Polres Yogyakarta Segel Daycare Little Aresha atas Dugaan Kekerasan Anak

Apr 25, 2026 - 13:51
 0  8
Polres Yogyakarta Segel Daycare Little Aresha atas Dugaan Kekerasan Anak

Polres Yogyakarta resmi menyegel sebuah tempat penitipan anak atau daycare bernama Little Aresha yang berlokasi di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, pada Jumat, 24 April 2026. Penyegelan ini dilakukan oleh Unit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta setelah adanya laporan dugaan kekerasan dan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di daycare tersebut.

Ad
Ad

Penggerebekan dan Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha

Kasus ini mencuat setelah sejumlah orang tua murid mengadukan adanya tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh beberapa perawat di daycare. Polisi kemudian melakukan penggerebekan dan menahan dua orang terduga pelaku penganiayaan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Komisaris Riski Adrian, menjelaskan bahwa ada indikasi pelaku melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif, termasuk menempatkan dan melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah, penelantaran, serta kekerasan.

"(Ada) oknum daycare itu yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak," ujar Komisaris Riski Adrian, Sabtu, 25 April 2026.

Situasi Daycare dan Reaksi Orang Tua Murid

Setelah penyegelan, daycare Little Aresha tetap dalam keadaan tutup dan terpasang garis polisi. Meski begitu, beberapa kendaraan motor masih terparkir di dalam lokasi. Sejumlah orang tua murid yang datang tampak kaget karena tidak mendapat pemberitahuan resmi terkait penutupan daycare tersebut.

Salah satu orang tua, Fey, mengungkapkan kebingungannya: "Kami tidak diberitahu apapun soal penutupan daycare ini, tiba-tiba tutup, tak ada pemberitahuan juga kapan kembali buka."

Latar Belakang dan Kronologi Dugaan Kekerasan

Menurut pengakuan beberapa orang tua yang diunggah di media sosial, anak-anak mereka menjadi korban kekerasan di daycare. Aldewa, salah satu orang tua, mengatakan bahwa ia pernah menemukan lebam di kaki anaknya pada tahun lalu, namun pada saat itu anaknya belum mampu menceritakan kejadian sebenarnya. Ia sempat mengira lebam tersebut akibat jatuh atau didorong teman saat bermain.

Selain itu, Aldewa menyebut bahwa daycare tersebut tidak memiliki kamera pengawas, sehingga orang tua hanya mendapatkan informasi kegiatan anak dari foto-foto yang dibagikan para guru caretaker.

Beberapa fakta penting terkait daycare Little Aresha:

  • Biaya penitipan sekitar Rp 1 juta per bulan sudah termasuk makan.
  • Daycare tidak memasang sistem pengawasan kamera.
  • Orang tua baru mengetahui dugaan kekerasan setelah ada keluhan dan foto lebam anak yang viral di media sosial.

Proses Penyidikan dan Langkah Kedepan

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Polresta Yogyakarta dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Polisi menunggu laporan lengkap sebagai dasar untuk proses hukum selanjutnya. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi kapan daycare akan kembali beroperasi.

Penanganan kasus kekerasan di tempat penitipan anak ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, mengingat perlindungan anak adalah prioritas dalam hukum Indonesia. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap fasilitas daycare, terutama yang melayani anak-anak usia dini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penyegelan daycare Little Aresha merupakan alarm keras bagi seluruh pengelola fasilitas penitipan anak di Indonesia. Kasus ini tidak hanya soal kekerasan fisik, tetapi juga tentang bagaimana sistem pengawasan dan regulasi daycare yang selama ini masih lemah dan minim transparansi. Orang tua yang mengandalkan daycare murah tentu harus mendapatkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak mereka.

Lebih jauh, kasus ini mengingatkan pentingnya implementasi teknologi pengawasan seperti CCTV, serta pelatihan intensif bagi pengasuh anak agar dapat mendeteksi dan mencegah potensi kekerasan atau penelantaran. Pemerintah dan lembaga terkait juga harus meninjau ulang regulasi dan mekanisme pengawasan daycare agar kasus serupa tidak terulang.

Kedepannya, publik harus mengawasi perkembangan kasus ini dan menuntut transparansi dari aparat penegak hukum serta pengelola daycare. Kasus ini juga menjadi momentum untuk mendorong diskusi lebih luas tentang perlindungan anak di lingkungan penitipan anak agar mereka bisa tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang aman dan sehat.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan asli dari Tempo.co dan berita terkait di media nasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad