Rudal Rusia Hujani Ukraina, 6 Orang Tewas dalam Serangan Udara Terbaru

Apr 25, 2026 - 22:48
 0  4
Rudal Rusia Hujani Ukraina, 6 Orang Tewas dalam Serangan Udara Terbaru

Rusia kembali melancarkan gelombang serangan udara ke sejumlah wilayah Ukraina pada Sabtu (25/4) waktu setempat, yang menewaskan sedikitnya 6 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan ini memperlihatkan bahwa agresi Moskow masih belum mereda, meski upaya diplomasi penghentian perang terus berjalan namun belum membuahkan hasil.

Ad
Ad

Polanya Serangan Rusia di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjelaskan bahwa pola serangan Rusia tidak berubah, dengan mengandalkan drone tempur, rudal jelajah, dan rudal balistik dalam jumlah besar. Target utama serangan ini adalah berbagai kota, terutama fasilitas infrastruktur sipil seperti bangunan hunian, fasilitas energi, dan area usaha.

"Strategi Rusia tetap sama, menggunakan drone serang, rudal jelajah, dan sejumlah besar rudal balistik. Sebagian besar targetnya adalah infrastruktur biasa di kota-kota, termasuk bangunan hunian, fasilitas energi, dan area usaha," ujar Zelensky, dikutip dari AFP.

Korban dan Dampak Serangan di Kota Dnipro dan Zaporizhzhia

Korban jiwa paling banyak terjadi di Kota Dnipro, wilayah timur Ukraina. Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, melaporkan bahwa empat orang tewas dan 27 lainnya luka-luka setelah rudal Rusia menghantam sebuah blok apartemen pada serangan semalam.

Serangan lanjutan juga menghantam bangunan apartemen lain di kota yang sama, menyebabkan satu orang meninggal dan tujuh lainnya terluka. "Rusia kembali menyerang kawasan permukiman yang sama dengan yang menjadi sasaran semalam," kata Ganzha.

Selain Dnipro, serangan juga terjadi di wilayah selatan Zaporizhzhia. Kepala administrasi setempat, Ivan Fedorov, mengonfirmasi satu warga sipil tewas dan empat lainnya luka-luka akibat serangan drone Rusia yang menghantam sebuah minibus sipil.

Reaksi dan Permintaan Ukraina kepada Sekutu

Dalam menghadapi serangan yang terus berlanjut, Zelensky mendesak negara-negara sekutu, khususnya Eropa, untuk memberikan respons lebih keras dengan mempercepat penguatan sistem pertahanan udara Ukraina.

"Setiap serangan seperti ini harus menjadi pengingat bagi mitra kami bahwa situasi ini memerlukan tindakan segera dan tegas, termasuk mempercepat penguatan pertahanan udara kami," ujarnya.

Selain itu, Zelensky meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia, seiring dengan persetujuan paket sanksi ke-20 oleh para pemimpin Uni Eropa yang menargetkan sektor perbankan dan ekspor minyak Rusia. Uni Eropa juga mengalokasikan pinjaman senilai 90 miliar euro (sekitar US$105 miliar) untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan dan menopang belanja negara selama 2026 hingga 2027.

Serangan Balasan Ukraina di Wilayah Rusia

Serangan balasan Ukraina juga dilaporkan terjadi di wilayah Rusia yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Dalam 24 jam terakhir, serangan drone Ukraina melukai satu orang di wilayah Kursk. Di Belgorod, Gubernur Vyacheslav Gladkov menyatakan seorang perempuan tewas dan seorang pria luka serius setelah mobil yang mereka tumpangi diserang drone. Selain itu, seorang pengemudi traktor juga terluka dalam insiden terpisah.

Mandeknya Upaya Diplomasi dan Dampak Konflik Berkepanjangan

Meski serangan saling balas hampir terjadi setiap hari sejak invasi Rusia pada Februari 2022, jalur diplomasi untuk mengakhiri perang belum menunjukkan kemajuan berarti. Upaya mediasi yang sebelumnya didorong Amerika Serikat kini melambat karena perhatian Washington tersita oleh konflik di Timur Tengah sejak Februari lalu.

Kondisi ini menyebabkan konflik Rusia-Ukraina kembali bergerak tanpa kepastian kapan akan berakhir, menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat internasional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, gelombang serangan udara Rusia yang kembali menghantam wilayah sipil Ukraina menunjukkan bahwa Moskow masih mengandalkan tekanan militer sebagai strategi utama untuk memaksakan kepentingannya meski menghadapi sanksi internasional dan tekanan diplomasi. Penggunaan rudal balistik dan drone secara masif terhadap infrastruktur sipil memperlihatkan langkah yang dinilai kontroversial dan berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan lebih luas.

Di sisi lain, respons Ukraina yang juga melancarkan serangan ke wilayah Rusia menunjukkan eskalasi konflik yang sulit diredam tanpa kesepakatan politik yang kuat. Dengan upaya diplomasi yang mandek akibat perhatian dunia terpecah, risiko perang berkepanjangan semakin nyata dan mengancam stabilitas kawasan Eropa Timur.

Pemantauan ketat terhadap perkembangan diplomasi dan penambahan bantuan pertahanan bagi Ukraina menjadi hal yang sangat penting untuk diikuti. Ke depan, respon negara-negara Eropa dan komunitas internasional akan sangat menentukan apakah konflik ini dapat segera dihentikan atau malah terus berlarut-larut.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini mengenai konflik ini, Anda dapat membaca laporan asli di CNN Indonesia dan berita internasional terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad