pesantren.

"Ini sebagai awal mengembalikan marwah PPP kembali kepada jati diri yang secara historis terlahir dari rahim ulama dan pesantren," ujar Asep De Maman kepada Tribun.

Persiapan pelaksanaan muscab sudah mencapai lebih dari 90 persen, mencakup aspek teknis dan kepesertaan. Hampir seluruh kader, baik yang berada di struktur maupun kultural, menyambut antusias rencana pelaksanaan muscab di lingkungan pesantren tersebut. Asep menyebut muscab kali ini sebagai tanda kebangkitan PPP yang kembali berakar dari pesantren.

Dukungan Ulama dan Pesantren terhadap Muscab PPP Garut

Pelaksanaan muscab di pesantren mendapat sambutan positif dari para pimpinan pondok pesantren di Garut. KH Ade Burhan, pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Burhaniyyah, Cijelereun, Bayongbong, menganggap momentum ini sebagai awal kebangkitan PPP dalam memperjuangkan aspirasi umat Islam dan syariat Islam.

"Sebagai orang yang berjuang sejak dulu untuk PPP, saya menaruh harapan PPP bisa bangkit lagi menjadi partai besar yang berjuang dalam menegakkan syariat Islam, berdiri dan berjuang bersama para ulama dan santri," kata KH Ade Burhan.

Sementara itu, KH Aceng Miraz Sibawaeh, pimpinan Pondok Pesantren Al Islah Badahiyah Rancabolang, Bayongbong, menilai bahwa pilihan PPP menggelar muscab di pesantren adalah langkah tepat untuk mengembalikan karakter partai yang mulai memudar karena menjauh dari ulama dan pesantren. Ia menyebut kondisi ini berkontribusi pada melemahnya PPP, bahkan gagal lolos ke parlemen pada Pemilu 2024.

"Selama ini PPP terkesan hampir meninggalkan ulama dan pesantren, akibatnya ciri khas sebagai wadah perjuangan umat nyaris diabaikan," ujarnya.

Signifikansi dan Implikasi Muscab PPP Garut ke-10

Musyawarah Cabang ini tidak hanya berfungsi sebagai forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi momen penting untuk melahirkan kepemimpinan baru di tubuh PPP Garut melalui proses pemilihan ketua DPC yang diharapkan mampu menghidupkan kembali spirit perjuangan partai.

Pelaksanaan muscab di lingkungan pesantren menggambarkan upaya nyata PPP untuk kembali ke akar tradisinya dan memperkuat basis keumatan yang selama ini menjadi ciri khas partai. Hal ini juga menjadi respons terhadap dinamika politik yang menuntut PPP mempertahankan relevansi dan peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam di Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penggelaran Muscab PPP Garut ke-10 di Pesantren Zawiyah adalah langkah krusial untuk mengembalikan identitas dan marwah partai yang selama ini sempat memudar akibat perubahan dinamika politik dan internal partai. Momentum ini menjadi titik balik bagi PPP untuk memperkuat hubungan historis dengan ulama dan pesantren sebagai basis utama kekuatan politik dan moral.

Lebih jauh, langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya strategis PPP untuk menata ulang kekuatan internal dan memperkuat jaringan keumatan di tingkat daerah, yang sangat penting menjelang kontestasi politik nasional dan lokal berikutnya. Jika berhasil, PPP bisa mengembalikan posisinya sebagai partai yang diperhitungkan dan relevan di kancah politik Jawa Barat dan Indonesia.

Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana kepemimpinan baru yang akan lahir dari muscab ini mampu mengkonsolidasikan seluruh kader dan menjaga kesinambungan visi perjuangan partai agar tidak sekadar menjadi simbolis. Publik dan para kader PPP perlu mengikuti perkembangan hasil muscab ini sebagai indikator kebangkitan nyata partai.

Untuk informasi lebih lengkap, simak laporan lengkapnya di Tribun Jabar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad