Rahasia Kuatnya Kepedulian Sosial Warga Muhammadiyah menurut Dahlan Rais

Apr 25, 2026 - 23:10
 0  7
Rahasia Kuatnya Kepedulian Sosial Warga Muhammadiyah menurut Dahlan Rais

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUKOHARJOAhmad Dahlan Rais, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, secara mendalam mengungkap rahasia kuatnya kepedulian sosial warga Muhammadiyah yang menjadi salah satu karakter utama dalam organisasi ini. Pernyataan tersebut disampaikannya pada 24 April 2026 dalam acara Baitul Arqam Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang digelar di Pondok Pesantren Modern Sagen Muhammadiyah, Weru, Sukoharjo.

Ad
Ad

Dahlan Rais menegaskan bahwa dalam Muhammadiyah, karakter sosial warga lebih menonjol. Hal ini tidak hanya berlaku bagi anggota biasa, melainkan juga bagi para tenaga kependidikan seperti dosen. Menurutnya, dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) tidak boleh memisahkan antara nilai pendidikan dan dakwah. Kedua aspek ini harus dijalankan secara bersamaan agar misi Muhammadiyah dapat berjalan efektif dan berdampak luas.

Peran Dosen Muhammadiyah dalam Masyarakat

Dahlan Rais menekankan bahwa seorang dosen Muhammadiyah tidak hanya cukup dengan mengajar di kelas. Lebih dari itu, mereka harus menghidupkan dan meleburkan diri dalam kehidupan masyarakat serta mengambil peran aktif dalam pengabdian sosial. Ia menjelaskan:

“Manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Kita ditakdirkan hidup bermasyarakat, sehingga nilai kebersamaan, kesetaraan, dan kepedulian harus menjadi dasar dalam kehidupan, termasuk dalam pengabdian kita sebagai dosen.”

Konsep ini mengajak dosen untuk tidak hanya fokus pada transfer ilmu secara akademik, tetapi juga menjadikan ilmu sebagai sarana untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Makna Bermuhammadiyah dan Ta’awun

Dalam konteks agama, Bermuhammadiyah berarti juga berta’awun atau saling tolong-menolong dengan sesama. Dahlan Rais menguraikan bahwa ta’awun bukan sekadar membantu, melainkan juga berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama bagi yang membutuhkan.

Kepedulian sosial menurutnya menjadi inti karakter warga Muhammadiyah yang tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan:

“Tidak boleh seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri. Kepedulian sosial itu menjadi bagian penting dari karakter Muhammadiyah.”

Ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah menanamkan nilai solidaritas sosial yang kuat sebagai bagian dari identitas keanggotaan.

Ilmu dan Amal: Dua Pilar Pendidikan Muhammadiyah

Dahlan Rais juga menegaskan pentingnya menjadikan ilmu sebagai sumber amal kebajikan. Prinsip ini selaras dengan ajaran Kiai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang menyatakan bahwa ilmu harus melahirkan kebaikan untuk semua.

Ilmu akan bermakna jika diamalkan, dan manusia menjadi mulia bukan hanya karena ilmunya, tetapi juga karena amalnya. Ini menjadi ruh utama dalam pendidikan Muhammadiyah agar setiap individu tidak hanya pandai secara teori, tetapi juga aktif berbuat kebaikan.

Surat Al Alaq dan Al Asr sebagai Pondasi Gerakan

Lebih spesifik, Dahlan Rais mengajak dosen Muhammadiyah, khususnya di UMS, untuk memperdalam pemahaman terhadap Surat Al Alaq dan Al Asr. Kedua surat ini dianggapnya dapat menjadi pondasi gerakan ilmu dan dakwah dalam Muhammadiyah.

  • Surat Al Alaq mengajarkan pentingnya membaca dan belajar tanpa batas.
  • Surat Al Asr menegaskan bahwa waktu harus dimanfaatkan untuk amal kebajikan dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Menurut Dahlan Rais, kedua surat ini memberikan arah jelas kepada warga Muhammadiyah untuk terus belajar, mengembangkan ilmu, dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam bentuk amal kebaikan.

Untuk informasi lengkap dan sumber asli pernyataan tersebut, Anda dapat membaca langsung melalui situs resmi Muhammadiyah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengungkapan Dahlan Rais ini menegaskan bahwa kekuatan sosial Muhammadiyah bukan sekadar warisan historis, melainkan sebuah strategi berkelanjutan dalam memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Dengan menyatukan pendidikan dan dakwah, Muhammadiyah mampu mencetak kader yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi.

Langkah ini sangat relevan di era modern saat ini, di mana tantangan sosial semakin kompleks dan membutuhkan respon yang holistik. Dosen dan tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah menjadi ujung tombak perubahan sosial yang dapat memadukan teori dan praktik dengan nilai-nilai keagamaan yang humanis.

Ke depan, penting bagi Muhammadiyah untuk terus memperkuat implementasi nilai kepedulian sosial ini dalam setiap lini, terutama di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Pembelajaran dari Surat Al Alaq dan Al Asr yang ditekankan Dahlan Rais menjadi kunci agar gerakan dakwah dan ilmu pengetahuan berjalan seiring dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Para pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan dan implementasi nilai ini di berbagai sektor Muhammadiyah agar dapat melihat bagaimana teori kepedulian sosial ini berdampak langsung pada perubahan positif di masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad