Rumah Eks Polisi di Belawan Dijarah, Anak dan Istri Diseret Pelaku Tawuran

Apr 4, 2026 - 23:00
 0  6
Rumah Eks Polisi di Belawan Dijarah, Anak dan Istri Diseret Pelaku Tawuran

Medan - Sebuah peristiwa menghebohkan terjadi di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, saat rumah seorang eks anggota Polri menjadi sasaran penjarahan oleh kelompok tawuran. Tidak hanya kehilangan sejumlah barang berharga, anak dan istri korban bahkan diseret oleh pelaku, membuat warga dan netizen ramai membicarakan kejadian ini.

Ad
Ad

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari, 4 April 2026. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, korban yang mengaku bernama Horas Hutauruk, mantan anggota Polri, menyampaikan kekecewaannya terhadap situasi di wilayah tersebut yang dianggap tidak aman dan minim pengawasan.

Penjarahan Rumah Eks Polisi Saat Tawuran di Belawan

Horas Hutauruk menjelaskan bahwa rumahnya yang selama ini menjadi tempat usaha jajanan ringan anak-anak, menjadi sasaran penjarahan saat tawuran berlangsung. Bahkan, ia menuturkan dengan penuh kesedihan bahwa anak kandungnya yang masih di bawah umur serta istrinya diseret oleh para pelaku tawuran.

"Mengakibatkan istri saya diseret, anak saya diseret. Lihat, Pak Kapolres Belawan. Lihat kondisi rumah saya. Anak sekecil ini diseret dengan sajam, di mana hati nurani kalian," ucapnya dalam narasi video yang beredar.

Kejadian ini menimbulkan kemarahan korban terhadap aparat kepolisian setempat. Menurutnya, ada pembiaran yang dilakukan oleh Polres Belawan terhadap tawuran yang mengakibatkan konsekuensi serius bagi warga sipil.

Korban Kritik Polri atas Pembiaran Tawuran dan Penjarahan

Horas menyatakan bahwa ia sudah melaporkan potensi tawuran ini beberapa hari sebelumnya, namun tidak ada tindakan tegas dari Polres Belawan. Ia menilai peristiwa ini bukan sekadar tawuran biasa, melainkan bentuk penjarahan yang dibiarkan oleh aparat keamanan.

"Ini bukan tawuran, ini penjarahan yang dibiarkan oleh Polri. Di Polri hanya banyak pencitraan," katanya dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Horas mengingatkan pengabdiannya sebagai anggota Polri yang pernah mendapatkan sertifikat dari Presiden atas keberhasilannya menangkap teroris pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia juga pernah menyelamatkan nyawa eks Presiden SBY dari ancaman teroris.

"Kemana anggota bapak? Saya pun pernah menyelamatkan nyawa eks Presiden SBY saat itu (masih anggota Polri) dengan menangkap teroris," ujarnya.

Respons Polisi dan Proses Penanganan Kasus

Menanggapi kejadian ini, Kasat Reskrim Polres Belawan, AKP Agus Purnomo, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terkait laporan tersebut.

"Kami cek dulu, ya," ujar AKP Agus saat dikonfirmasi oleh detikSumut pada Sabtu (4/4/2026).

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Polres Belawan terkait tindakan yang akan diambil. Namun, viralnya video dan keluhan dari mantan anggota Polri ini memicu perhatian publik luas mengenai keamanan dan penegakan hukum di wilayah tersebut.

Fakta Penting dari Kasus Penjarahan di Belawan

  • Lokasi kejadian berada di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.
  • Korban adalah mantan anggota Polri bernama Horas Hutauruk.
  • Rumah korban yang juga berfungsi sebagai tempat usaha jajanan ringan dijarah saat tawuran.
  • Anak dan istri korban diseret oleh pelaku tawuran, yang menyebabkan kemarahan korban.
  • Korban merasa ada pembiaran dari Polres Belawan padahal sudah melaporkan potensi tawuran sebelumnya.
  • Polres Belawan masih dalam tahap pengecekan dan belum memberikan tindakan tegas.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa penjarahan rumah eks polisi di Medan Belawan ini bukan hanya masalah kriminalitas biasa, melainkan juga cerminan kegagalan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban di wilayah yang rawan konflik sosial. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas Polres Belawan dalam mencegah tawuran dan menjaga keamanan warga.

Lebih jauh, tindakan pembiaran yang diduga dilakukan oleh aparat dapat memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Jika kasus ini tidak segera ditangani dengan transparan dan tegas, dikhawatirkan akan muncul efek domino yang memperburuk situasi keamanan di Medan dan daerah sekitarnya.

Ke depan, publik perlu mengawasi perkembangan kasus ini dan menuntut agar aparat kepolisian melakukan evaluasi sistem pengamanan dan respons cepat terhadap laporan warga. Langkah preventif dan penegakan hukum yang konsisten adalah kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru terkait kasus ini, Anda dapat mengunjungi sumber berita asli di detikSumut dan berita sejenis di media nasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad