BBWS Usulkan Bangunan Pengendali Sungai untuk Atasi Banjir Demak
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengajukan usulan pembangunan bangunan pengendali aliran pada dua sungai utama yaitu Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak sebagai solusi strategis untuk mengatasi banjir berulang yang sering melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Usulan ini disampaikan oleh Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana, Andi Sofyan, dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Kecamatan Guntur, Sabtu (4/4/2026).
Urgensi Bangunan Pengendali Sungai Senjoyo dan Bancak
Menurut Andi Sofyan, saat ini sepanjang aliran Sungai Senjoyo dan Bancak belum terdapat bangunan pengendali seperti bendungan yang berfungsi menahan dan mengatur debit air. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama derasnya aliran air yang mengarah ke wilayah Demak sehingga berpotensi menimbulkan banjir.
"Diperlukan bangunan pengendali dua aliran sungai," tegasnya. Ia menambahkan, meskipun sudah ada upaya penutupan di kawasan Rowo Pening, tanpa adanya bangunan pengendali di kedua sungai tersebut, air tetap akan mengalir deras ke hilir dan berisiko menimbulkan banjir.
Prioritas Normalisasi Sungai Tuntang
Selain usulan bangunan pengendali di Senjoyo dan Bancak, BBWS juga menekankan pentingnya normalisasi Sungai Tuntang secara bertahap. Meskipun beberapa titik tanggul di sungai ini sudah diperkuat dan relatif aman, masih ada lokasi yang mengalami limpasan air saat hujan deras.
Keberadaan pohon dan hambatan lain di bantaran sungai juga menjadi faktor yang memperlambat aliran air, sehingga meningkatkan risiko banjir. Kepala BBWS juga menilai usulan pemindahan alur Sungai Tuntang kurang efektif karena infrastruktur seperti jembatan dan pembangunan jalan di bantaran justru memperlambat laju air.
Optimalisasi Bendung Gelapan dan Infrastruktur Pengendali Air
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Ahmad Sugiharto, menekankan perlunya penguatan koordinasi untuk mengoptimalkan fungsi Bendung Gelapan di Kabupaten Grobogan guna menjaga stabilitas debit air yang mengalir ke Demak.
"Dari hasil pengecekan, setiap 30 menit terjadi kenaikan debit air yang cukup signifikan. Ditambah lagi sedimen yang tinggi, sehingga diperlukan optimalisasi daya tampung,"
Menurut Sugiharto, kondisi ini menyebabkan air dari hulu cepat melimpas dan mengalir ke hilir, termasuk wilayah Demak, walaupun tidak sedang turun hujan di daerah setempat.
Ia mengusulkan pembangunan infrastruktur tambahan seperti pintu air atau bendung di beberapa titik sungai untuk menahan aliran air sehingga tidak langsung mengalir deras ke hilir.
Dengan adanya tampungan air yang lebih banyak serta pengaturan aliran yang baik, diharapkan risiko banjir di hilir dapat ditekan secara signifikan.
Faktor Penyebab dan Tantangan Penanganan Banjir di Demak
- Tidak adanya bangunan pengendali di Sungai Senjoyo dan Bancak yang menyebabkan aliran air deras menuju Demak.
- Hambatan alami seperti pohon dan sedimen di bantaran sungai memperlambat aliran air.
- Infrastruktur seperti jembatan dan jalan di bantaran Sungai Tuntang memperlambat laju air, mengurangi efektivitas pengendalian banjir.
- Kenaikan debit air secara cepat dan tinggi terutama di masa hujan deras yang sulit diantisipasi tanpa pengendalian yang memadai.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, usulan pembangunan bangunan pengendali di Sungai Senjoyo dan Bancak merupakan langkah krusial yang selama ini mungkin terabaikan dalam pengelolaan wilayah sungai di Demak. Tanpa infrastruktur pengendali yang memadai, usaha normalisasi dan penguatan tanggul saja tidak cukup untuk mencegah banjir berulang. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih menyeluruh dan terintegrasi dalam pengelolaan sumber air dan aliran sungai.
Selain itu, optimalisasi fungsi Bendung Gelapan di Grobogan sangat strategis karena debit air yang dikendalikan di hulu akan sangat menentukan kondisi di hilir Demak. Keterlibatan berbagai pihak dan koordinasi lintas daerah menjadi kunci agar pengendalian banjir efektif dan berkelanjutan.
Ke depan, penting bagi pemerintah daerah dan BBWS untuk segera merealisasikan pembangunan infrastruktur pengendali dan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi sungai. Ini akan menjadi penentu utama dalam mengurangi dampak banjir yang selama ini kerap merugikan masyarakat Demak.
Untuk informasi lebih lengkap, lihat sumber asli berita dari ANTARA Jateng.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0