Diet Mediterania Turunkan Risiko Stroke Hingga 25 Persen, Ini Penjelasannya

Apr 1, 2026 - 01:40
 0  4
Diet Mediterania Turunkan Risiko Stroke Hingga 25 Persen, Ini Penjelasannya

Diet Mediterania ternyata bukan hanya sekadar gaya hidup sehat, tetapi juga memiliki efek signifikan dalam mengurangi risiko stroke. Berdasarkan studi terbaru yang berlangsung selama 21 tahun, pola makan ini mampu menurunkan risiko stroke hingga 25 persen. Penelitian ini memberikan harapan baru dalam pencegahan penyakit stroke yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.

Ad
Ad

Apa Itu Diet Mediterania dan Mengapa Efektif?

Diet Mediterania adalah pola makan yang menekankan konsumsi makanan nabati seperti sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta menggunakan minyak zaitun ekstra virgin sebagai sumber utama lemak sehat. Daging merah dikonsumsi dalam porsi terbatas, sementara ikan dan daging unggas menjadi pilihan protein yang lebih utama. Selain itu, makanan dan minuman manis maupun produk olahan seperti mentega dihindari dalam diet ini.

Gaya makan ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat di wilayah Mediterania pada pertengahan abad ke-20 dan telah lama dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner. Kini, penelitian terbaru memperkuat manfaat diet ini untuk pencegahan stroke.

Detail Penelitian Selama Dua Dekade

Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Amerika Serikat dan Yunani ini melibatkan 105.614 perempuan di California dengan usia rata-rata 53 tahun tanpa riwayat stroke pada awal studi. Para peserta diberi skor antara 0 hingga 9 berdasarkan seberapa ketat mereka menerapkan diet Mediterania.

  1. 30 persen peserta mendapatkan skor 6-9 (kelompok tertinggi penerapan diet)
  2. 13 persen peserta mendapat skor 0-2 (kelompok terendah)
  3. Sisanya berada di tengah-tengah

Setelah dipantau selama rata-rata 21 tahun, kelompok dengan skor tertinggi memiliki risiko stroke lebih rendah: 18 persen lebih rendah dibanding kelompok terendah. Secara rinci, risiko stroke iskemik menurun sebesar 16 persen dan stroke hemoragik turun hingga 25 persen.

Penyesuaian juga dilakukan terhadap faktor risiko lain seperti kebiasaan merokok, aktivitas fisik, dan tekanan darah tinggi, sehingga hasil ini menunjukkan keterkaitan kuat antara diet Mediterania dan penurunan risiko stroke.

Stroke Hemoragik dan Harapan Baru

Stroke hemoragik disebabkan oleh pendarahan di otak dan dikenal lebih berbahaya dibanding stroke iskemik yang terjadi akibat sumbatan aliran darah. Menurut Sophia Wang, penulis utama penelitian, temuan ini sangat penting karena memberikan secercah harapan untuk mencegah stroke hemoragik yang selama ini kurang banyak diteliti.

"Temuan kami mendukung makin banyaknya bukti bahwa diet sehat sangat penting untuk pencegahan stroke," kata Wang seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Juliet Bouverie, kepala eksekutif Stroke Association, menambahkan bahwa studi ini membuka peluang besar untuk mengurangi kemungkinan stroke, terutama stroke hemoragik yang lebih jarang namun lebih parah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hasil studi ini menegaskan pentingnya penerapan pola makan sehat sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit kronis, khususnya stroke. Dengan prevalensi stroke yang masih tinggi di Indonesia dan dunia, diet Mediterania bisa menjadi alternatif yang praktis dan efektif untuk menekan angka kejadian stroke tanpa ketergantungan obat-obatan.

Sementara studi ini fokus pada perempuan, ke depan penting untuk melakukan penelitian yang lebih inklusif terhadap populasi pria dan kelompok usia yang lebih luas guna memperkuat rekomendasi ini. Selain itu, edukasi publik tentang manfaat konkret dari diet Mediterania harus ditingkatkan agar masyarakat lebih termotivasi mengadopsi pola makan ini.

Ke depan, penelitian lebih lanjut yang menguak mekanisme biologis di balik perlindungan diet Mediterania terhadap stroke akan membuka jalan bagi pengembangan terapi atau intervensi nutrisi baru. Oleh karena itu, pembaca disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan riset dan menerapkan pola makan sehat sebagai langkah preventif utama.

Dengan semakin banyak bukti yang mendukung, diet Mediterania bukan hanya tren kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko stroke.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad