8 Juta Orang Ikut Aksi No Kings Protes Trump, Demonstrasi Terbesar di AS

Mar 29, 2026 - 08:40
 0  5
8 Juta Orang Ikut Aksi No Kings Protes Trump, Demonstrasi Terbesar di AS

Penyelenggara aksi protes 'No Kings' mengumumkan bahwa setidaknya 8 juta orang Amerika Serikat turut serta dalam demonstrasi besar-besaran yang digelar pada Sabtu (28/3) waktu AS. Aksi ini merupakan bentuk ekspresi kekecewaan publik terhadap kebijakan dan kepemimpinan Presiden Donald Trump yang kontroversial.

Ad
Ad

Aksi protes 'No Kings' berlangsung serentak di lebih dari 3.300 lokasi di seluruh 50 negara bagian, dari pantai timur hingga barat AS, termasuk kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, Chicago, dan bahkan komunitas kecil di Alaska. Penyelenggara menyebut angka ini meningkat signifikan dibandingkan demonstrasi terakhir pada Oktober 2025, dengan tambahan sekitar satu juta peserta dan ratusan lokasi baru.

Skala dan Lokasi Demonstrasi No Kings

Protes ini tersebar luas, mencakup wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis Partai Republik, seperti Texas, Florida, dan Ohio, yang masing-masing mencatat lebih dari 100 titik aksi. Negara bagian konservatif seperti Idaho, Wyoming, dan Utah juga tidak luput dari gelombang demonstrasi yang cukup besar.

  • Di Texas, ribuan orang berkumpul di Balai Kota Dallas, mendengarkan orasi yang mengkritik kebijakan Trump.
  • Di Georgia, demonstran memenuhi jalan menuju Jekyll Island dengan membawa bendera dan poster protes.
  • Florida mencatat aksi yang relatif kondusif meski sempat terjadi adu argumen antara pendukung dan penentang Trump di West Palm Beach.
  • Di Los Angeles, massa menampilkan balon raksasa bergambar Trump sebagai bayi, simbol sindiran yang viral.
  • Di San Francisco, ribuan orang berkumpul dengan spanduk bertuliskan 'No Kings'.
  • New York menjadi pusat aksi yang diikuti ribuan orang berjalan dari Midtown Manhattan sambil meneriakkan slogan anti-Trump dan anti-kebijakan pemerintah.

Partisipasi Tokoh dan Kelompok Masyarakat

Aksi ini juga diwarnai oleh kehadiran berbagai tokoh politik dan masyarakat sipil. Di Minnesota, Gubernur Tim Walz dan Senator Bernie Sanders terlihat hadir dan menyampaikan kritik terhadap kebijakan Trump, terutama terkait isu imigrasi dan politik nasional.

Selain itu, serikat pekerja juga aktif berpartisipasi. Sekretaris Bendahara American Federation of Teachers, Fedrick Ingram, menilai demonstrasi ini sebagai wadah penting bagi publik untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut perubahan.

"Amerika pernah melalui masa sulit sebelumnya. Kita pernah punya kebijakan buruk dan politisi yang buruk, tetapi kita selalu bisa bangkit dengan tetap bersatu," ujar Fedrick Ingram kepada CNN.

Reaksi dan Dampak Demonstrasi

Aksi protes ini menunjukkan adanya gelombang penolakan yang meluas terhadap pemerintahan Donald Trump, yang selama ini kerap menuai kontroversi atas kebijakan dalam dan luar negeri. Meskipun pemerintah AS belum mengeluarkan data resmi mengenai jumlah peserta, penyelenggara menegaskan bahwa jumlah tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah demonstrasi anti-pemerintahan Trump.

Menariknya, aksi ini tidak hanya terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis oposisi, tetapi juga merambah ke wilayah pendukung Trump, menandakan ketidakpuasan yang melintasi garis politik tradisional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, gelombang demonstrasi 'No Kings' yang mencapai skala hingga 8 juta peserta ini bukan hanya sekadar penolakan terhadap satu sosok pemimpin, tetapi cerminan dari ketegangan sosial dan politik yang mendalam di Amerika Serikat saat ini. Demonstrasi sebesar ini mengindikasikan rasa frustrasi yang meluas terhadap arah kebijakan nasional, khususnya yang berhubungan dengan isu-isu krusial seperti imigrasi, hak-hak sipil, dan kebijakan luar negeri.

Lebih jauh, fakta bahwa aksi protes merambah ke wilayah tradisional pendukung Partai Republik seperti Texas dan Florida menunjukkan potensi perubahan lanskap politik yang dapat berdampak pada pemilu mendatang. Ini juga menjadi peringatan bagi pemerintahan Trump bahwa dukungan publik tidak bisa dianggap remeh dan menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan responsif.

Ke depan, publik dan pengamat politik sebaiknya memantau bagaimana pemerintahan Trump merespons gelombang protes ini. Apakah akan ada perubahan kebijakan, dialog terbuka dengan masyarakat, atau justru memperkuat sikap keras yang berpotensi memperparah polarisasi nasional.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini mengenai aksi ini, kunjungi sumber resmi CNN Indonesia serta media berita internasional terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad