Sinopsis Dhurandhar The Revenge: Misi Balas Dendam Ranveer Singh di Layar Lebar
Ranveer Singh kembali menggebrak layar lebar melalui sekuel film aksi spionase Dhurandhar The Revenge, yang merupakan kelanjutan langsung dari film pertama yang sukses meraih rekor box office di India. Film ini membawa penonton menelusuri kembali misi berbahaya seorang agen intelijen India yang menyamar di tengah pusaran kriminalitas dan tensi geopolitik Asia Selatan.
Sinopsis Dhurandhar The Revenge
Dhurandhar The Revenge mengikuti kelanjutan kisah Jaskirat Singh Rangi (Ranveer Singh), seorang agen rahasia India yang telah satu dekade menyamar di Pakistan dengan identitas samaran Hamza Ali Mazari. Kini, Jaskirat telah memasuki inti kekuasaan dunia bawah tanah di Lyari, Karachi, dan berhasil menjadi penguasa wilayah tersebut.
Untuk menjaga kepercayaan jaringan kriminal dan politik, Jaskirat harus memainkan peran berbahaya dengan membentuk aliansi strategis bersama tiga tokoh kunci:
- Politisi korup Jameel Jamali (Rakesh Bedi)
- Perwira polisi tangguh SP Chaudhary Aslam (Sanjay Dutt)
- Agen ISI misterius, Mayor Iqbal (Arjun Rampal)
Di balik penyamarannya, Jaskirat menunggu momen tepat untuk membongkar dalang terorisme dari dalam sebagai balas dendam atas tragedi serangan 26/11. Ketegangan meningkat ketika musuh baru mengancam akan mengungkap identitas aslinya.
Jaskirat dihadapkan pada dua pilihan sulit: mempertahankan identitas penjahat demi misi jangka panjang atau segera melancarkan serangan balik demi menyelamatkan nyawa dan rahasia negara.
Fakta Film dan Pemain
Film ini kembali ditulis dan disutradarai oleh Aditya Dhar, sosok kreatif di balik kesuksesan film pertama, sekaligus menjadi bagian terakhir dari duologi Dhurandhar. Cerita film ini menggabungkan fiksi dengan peristiwa geopolitik nyata, termasuk referensi pada Operasi Lyari dan dinamika politik India-Pakistan antara 2014 hingga 2016.
Selain Ranveer Singh, film ini didukung oleh jajaran aktor kelas atas seperti Akshaye Khanna, Sanjay Dutt, Arjun Rampal, R. Madhavan, Sara Arjun, Rakesh Bedi, Gaurav Gera, Danish Pandor, dan Manav Gohil.
Dengan durasi 229 menit atau hampir empat jam, Dhurandhar The Revenge menjadi salah satu film India terpanjang yang pernah diproduksi. Film ini dirilis secara global pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Gudi Padwa, Ugadi, dan Idul Fitri.
Penerimaan dan Kontroversi
Film ini mendapat pujian atas kualitas akting para pemain, alur cerita yang menarik, dan musik yang mendukung suasana tegang. Namun, Dhurandhar The Revenge juga menuai kritik terkait tingkat kekerasan yang tinggi, dugaan propaganda nasionalis, serta isu Islamofobia yang dianggap sebagian pihak sebagai konten kontroversial.
Sama seperti pendahulunya, film ini dilarang tayang di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Meski demikian, Dhurandhar The Revenge berhasil menjadi film India terlaris kedelapan sepanjang masa, film India terlaris di tahun 2026, serta menempati posisi kesepuluh film terlaris secara global pada tahun yang sama.
Di Indonesia, film ini mulai tayang di bioskop pada tanggal 19 Maret 2026 dan siap menyuguhkan aksi spionase yang mendebarkan bagi para penggemarnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, Dhurandhar The Revenge bukan sekadar film aksi biasa, melainkan sebuah cermin kompleksnya hubungan geopolitik India-Pakistan yang masih sarat konflik dan ketegangan. Penyajian cerita dari sudut pandang agen intelijen yang menyusup ke jantung musuh memberikan perspektif menarik sekaligus kontroversial, terutama dalam konteks representasi politik dan agama.
Film ini juga menunjukkan ambisi perfilman India dalam menggabungkan elemen hiburan dengan narasi politik yang nyata, menciptakan karya yang tidak hanya menghibur tetapi juga memancing diskusi. Namun, kritik terhadap isu kekerasan dan propaganda mengingatkan penonton untuk menelaah film ini dengan sudut pandang yang kritis.
Ke depan, penting untuk mengamati bagaimana film ini memengaruhi persepsi publik terhadap isu-isu keamanan dan hubungan antarnegara di Asia Selatan, serta dampaknya terhadap industri perfilman yang kian berani mengangkat tema-tema sensitif. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkait film ini, kunjungi situs resmi dan sumber berita terpercaya seperti CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0