Hunian Tapak Gantikan Rusun untuk Warga Bantaran Rel Senen, Target Selesai 2026

Apr 3, 2026 - 16:11
 0  3
Hunian Tapak Gantikan Rusun untuk Warga Bantaran Rel Senen, Target Selesai 2026

Jakarta – Rencana pembangunan hunian bagi warga bantaran rel di kawasan Senen mengalami perubahan signifikan. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan bahwa hunian yang akan dibangun bukan lagi rumah susun (rusun) seperti rencana awal, melainkan hunian tapak yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang akan direlokasi.

Ad
Ad

Dalam pertemuannya dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, Dony menegaskan, "(Jadi ini yang dibangun ini apa?) Kita sebut hunian," sebagaimana dikutip dari Instagram @maruararsirait pada Sabtu (3/4/2026).

Pembangunan Hunian Tapak Melibatkan BUMN Konstruksi

Proyek hunian tapak ini melibatkan sejumlah BUMN konstruksi besar seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA. Menurut Dony, saat ini sudah ada sekitar 470 tenaga kerja yang dikerahkan di lokasi pembangunan. Target penyelesaian hunian tersebut adalah pada 15 Juni 2026, setelah itu hunian akan segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan.

"Hari ini sesuai janji kami kemarin, kita mulai proses pembangunan hunian. Ada tim dari Hutama Karya, PP, dan WIKA yang bekerja. Kurang lebih 470 orang kita turunkan di lokasi ini. Target penyelesaian kita tanggal 15 Juni 2026 dan bisa segera diserahkan kepada warga yang membutuhkan," ujar Dony.

Status dan Desain Hunian di Kawasan Senen

Sementara itu, Menteri Maruarar Sirait yang kerap disapa Ara menyampaikan bahwa kawasan bantaran rel Senen kini telah memasuki tahap clearing area atau pembersihan lahan. Selain itu, desain bangunan hunian tapak juga sudah siap dan terencana dengan jelas.

"Kemarin kita rapat dengan Pak Doni di Gedung BP BUMN sebagai Kepala Badannya, kemudian juga bersama BUMN yang memiliki tanah ini, yaitu Angkasa Pura. Hari ini saya senang sekali melihat kesiapan yang sangat cepat. Prosesnya sudah berjalan, bahkan sudah ada yang mulai clearing. Pegawai juga sudah mulai bekerja dan gambarnya juga sudah diberikan dengan rencana yang jelas," kata Ara.

Total unit hunian yang akan dibangun mencapai 324 unit. Selain hunian, proyek ini juga menyediakan ruang terbuka yang difungsikan sebagai tempat bermain anak-anak, guna meningkatkan kualitas hidup warga dan kenyamanan lingkungan.

  • 324 unit hunian tapak akan dibangun di kawasan Senen.
  • Tersedia ruang terbuka untuk bermain anak-anak sebagai fasilitas pendukung.
  • Tanah milik Angkasa Pura digunakan untuk pembangunan secara kolaboratif dengan BUMN konstruksi.

Proyek Serupa di Tanah Abang dan Kampung Bandan

Setelah Senen, pemerintah bersama BUMN berencana melanjutkan pembangunan hunian di lokasi lain seperti Tanah Abang dan Kampung Bandan. Pada akhir pekan ini, Dony Oskaria dan Maruarar Sirait dijadwalkan bertemu di lahan milik Kereta Api untuk meninjau kesiapan proyek berikutnya.

"Nanti hari Minggu jam 3 sore, Pak Doni dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan. Ini menunjukkan negara hadir, BUMN hadir, dan ada dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemda DKI Jakarta dalam perizinan. Ini kolaborasi yang baik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar kita bekerja cepat sehingga warga yang tinggal di bantaran rel bisa segera menempati hunian yang layak," jelas Ara.

Perubahan Skema dari Rusun ke Hunian Tapak

Sebelumnya, Menteri Maruarar Sirait menyampaikan bahwa hunian pengganti untuk warga bantaran rel di Senen akan berbentuk rusun. Namun, setelah evaluasi kebutuhan masyarakat, skema berubah menjadi hunian tapak yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Dony Oskaria menambahkan, pembangunan rusun memang masih direncanakan untuk sebagian masyarakat yang belum memiliki rumah, dengan target groundbreaking mulai Mei 2026. Namun untuk warga bantaran rel di Senen, hunian tapak menjadi solusi utama.

"Rusun akan dibangun bagi masyarakat yang belum mempunyai rumah. Pembangunan ditargetkan mulai pada Mei mendatang. Kita akan putuskan dan groundbreaking kita harapkan bulan Mei akan kita mulai karena kita butuh kecepatan," ujar Dony.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keputusan untuk mengganti rencana pembangunan rusun dengan hunian tapak bagi warga bantaran rel Senen mencerminkan respons yang lebih sensitif terhadap kebutuhan sosial dan kultural masyarakat terdampak. Hunian tapak dinilai lebih sesuai untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi, memberikan ruang privat lebih luas, serta mengakomodasi pola hidup dan kebiasaan warga setempat.

Selain itu, keterlibatan BUMN konstruksi besar seperti Hutama Karya, PP, dan WIKA dalam proyek ini menunjukkan sinergi antar-BUMN yang kuat dan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian masalah permukiman kumuh di Ibu Kota. Target penyelesaian yang ambisius pada Juni 2026 juga menjadi indikator keberpihakan pada percepatan program relokasi yang selama ini sering tertunda.

Ke depan, publik perlu mengawasi bagaimana kualitas hunian tapak tersebut dalam hal fasilitas, keamanan, dan aksesibilitas, serta bagaimana mekanisme pendampingan sosial bagi warga yang direlokasi agar transisi hidup mereka berjalan lancar. Selain itu, langkah serupa di Tanah Abang dan Kampung Bandan harus menjadi perhatian untuk memastikan bahwa konsep hunian layak ini dapat direplikasi secara efektif.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, Anda dapat mengunjungi laporan lengkapnya di Detik Properti dan berita terkait di situs resmi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad