Sosok Kapten Marindra Wibowo: Kenangan Keluarga dan Warga Setelah Kecelakaan Helikopter
Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman Kapten Marindra Wibowo, pilot helikopter Airbus H130 bernomor registrasi PK-CFX yang mengalami kecelakaan tragis di hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kecelakaan ini terjadi pada Kamis, 16 April 2026, setelah helikopter tersebut hilang kontak, dan mengakibatkan meninggalnya seluruh penumpang dan kru yang berjumlah delapan orang.
Jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan ke Sidoarjo dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Juanda. Keluarga dan warga sekitar mengenang sosok Kapten Marindra dengan penuh kasih dan rasa kehilangan yang mendalam.
Kenangan Keluarga Tentang Kapten Marindra Wibowo
Adik kandung almarhum, Agustin, menyampaikan kesedihan keluarganya yang masih sulit menerima kenyataan tersebut. Ia menggambarkan kakaknya sebagai pribadi yang sangat baik dan bertanggung jawab terhadap keluarga.
"Ya, nggak percaya awalnya. Berharapnya sih kabar itu kemarin nggak benar. Atau semua yang dikabarkan, kan ada media yang mengabarkan selamat juga. Ya dipikir begitu, ternyata setelah dapat kabar, kedelapan orang tersebut meninggal dunia. Ya syok sih pasti," ujar Agustin saat ditemui di rumah duka, Perumahan Grand Surya, Buduran, Sidoarjo.
Sosok Kapten Marindra di Mata Warga Sekitar
Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Ketua RT setempat, Moh Achwan. Ia mengungkapkan bahwa Kapten Marindra adalah sosok yang tegas namun sangat santun kepada warga. Meski memiliki kesibukan tinggi sebagai anggota TNI Angkatan Laut, beliau tetap aktif bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.
"Orangnya tegas. Pak Marindra ini termasuk orang yang tegas. Tegas, beliau juga dengan masyarakat di sini sangat santun. Enak kalau diajak sharing," kenang Achwan.
Achwan menambahkan bahwa Kapten Marindra sering terlihat di sekitar lingkungan hanya sekitar satu hingga dua minggu dalam sebulan, biasanya saat berolahraga atau mengurus kebun. Salah satu kenangannya adalah pohon kelengkeng yang ditanam sendiri oleh almarhum dan kini bisa dinikmati warga sekitar sebagai hasil karya beliau.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban
Hingga saat ini, keluarga masih menunggu proses identifikasi jenazah yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak sebelum jenazah diterbangkan ke Surabaya. Istri dan anak almarhum telah berada di Kalimantan Barat untuk menjemput jenazah.
Terkait penyebab jatuhnya helikopter PK-CFX, pihak berwenang masih melakukan investigasi. Sebanyak 209 personel TNI AD dari Kodam XII/Tanjungpura dikerahkan untuk mendukung evakuasi dan pengamanan lokasi kecelakaan yang berada di kawasan perbukitan terjal.
Identifikasi Awal Korban
Tim forensik RS Bhayangkara Pontianak telah mengidentifikasi empat korban pada tahap awal. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Subur, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem, termasuk ciri fisik, riwayat kesehatan, dan pakaian terakhir korban.
- Joko Catur Prasetyo
- Charles Dominson Lakidang
- Patrick Kee Chuan Peng
- Victor Tan Keng Liam
Satu korban yang berkewarganegaraan asing masih memerlukan proses verifikasi tambahan melalui data dari konsulat negara asalnya.
"Untuk WNA, kami masih menunggu data pembanding dari konsulat agar bisa dipastikan secara akurat," ujar Ginting, salah satu petugas terkait.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX yang menewaskan Kapten Marindra Wibowo dan tujuh orang lainnya menjadi pengingat keras akan risiko tinggi di balik tugas-tugas penerbangan militer dan sipil di area terpencil seperti Kalimantan Barat. Selain kehilangan seorang pilot yang dikenal ramah dan tegas, kecelakaan ini juga menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenal almarhum sebagai pribadi yang berdedikasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Proses investigasi yang masih berlangsung sangat penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan agar dapat meningkatkan standar keselamatan penerbangan di masa depan. Selain itu, perhatian ekstra dari pihak terkait terhadap penanganan evakuasi dan identifikasi korban menunjukkan keseriusan pemerintah dan TNI dalam menangani insiden ini.
Ke depan, masyarakat dan keluarga korban tentu berharap agar proses pemulangan jenazah dan pemakaman berlangsung dengan layak dan khidmat. Simak terus update terkait hasil investigasi serta langkah-langkah perbaikan yang akan diambil pihak berwenang demi mencegah tragedi serupa terjadi kembali.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi halaman sumber asli di Tribunnews.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0