Diet Pasien Osteoporosis: Kalsium dan Latihan Otot untuk Tulang Kuat
Pasien osteoporosis membutuhkan diet tinggi kalsium dan latihan otot yang teratur agar tulang tetap kuat serta mengurangi risiko nyeri seiring bertambahnya usia. Hal ini ditegaskan oleh dr. Satria Prawira Putra, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi yang juga konsultan panggul dan lutut di Primaya Hospital Bekasi Timur.
Pentingnya Kalsium dalam Diet Pasien Osteoporosis
Menurut dr. Satria, kalsium menjadi unsur utama yang harus diperhatikan dalam pola makan pasien osteoporosis. Kalsium berperan penting dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang agar tidak mudah keropos. Salah satu sumber kalsium alami yang mudah didapat adalah susu sapi. Namun, penting diperjelas bahwa kondisi pengapuran tulang berbeda dengan osteoporosis dan tidak disebabkan oleh kekurangan kalsium.
"Pengapuran itu tidak ada hubungannya dengan kekurangan kalsium. Pengapuran lebih disebabkan oleh berkurangnya kekuatan otot yang menopang berat badan," jelas dr. Satria.
Oleh karena itu, selain asupan kalsium, menjaga kekuatan otot melalui latihan fisik menjadi sangat penting untuk menopang tubuh dan mencegah pengeroposan tulang maupun pengapuran.
Latihan Penguatan Otot Lebih Penting dari Suplemen
Dalam dunia ortopedi, dr. Satria menegaskan bahwa latihan penguatan otot jauh lebih penting dibandingkan mengandalkan suplemen atau vitamin. Bahkan pada pasien yang telah menjalani operasi, seperti total knee replacement akibat pengapuran, latihan otot wajib dilakukan untuk memperbaiki fungsi dan mengurangi rasa nyeri.
"Exercise (latihan fisik) jauh lebih penting dibandingkan suplemen. Mau nyeri apapun, penguatan otot adalah kunci," tegasnya.
Latihan otot juga dianggap sebagai langkah pencegahan terbaik sejak usia muda agar risiko pengapuran dan osteoporosis dapat diminimalisasi saat lanjut usia.
Rekomendasi Olahraga bagi Pasien Osteoporosis dan Pengapuran Lutut
Untuk memperkuat otot paha yang menopang lutut, dr. Satria merekomendasikan olahraga bersepeda. Bersepeda dianggap ideal karena tidak membebani lutut dengan berat badan, namun tetap menguatkan otot-otot pendukung.
"Dengan bersepeda, otot jadi kuat tanpa menahan berat badan kita, ini cara paling gampang," ujarnya.
Bagi pasien yang sudah mengalami nyeri lutut ringan, bersepeda juga menjadi pilihan olahraga yang lebih aman dibandingkan lari atau berjalan kaki. Olahraga dengan dampak rendah ini membantu menjaga kesehatan lutut tanpa memperparah nyeri.
"Kalau nyeri lutut, jangan berjalan atau lari karena bisa tambah nyeri. Gunakan sepeda agar lutut tetap sehat," tambah dr. Satria.
Peran Suplemen dan Vitamin dalam Diet Osteoporosis
Sebelum menambahkan suplemen atau vitamin dalam pola makan, pemeriksaan terlebih dahulu sangat dianjurkan. Kelebihan vitamin, terutama kalsium, bisa berbahaya jika tidak sesuai kebutuhan pasien.
"Nanti akan dicek dulu sebelum menambahkan suplemen karena kelebihan vitamin juga berbahaya," jelas dr. Satria.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pesan utama dari saran dokter ini adalah pentingnya pendekatan holistik dalam menangani osteoporosis, bukan hanya mengandalkan suplemen atau obat-obatan. Diet tinggi kalsium memang sangat dibutuhkan, tetapi tanpa latihan penguatan otot, risiko tulang keropos dan nyeri lutut tetap tinggi. Hal ini sering terlupakan oleh banyak pasien yang lebih fokus mencari solusi instan melalui suplemen.
Selain itu, anjuran bersepeda sebagai olahraga utama menunjukkan bagaimana metode sederhana dan rendah risiko bisa sangat efektif dalam menjaga kesehatan tulang dan sendi. Ini penting karena olahraga berdampak berat seperti lari justru bisa memperparah kondisi bagi yang sudah nyeri lutut.
Kedepannya, edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan osteoporosis dan pengapuran melalui pola hidup sehat harus terus digalakkan. Pemeriksaan rutin untuk mengetahui status kalsium dan fungsi otot juga perlu menjadi bagian dari upaya preventif agar pasien bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan personal.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel asli di Liputan6.com dan artikel kesehatan terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0