Tanda-Tanda Awal Penyakit Ginjal: Urine Berbuih hingga Kerap Pipis Malam Hari
Penyakit ginjal tahap awal seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak orang tidak sadar bahwa fungsi ginjal mereka mulai menurun. Padahal, mengenali tanda-tanda awal sangat penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah di kemudian hari.
Tanda-Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Menurut dr. Pujiwati, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi dari RS EMC Pulomas, gejala pada tahap awal penyakit ginjal memang sangat sulit dirasakan. "Pada saat ginjal terganggu tahap awal, gejala sangat tidak terasa. Itu yang bahaya," ujarnya dalam acara Healthy Monday bersama EMC Healthcare.
Meski begitu, tubuh sebenarnya sudah memberikan sinyal, hanya saja sering kali dianggap biasa. Berikut beberapa tanda awal yang mungkin mengindikasikan adanya masalah ginjal:
- Sering Kencing di Malam Hari
Meski asupan cairan sama seperti biasanya, frekuensi buang air kecil di malam hari meningkat dan bisa sampai terbangun berkali-kali. Ini terjadi karena ginjal mulai kehilangan kemampuan menyeimbangkan cairan tubuh, sehingga lebih banyak urine diproduksi saat malam hari. - Urine Berbuih atau Keruh
Perhatikan saat buang air kecil, jika urine tampak berbuih, keruh, atau bahkan disertai darah, ini bisa menjadi tanda adanya kerusakan pada ginjal yang menyebabkan protein bocor ke urine. - Hipertensi pada Usia Muda
Tekanan darah tinggi pada orang muda jarang terjadi. Jika ditemukan hipertensi pada usia muda, kemungkinan ada gangguan ginjal yang mendasarinya. Hal ini disampaikan dr. Pujiwati yang menamatkan subspesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Gejala Penyakit Ginjal Tahap Lanjut
Bila penyakit ginjal sudah memasuki tahap lanjut, gejala akan lebih jelas dan mengganggu, seperti:
- Muka bengkak akibat retensi cairan
- Sering kram otot
- Gatal-gatal pada kulit karena penumpukan produk limbah yang tidak terbuang dengan baik
- Kaki bengkak, mual, dan muntah
- Paru-paru terendam air (efusi pleura), kondisi serius yang menunjukkan gagal ginjal lanjut
"Gatal pada kulit itu karena produk sampah tubuh tidak terbuang dengan baik," jelas dr. Pujiwati.
Kapan Harus Melakukan Skrining Fungsi Ginjal?
Karena sulitnya mendeteksi penyakit ginjal di tahap awal, skrining fungsi ginjal menjadi sangat penting. dr. Mochamad Sri Herlambang, spesialis urologi dari RS EMC Tangerang, menyarankan pemeriksaan terutama bagi kelompok berisiko, yaitu:
- Orang dengan riwayat keluarga penyakit ginjal seperti batu ginjal
- Penderita diabetes dan hipertensi yang merupakan faktor risiko utama gangguan ginjal
- Mereka yang sering mengeluhkan nyeri pinggang, yang perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti CT Scan untuk mengetahui penyebabnya
- Orang berusia di atas 50 tahun yang disarankan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal minimal setiap 6 bulan sekali
Menurut dr. Gilang, sapaan akrab dr. Mochamad Sri Herlambang, pemeriksaan rutin ini dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, fakta bahwa penyakit ginjal tahap awal hampir tanpa gejala merupakan tantangan besar dalam upaya pencegahan dan penanganan. Banyak masyarakat yang baru menyadari ketika sudah memasuki tahap lanjut, ketika kerusakan ginjal sudah parah dan penanganan menjadi lebih kompleks dan mahal.
Oleh karena itu, edukasi publik mengenai tanda-tanda awal ginjal dan pentingnya skrining rutin sangat krusial. Terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan riwayat keluarga. Pemeriksaan rutin tidak hanya membantu pasien menjaga kesehatan ginjal, tapi juga mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan.
Ke depan, upaya pemerintah dan lembaga kesehatan harus fokus pada peningkatan kesadaran dan kemudahan akses skrining ginjal, termasuk melalui inovasi layanan kesehatan digital dan kampanye kesehatan yang intensif. Ini akan menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka gagal ginjal kronis di Indonesia.
Untuk informasi lebih lengkap dan update seputar penyakit ginjal, bisa diakses melalui sumber resmi seperti Liputan6 Health dan laman Kementerian Kesehatan RI.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0