RI Sampaikan Duka dan Kemarahan atas Tewasnya 3 TNI di UNIFIL di Hadapan Israel

Apr 1, 2026 - 08:34
 0  2
RI Sampaikan Duka dan Kemarahan atas Tewasnya 3 TNI di UNIFIL di Hadapan Israel

Jakarta, CNN Indonesia – Wakil Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Umar Hadi, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kemarahan lebih dari 285 juta warga Indonesia atas tewasnya tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di pasukan perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ad
Ad

Pernyataan tersebut diungkapkan Umar Hadi dalam pidatonya pada rapat darurat Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026, di mana perwakilan tetap Israel untuk PBB, Danny Danon, juga hadir. Pidato ini menjadi momen penting karena disampaikannya langsung di hadapan delegasi Israel sebagai bentuk protes keras Indonesia terhadap serangan yang mengakibatkan hilangnya nyawa anggota TNI.

"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan rasa duka cita, kemarahan, dan frustrasi lebih dari 285 juta penduduk Indonesia," ujar Umar yang pidatonya disiarkan di kanal YouTube resmi PBB.

Umar menyakini bahwa perasaan duka dan kemarahan ini tidak hanya dirasakan oleh rakyat Indonesia, tetapi juga oleh masyarakat internasional secara luas.

Mengenang Tiga Prajurit TNI yang Gugur

Dalam kesempatan itu, Umar Hadi secara khusus mengenang ketiga prajurit yang gugur akibat serangan tersebut. Ia menyebutkan nama-nama mereka dengan penuh hormat di ruang sidang Dewan Keamanan:

  • Zulmi Aditya Iskandar, Kapten Infanteri, 33 tahun
  • Muhammad Nur Ichwan, Sersan Satu, 25 tahun
  • Farizal Rhomadhon, Kopral, 27 tahun

Farizal bertugas di pos Indonesia di Ashid Al-Khuzair, sedangkan Zulmi dan Ichwan tewas dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal saat memberikan dukungan logistik di daerah Bani Hayyan, Lebanon Selatan.

Serangan Mematikan dalam Dua Hari Berturut-turut

Kejadian tragis ini terjadi dalam kurun waktu hanya dua hari. Pada 29 Maret 2026, Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr. Keesokan harinya, dua anggota TNI lainnya, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan, tewas setelah ledakan di dekat Bani Hayyan.

Umar Hadi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menerima pembunuhan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang selama ini berkontribusi menjaga stabilitas di wilayah konflik.

"Indonesia mengutuk keras serangan keji terhadap para pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026," tegas Umar dalam rapat tersebut.

Dukungan dan Belasungkawa Internasional

Selain menyampaikan duka dan kecaman, Umar Hadi juga menyampaikan apresiasi atas banyaknya pernyataan belasungkawa dan dukungan dari komunitas internasional yang menyatakan solidaritas terhadap Indonesia dan keluarga prajurit yang gugur.

Peristiwa ini menjadi sorotan dunia dan memicu diskusi serius di Dewan Keamanan PBB mengenai perlindungan pasukan perdamaian di zona konflik, khususnya di Lebanon Selatan yang masih rawan ketegangan antara Israel dan kelompok militan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan keras Wakil Tetap RI di PBB ini bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap prajurit yang gugur, melainkan juga sinyal diplomatik kuat bahwa Indonesia menolak segala bentuk kekerasan terhadap pasukan perdamaian yang menjalankan mandat internasional. Langkah tegas ini dapat meningkatkan tekanan politik terhadap Israel dalam forum internasional untuk menghormati aturan perang dan perlindungan terhadap personel PBB.

Selain itu, kemarahan lebih dari 285 juta warga Indonesia mencerminkan kepedulian nasional yang tinggi terhadap tugas perdamaian dunia yang diemban TNI. Imbasnya, pemerintah Indonesia kemungkinan akan memperkuat diplomasi multilateralnya sekaligus mengevaluasi keamanan pasukan di lapangan.

Ke depan, penting untuk mengawasi perkembangan kebijakan Dewan Keamanan PBB terkait perlindungan pasukan perdamaian dan bagaimana negara-negara anggota, termasuk Israel, merespon tuntutan keadilan dan keamanan personel UNIFIL. Indonesia harus tetap konsisten mengawal isu ini agar tindakan kekerasan tidak terulang kembali.

Untuk informasi lebih lengkap dan laporan resmi rapat Dewan Keamanan PBB, Anda dapat mengunjungi sumber berita asli di CNN Indonesia dan juga pengumuman resmi PBB.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad