BPBD OKU Selatan Data 34 Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang

Mar 30, 2026 - 18:10
 0  6
BPBD OKU Selatan Data 34 Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, mencatat sebanyak 34 unit rumah warga terdampak banjir bandang yang melanda Desa Simpang Sender Utara, pada Sabtu (28/3). Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Selatan, Heri Pramono, saat dihubungi dari Baturaja, Senin.

Ad
Ad

Menurut Heri Pramono, dari 34 rumah yang terdampak, satu unit rumah dilaporkan hilang terbawa arus banjir bandang. Meski demikian, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Selain banjir, dua rumah di Dusun Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, juga tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi bersamaan.

Dampak Banjir Bandang di OKU Selatan

Bencana tersebut mengakibatkan sebanyak 97 jiwa terdampak langsung. Mendapati laporan dari masyarakat, pihak BPBD bergerak cepat melakukan evakuasi untuk mengantisipasi korban jiwa dan membantu warga yang terdampak.

Tim Satgas Banser juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu membersihkan material banjir dan tanah longsor agar aktivitas warga bisa segera kembali normal. Heri Pramono menambahkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan langkah pendistribusian bantuan logistik sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Langkah Penanganan dan Imbauan Waspada

  • Evakuasi warga terdampak untuk mengurangi risiko korban jiwa
  • Membersihkan sisa material banjir dan tanah longsor oleh tim relawan
  • Penyiapan bantuan logistik oleh Pemkab OKU Selatan untuk korban
  • Pendirian tenda pengungsian sebagai tempat sementara bagi warga terdampak

Heri juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan yang mungkin terjadi akibat curah hujan tinggi yang masih berlanjut di wilayah OKU Selatan.

"Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di OKU Selatan yang dapat memicu bencana susulan, sehingga harus diwaspadai bersama," ujar Heri Pramono.

Situasi ini menuntut kesiapsiagaan warga dan pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif dari bencana alam yang tidak terduga. Upaya mitigasi dan penanggulangan bencana harus terus diperkuat agar kerugian bisa diminimalisasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir bandang di OKU Selatan ini kembali menegaskan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana di daerah rawan bencana alam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, hilangnya satu rumah dan tertimbunnya dua rumah akibat tanah longsor menunjukkan potensi kerusakan yang cukup signifikan.

Faktor curah hujan tinggi yang masih berlangsung menambah risiko terjadinya bencana susulan. Oleh karena itu, koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat perlu diperkuat, termasuk sosialisasi kesiapsiagaan serta pelatihan mitigasi bencana. Ke depan, pengelolaan lingkungan seperti penghijauan dan penguatan struktur tanah juga harus menjadi perhatian untuk mengurangi risiko longsor dan banjir bandang.

Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari aparat berwenang. Selain itu, perkembangan situasi banjir bandang ini perlu terus dipantau untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat sasaran. Informasi lebih lengkap dapat dilihat langsung pada laporan resmi ANTARA News dan update dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dengan langkah cepat dan sinergi antara semua pihak, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisasi serta proses pemulihan masyarakat yang terdampak dapat berjalan lancar dan efektif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad