Kasus Campak pada Orang Dewasa Meningkat, Kemenkes Jelaskan Penyebab Utamanya

Mar 30, 2026 - 19:01
 0  5
Kasus Campak pada Orang Dewasa Meningkat, Kemenkes Jelaskan Penyebab Utamanya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap fakta bahwa sekitar 8% kasus campak di Indonesia terjadi pada kelompok usia dewasa (di atas 18 tahun). Meski jumlahnya lebih kecil dibanding anak-anak, kelompok ini tidak boleh diabaikan karena risiko komplikasi serius bisa terjadi, terutama pada mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Ad
Ad

Penyebab Orang Dewasa Masih Terkena Campak

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa meskipun seseorang pernah divaksin campak, masih ada kemungkinan tertular. Faktor utama yang mempengaruhi adalah kondisi sistem imun tubuh yang dapat melemah dan tingkat paparan virus yang tinggi.

"Kelompok dengan penyakit kronis, gangguan imun, hingga tenaga kesehatan dengan paparan tinggi memiliki risiko lebih besar," ujar Andi dalam konferensi pers daring pada Senin (30/3/2026).

Beberapa kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko infeksi campak pada orang dewasa antara lain:

  • Penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi
  • Gangguan imun, termasuk HIV/AIDS
  • Kanker atau kondisi medis lain yang melemahkan daya tahan tubuh
  • Tenaga kesehatan dengan paparan virus berulang

Risiko dan Komplikasi Campak pada Dewasa

Berbeda dengan anak-anak yang biasanya mengalami gejala ringan, orang dewasa yang terkena campak dapat mengalami infeksi yang lebih serius dengan risiko komplikasi, seperti pneumonia, radang otak (ensefalitis), dan komplikasi lain yang mengancam nyawa.

Oleh karena itu, Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan gejala awal campak, yang biasanya berupa:

  • Demam tinggi
  • Batuk dan pilek
  • Mata merah
  • Ruam kulit khas campak

Gejala ini harus diwaspadai terutama jika muncul bersamaan, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Vaksinasi dan Perlindungan terhadap Campak pada Dewasa

Menurut Andi, program imunisasi campak di Indonesia umumnya diberikan dua kali pada masa anak-anak dengan tambahan booster saat usia sekolah. Namun, perlindungan dari vaksin bisa menurun seiring bertambahnya usia dan kondisi tubuh yang tidak optimal.

"Kalau imunisasi lengkap, risiko biasanya lebih ringan. Tapi tetap bisa terinfeksi dalam kondisi tertentu," jelasnya.

Melihat tren kasus campak di kalangan dewasa, Kemenkes sedang mengkaji kemungkinan perluasan vaksinasi campak untuk kelompok dewasa, khususnya tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan tinggi. Analisis uji klinis vaksin sedang disiapkan untuk menentukan kelayakan program ini secara lebih luas.

Langkah Pencegahan dan Implikasi bagi Masyarakat

Masyarakat dianjurkan untuk:

  • Memastikan vaksinasi campak lengkap sejak anak-anak
  • Waspada terhadap gejala awal campak dan segera melakukan pemeriksaan medis
  • Menghindari kontak dengan penderita campak terutama bagi kelompok berisiko
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan penyebaran campak dapat ditekan, terutama di kalangan orang dewasa yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peningkatan kasus campak pada orang dewasa menunjukkan adanya celah dalam sistem imunisasi dan kesadaran masyarakat terhadap vaksinasi lanjutan. Perlindungan vaksin yang menurun seiring usia menjadi perhatian serius, apalagi bagi kelompok dengan risiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan penderita penyakit kronis.

Fenomena ini juga mengingatkan pentingnya review kebijakan imunisasi nasional yang selama ini lebih fokus pada anak-anak. Perlu adanya strategi baru, termasuk vaksinasi booster pada usia dewasa, untuk mencegah wabah campak yang berdampak luas.

Kita juga harus mewaspadai potensi komplikasi serius yang bisa muncul, yang seringkali kurang disadari publik. Edukasi tentang gejala dan pencegahan campak harus ditingkatkan agar masyarakat tidak lengah dan segera mendapatkan penanganan medis.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan pelaku kesehatan untuk mengedepankan program vaksinasi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan epidemiologi campak.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kasus campak dan vaksinasi, Anda dapat membaca langsung dari sumber aslinya di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad