Trump Klaim Perang dengan Iran Akan Berakhir dalam 2-3 Minggu Tanpa Kesepakatan

Apr 1, 2026 - 07:50
 0  3
Trump Klaim Perang dengan Iran Akan Berakhir dalam 2-3 Minggu Tanpa Kesepakatan

Jakarta, CNN Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa perang AS dengan Iran akan berhenti dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Oval Office pada Selasa (31/3), yang sekaligus menegaskan bahwa konflik tersebut akan berakhir tanpa harus ada kesepakatan resmi antara kedua negara.

Ad
Ad

Trump: Perang Berakhir Tanpa Kesepakatan

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa AS sedang menyelesaikan pekerjaan di Iran dan yakin situasi akan terkendali dalam waktu singkat. Ia menyatakan,

"Kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya rasa mungkin dalam waktu dua atau tiga minggu,"

Trump juga menambahkan bahwa Iran tidak perlu membuat kesepakatan dengannya agar perang ini berakhir.

"Mereka (Iran) tidak perlu membuat kesepakatan dengan saya,"

Menurut dia, tujuan utama AS bukanlah mencapai perjanjian, melainkan memastikan Iran "kembali ke zaman batu" sehingga tidak mampu mengembangkan senjata nuklir.

"Ketika kami merasa bahwa mereka, untuk jangka waktu yang lama, terperangkap di zaman batu dan mereka tidak akan mampu menciptakan senjata nuklir, maka kami akan pergi,"

"Terlepas dari apakah kami mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan," tambah Trump.

Dampak Perang terhadap Harga Minyak Dunia

Perang yang meletus sejak 28 Februari 2026 ini telah memicu lonjakan harga minyak dunia yang sempat menembus lebih dari US$100 per barel. Saat ditanya mengenai dampak konflik terhadap pasar energi global, Trump meyakinkan bahwa krisis tersebut akan mereda apabila AS memutuskan untuk menarik pasukannya dari Iran.

Namun, sebelum menarik diri, Trump menegaskan perlu memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi keamanan nasional AS.

Kritik Trump terhadap Sekutu AS soal Selat Hormuz

Trump juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap negara-negara Barat yang menolak membantu AS mengawal jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang menjadi titik vital pengiriman minyak dunia.

Ia menyatakan bahwa AS tidak lagi peduli jika negara-negara sekutunya mengalami kesulitan mendapatkan minyak dari Timur Tengah.

"Apa yang terjadi dengan selat itu, kami tidak akan ikut campur, karena negara-negara ini, China, China akan maju dan mereka akan mengisi bahan bakar kapal-kapal indah mereka. Mereka akan mengurus diri mereka sendiri. Tidak ada alasan untuk kami membantu mereka,"

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump dengan tegas menyatakan bahwa AS tidak akan membantu negara-negara sekutu yang tidak pernah membantu AS saat dibutuhkan.

"Amerika Serikat tidak akan ada lagi untuk membantu Anda, sama seperti Anda tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya sudah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Sekarang cari minyak Anda sendiri!"

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, klaim Trump yang menyebut perang dengan Iran akan berakhir dalam 2-3 minggu tanpa kesepakatan adalah langkah politik yang penuh risiko. Pernyataan ini bisa jadi bertujuan untuk meredakan kekhawatiran pasar global dan meningkatkan citra Trump jelang pemilu 2026. Namun, konflik dengan Iran merupakan isu kompleks yang telah berlangsung bertahun-tahun dan melibatkan banyak aktor regional dan internasional.

Selain itu, sikap Trump yang menolak membantu sekutu di Selat Hormuz berpotensi menggeser kekuatan geostrategis di kawasan, membuka peluang bagi China dan negara lain untuk mengambil alih peran pengawal jalur energi global. Ini bisa berdampak jangka panjang pada posisi AS di Timur Tengah dan dunia.

Ke depan, publik dan pengamat internasional perlu mengawasi perkembangan negosiasi serta dinamika militer di kawasan secara cermat. Bagaimana reaksi Iran dan negara-negara sekutu AS juga akan menentukan apakah klaim berakhirnya perang dalam waktu singkat benar-benar terealisasi.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini terkait perkembangan konflik ini, kunjungi sumber asli di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad