Lahan Pertanian Terdampak Banjir di Naga Juang Madina Belum Diperbaiki, Petani Merana

Apr 25, 2026 - 15:30
 0  5
Lahan Pertanian Terdampak Banjir di Naga Juang Madina Belum Diperbaiki, Petani Merana

Sekitar 10 hektare lahan pertanian padi di Desa Sayur Matua, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, hingga Sabtu (25/4) masih belum tersentuh perbaikan setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

Ad
Ad

Hamparan sawah yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan warga kini berubah menjadi lautan pasir dan batu yang terbawa arus Sungai Aek Namora. Kondisi ini menyebabkan sedikitnya 30 petani gagal menggarap lahan mereka selama dua musim tanam terakhir, mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat setempat.

Dampak Kerusakan Lahan Pertanian Pascabanjir

Menurut Sulhanuddin, salah seorang petani di Desa Sayur Matua, dari total 28 hektare lahan produktif di kawasan Saba Lama, sekitar 10 hektare rusak parah dan tidak dapat digunakan. Ia menjelaskan bahwa akibat kerusakan tersebut, para petani sudah dua kali gagal menanam padi di musim tanam terakhir.

"Kami sudah dua kali masa tanam tidak bisa turun ke sawah. Kerugian dari 10 hektare ini diperkirakan mencapai Rp200 juta setiap musim panen," jelas Sulhanuddin.

Kerusakan ini juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang selama ini mengandalkan pertanian sebagai sumber utama penghasilan. Petani merasa semakin terpuruk karena belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah untuk memperbaiki kondisi lahan.

Janji Perbaikan Belum Terwujud

Kekecewaan petani bertambah karena sejak pertemuan dengan perwakilan instansi terkait pada awal April lalu, janji perbaikan lahan yang direncanakan dalam dua minggu belum terealisasi. Maswati Nasution, petani lain di desa tersebut, menyampaikan kekhawatirannya terhadap masa depan keluarganya.

"Ini satu-satunya pekerjaan saya. Sekarang lahan rusak total, kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar kami bisa kembali bertani," ujarnya dengan penuh harap.

Situasi ini memperjelas betapa pentingnya perhatian dan tindakan cepat untuk memulihkan lahan pertanian yang terdampak, agar para petani dapat kembali berproduksi dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Upaya Pemerintah Daerah dan Tantangan Pemulihan

Pemerintah daerah melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhadra Ritonga, mengakui bahwa lahan di Saba Lama memang terdampak banjir pada 2025 dan menyatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian untuk percepatan pemulihan lahan.

"Perbaikan lahan direncanakan mulai dikerjakan pada minggu kedua Mei 2026. Saat ini proses pengurusan masih berlangsung," kata Taufik.

Taufik juga menyoroti pelaksanaan normalisasi Sungai Aek Namora yang dilakukan pada Desember 2025 lalu, yang menurutnya tidak berjalan optimal. Hal ini memperparah kondisi lahan pertanian karena belum ada penanganan yang tuntas terhadap permasalahan sedimentasi material banjir.

Pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah Madina yang sangat bergantung pada sektor pertanian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kondisi lahan pertanian yang belum diperbaiki pascabanjir di Naga Juang ini bukan hanya masalah teknis pertanian, melainkan juga merupakan krisis sosial ekonomi yang mendalam bagi masyarakat petani. Kerugian yang dialami tidak hanya bersifat finansial, melainkan juga mengancam keberlanjutan mata pencaharian dan kesejahteraan keluarga petani.

Belum optimalnya normalisasi Sungai Aek Namora menjadi faktor kunci yang perlu mendapat perhatian serius. Jika pemerintah daerah gagal mengatasi permasalahan ini secara menyeluruh, maka risiko banjir susulan dan kerusakan lahan kembali terjadi sangat besar. Ini akan memperpanjang penderitaan petani dan melemahkan ketahanan pangan lokal.

Selain itu, janji perbaikan yang belum direalisasikan menimbulkan keraguan publik terhadap komitmen pemerintah daerah. Ke depan, transparansi dan percepatan tindakan harus diutamakan agar kepercayaan masyarakat dapat pulih dan sektor pertanian kembali produktif. Kami menyarankan para pembaca untuk terus mengikuti perkembangan perbaikan lahan di Naga Juang ini melalui sumber resmi seperti ANTARA Sumut dan portal berita nasional terpercaya.

Dengan langkah tepat dan dukungan kuat semua pihak, pemulihan lahan pertanian di Madina bisa menjadi contoh keberhasilan penanganan bencana alam yang berdampak pada sektor vital pertanian di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad