Peluang Diaudit IRS Meningkat dengan Penggunaan AI? Ini Faktanya

Apr 25, 2026 - 22:50
 0  5
Peluang Diaudit IRS Meningkat dengan Penggunaan AI? Ini Faktanya

Peluang diaudit oleh IRS (Internal Revenue Service) masih sangat kecil meskipun badan pajak Amerika Serikat itu kini menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk memperbaiki proses audit dan penegakan pajak. Berdasarkan data terbaru, misalnya pada tahun pajak 2021, IRS hanya mengaudit sekitar 0,3% dari total pelapor pajak.

Ad
Ad

Audit IRS: Tren dan Perubahan Terbaru

Selama ini, tingkat audit IRS memang selalu di bawah 1% secara keseluruhan, bahkan untuk kelompok tertentu yang memiliki karakteristik pelaporan khusus, seperti jenis penghasilan tertentu atau klaim potongan pajak, audit biasanya kurang dari 10%, dan seringkali bahkan jauh lebih kecil dari itu.

Namun, situasi IRS berubah cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2025, lebih dari seperempat staf pemeriksa pajak dan agen pendapatan yang berpengalaman memilih keluar atau diberhentikan. Hal ini tercatat dalam laporan dari Treasury Inspector General for Tax Administration (TIGTA) pada Juli 2025.

Selain itu, sebagian besar dana yang dijanjikan untuk penegakan pajak dari Inflation Reduction Act 2022 dicabut, dan pemerintahan Trump berencana memotong anggaran IRS lebih lanjut tahun depan.

Di tengah kondisi tersebut, IRS justru mempercepat modernisasi sistem lama dan meningkatkan penggunaan AI, termasuk dalam proses audit. CEO IRS, Frank Bisignano, menyatakan bahwa AI dan analitik lanjutan digunakan untuk mengidentifikasi area risiko ketidakpatuhan dan kecurangan dengan akurasi lebih tinggi.

Bagaimana AI Membantu Penargetan Audit IRS

Menurut Bisignano, teknologi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kepatuhan dan meningkatkan penagihan pajak melebihi norma historis. Jika digunakan dengan benar, AI dapat membantu IRS memfokuskan audit pada pelapor yang benar-benar berpotensi melakukan pelanggaran, sehingga mengurangi audit yang berakhir tanpa temuan (audit tanpa perubahan).

"AI memberikan IRS keunggulan forensik untuk memilih laporan yang tepat untuk diaudit. Ini seperti kacamata penglihatan malam yang membantu menemukan penghindaran pajak," ujar mantan Komisaris IRS, Danny Werfel.

Selain itu, mantan Kepala Data dan Analitik IRS, Barry Johnson, menambahkan bahwa AI mampu mencari pola dan anomali dalam data pajak jauh lebih cepat dan akurat dibanding metode lama, yang dapat mengungkap kesalahan pelaporan hingga kecurangan.

Potensi Kenaikan Tingkat Audit dengan AI

Dengan kemampuan AI, IRS dapat meningkatkan jumlah correspondence audits atau audit surat yang paling umum dilakukan. Audit ini biasanya melibatkan surat yang menginformasikan bahwa ada potensi kekurangan pembayaran pajak berdasarkan isu tertentu, dan wajib pajak harus merespons dengan membayar kekurangan atau mengajukan keberatan.

Namun, peningkatan audit ini harus diimbangi dengan ketersediaan staf terlatih untuk menangani pertanyaan dan proses audit lanjutan. Menurut Werfel, peran manusia tetap krusial untuk memverifikasi hasil AI dan melakukan audit lapangan atau kantor yang memerlukan keahlian dan interaksi langsung.

Johnson juga menegaskan bahwa AI bukan pengganti staf berpengalaman yang hilang, melainkan alat bantu yang memperkuat efisiensi dan akurasi pemilihan kasus audit.

Perkembangan AI dan Tantangan Masa Depan

AI terus berkembang dengan cepat, sehingga kapasitasnya dalam membantu IRS bisa berubah drastis dalam beberapa tahun mendatang. Werfel memperingatkan bahwa kemampuan pengawasan dan penilaian IRS dengan AI pada 2028 atau 2029 bisa sangat berbeda dibanding sekarang, menandakan paradigma baru dalam penegakan pajak.

Perlu diingat juga, IRS memiliki waktu minimal tiga tahun sejak pengajuan pajak untuk melakukan audit, dan bisa lebih lama jika dicurigai adanya kecurangan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengenalan AI dalam proses audit IRS adalah langkah maju yang signifikan, terutama untuk mengatasi keterbatasan sumber daya manusia akibat pengurangan staf yang masif. Dengan AI, IRS berpotensi melakukan penegakan hukum pajak yang lebih tepat sasaran, sehingga meningkatkan kepatuhan dan penerimaan negara tanpa membebani wajib pajak yang sudah patuh.

Namun, risiko yang perlu diwaspadai adalah ketidakseimbangan antara teknologi dan ketersediaan tenaga ahli yang mampu menindaklanjuti temuan AI. Tanpa staf yang memadai, audit berisiko menjadi mekanisme administratif yang membebani wajib pajak tanpa penyelesaian yang adil.

Ke depan, publik dan pembuat kebijakan harus mengawasi bagaimana IRS mengintegrasikan AI dalam rutinitasnya, memastikan penggunaan yang etis dan efektif sekaligus menjaga hak-hak wajib pajak. Inovasi teknologi ini juga harus diiringi peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar terwujud sistem perpajakan yang modern dan responsif.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di CNN Indonesia serta mengikuti perkembangan kebijakan terbaru dari situs resmi IRS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad