BPBD Kabupaten Malang Lakukan Asesmen Dampak Banjir di Pakis

Mar 1, 2026 - 11:05
 0  3
BPBD Kabupaten Malang Lakukan Asesmen Dampak Banjir di Pakis

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur, tengah melakukan asesmen menyeluruh terkait dampak banjir yang terjadi di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, pada Sabtu malam.

Ad
Ad

Asesmen Dampak Banjir di Kecamatan Pakis

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan secara rinci mengenai kerusakan dan kerugian yang dialami warga terdampak.

"Kami masih melakukan pendataan terkait kerusakan dan kerugian. Perkembangan informasi akan kami sampaikan,"
ujarnya.

Berdasarkan data sementara, banjir tidak hanya melanda Desa Saptorenggo, tetapi juga meluas ke wilayah Desa Mangliawan, tepatnya di RT 03 RW 06 yang juga berada di Kecamatan Pakis.

Data dampak menunjukkan total 10 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, dengan rincian tujuh KK di Desa Saptorenggo dan tiga KK di Desa Mangliawan.

Wilayah Rawan Banjir di Kabupaten Malang

BPBD Kabupaten Malang memiliki peta kerawanan bencana banjir yang mengindikasikan bahwa Kecamatan Pakis memang termasuk daerah yang rentan terhadap banjir, khususnya pada musim hujan.

Selain Pakis, terdapat 16 kecamatan lain yang juga masuk kategori rawan banjir, antara lain:

  • Kecamatan Pujon
  • Kecamatan Ngantang
  • Kecamatan Kasembon
  • Kecamatan Karangploso
  • Kecamatan Dau
  • Kecamatan Singosari
  • Kecamatan Lawang
  • Kecamatan Poncokusumo
  • Kecamatan Ampelgading
  • Kecamatan Tirtoyudo
  • Kecamatan Dampit
  • Kecamatan Sumbermanjingwetan
  • Kecamatan Gedangan
  • Kecamatan Kalipare
  • Kecamatan Wagir

Penyebab dan Kondisi Terkini Banjir

Menurut Sadono, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Pakis dari pukul 17.30 hingga 20.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai di perbatasan antara Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan meluap dan menggenangi permukiman warga.

"Kemudian, (banjir) menggenang ke area permukiman warga,"
jelas Sadono.

Meski banjir cukup meluas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Intensitas hujan di wilayah terdampak juga sudah mulai berkurang dan berkisar antara ringan hingga sedang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir di Kecamatan Pakis ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana yang lebih intensif di daerah-daerah rawan banjir di Kabupaten Malang. Meski korban jiwa belum terjadi, kerusakan infrastruktur dan dampak sosial ekonomi bagi warga terdampak perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Selain itu, data dari BPBD yang menyebutkan 17 kecamatan rawan banjir harus menjadi dasar untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat. Langkah proaktif seperti pengecekan rutin sungai dan drainase bisa mengurangi risiko banjir susulan.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah perlu berkolaborasi lebih erat untuk menghadapi musim hujan, mengingat perubahan iklim menimbulkan pola cuaca yang semakin ekstrem. Pemantauan intensif dan penanganan cepat bencana banjir harus diutamakan agar dampak negatif bisa diminimalisir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad