254 Warga Pekalongan Masih Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir Tanggul Bremi

Mar 30, 2026 - 19:30
 0  4
254 Warga Pekalongan Masih Bertahan di Pengungsian Akibat Banjir Tanggul Bremi

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah melaporkan bahwa 254 warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean masih bertahan di lokasi pengungsian. Kejadian ini menjadi perhatian serius karena banjir yang terjadi akibat kerusakan tanggul tersebut menggenangi sejumlah pemukiman di sekitar kawasan.

Ad
Ad

Situasi Pengungsian dan Penanganan Tanggul

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menyampaikan kondisi terkini bahwa penanganan tanggul yang jebol menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, proses perapian tanggul masih berlangsung dengan harapan agar tidak kembali jebol dan banjir segera surut.

"Ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi genangan air benar-benar surut," ujar Budi pada Senin (30/3) di Pekalongan.

Para pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian, antara lain:

  • Eks aula Kelurahan Kraton Kidul: 116 jiwa
  • Aula Kelurahan Pasirkratonkramat: 79 jiwa
  • TPQ Madinatul Ulum: 50 jiwa
  • Aula Kecamatan Pekalongan Barat: 9 jiwa

Budi menambahkan bahwa tanggul di wilayah Pabean kini sudah diperbaiki dan tinggal proses perapian akhir. Pemerintah juga mengerahkan pompa air untuk membantu menurunkan genangan di wilayah Pasirsari.

Kronologi dan Dampak Kerusakan Tanggul

Tanggul sisi timur Sungai Bremi di wilayah Pabean jebol pada Kamis (26/3), mengalami kerusakan sepanjang sekitar 15 meter dengan lebar tiga meter dan tinggi dua meter. Kerusakan ini menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi permukiman, padahal kondisi cuaca saat itu cerah tanpa hujan.

Akibatnya, debit air meningkat dan menyebabkan banjir di kawasan sekitar, terutama di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, yang menjadi pusat evakuasi warga sejak Jumat (27/3).

Upaya Penanganan dan Koordinasi Lintas Sektor

Pemerintah Kota Pekalongan bersama TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan sebagai berikut:

  1. Monitoring dan patroli kesiapsiagaan tanggul serta genangan air
  2. Evakuasi warga terdampak banjir ke lokasi pengungsian
  3. Asesmen dampak genangan dan kebutuhan warga
  4. Koordinasi lintas sektor untuk mengoptimalkan penanganan bencana secara terpadu
  5. Pengaktifan posko kebencanaan untuk layanan data, informasi, logistik, dan kesehatan

Budi Suheryanto menegaskan bahwa selain logistik, layanan kesehatan kepada para pengungsi juga menjadi prioritas agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa pengungsian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, jebolnya tanggul Sungai Bremi di Pekalongan ini mengingatkan kita akan pentingnya infrastruktur pengendalian banjir yang memadai dan pemeliharaan rutin. Kerusakan sepanjang 15 meter pada tanggul tersebut menunjukkan bahwa risiko kegagalan struktur ini tidak bisa diabaikan, terutama di wilayah yang sering terdampak banjir.

Selain itu, masih adanya ratusan warga yang bertahan di pengungsian menandakan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Hal ini juga mencerminkan kebutuhan peningkatan kapasitas sistem tanggap darurat dan kesiapsiagaan masyarakat agar dampak banjir bisa diminimalisir.

Ke depan, publik harus terus memantau perkembangan perbaikan tanggul dan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi potensi bencana susulan, terutama menghadapi musim hujan yang akan datang. Koordinasi lintas sektor yang telah dilakukan menjadi langkah tepat, namun implementasi dan dukungan anggaran menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di Pekalongan.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, pembaca dapat merujuk langsung ke laporan resmi dari ANTARA sebagai sumber utama berita ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad