Net Sell Asing Makin Besar: Ini 10 Saham Paling Banyak Dijual Kemarin

Apr 1, 2026 - 09:40
 0  5
Net Sell Asing Makin Besar: Ini 10 Saham Paling Banyak Dijual Kemarin

Investor asing melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,28 triliun pada perdagangan saham Selasa (31/3/2026), meningkat signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat Rp686 miliar. Fenomena ini menunjukkan tekanan jual asing yang makin besar di pasar modal Indonesia, khususnya pada saham-saham unggulan sektor perbankan dan komoditas.

Ad
Ad

Tekanan Jual Asing pada Saham Big Caps

Aksi jual asing yang terus meningkat ini terutama menargetkan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp290,2 miliar. Diikuti oleh saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp118 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) senilai Rp110 miliar.

Saham lain yang mengalami tekanan jual asing signifikan termasuk PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Data Lengkap 10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp290,2 miliar
  2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp118 miliar
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp110 miliar
  4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp88,1 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp73,7 miliar
  6. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Rp66,9 miliar
  7. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Rp55 miliar
  8. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp51,4 miliar
  9. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) – Rp46,3 miliar
  10. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – Rp42 miliar

Pergerakan IHSG dan Volatilitas Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah, turun 0,61% atau 43,45 poin ke level 7.048,22. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 270 saham naik, 435 turun, dan 253 stagnan. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp14,92 triliun dengan volume 25,73 miliar saham dalam 1,72 juta kali transaksi.

Sepanjang hari, IHSG bergerak sangat volatil. Indeks sempat menguat di awal perdagangan namun kemudian terperosok ke zona merah dan menutup sesi pertama dengan koreksi. Sektor utilitas, energi, dan industri menjadi yang paling terdampak koreksi, ditengarai oleh tekanan pada saham-saham seperti Barito Renewables Energy (BREN), Bayan Resources (BYAN), dan Energi Mega Persada (ENRG).

Faktor Penyebab dan Implikasi Tekanan Jual Asing

Aksi net sell asing yang meningkat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global dan domestik, termasuk sentimen pasar terhadap sektor perbankan dan komoditas yang sering kali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan harga komoditas dunia. Investor asing biasanya melakukan rotasi portofolio ketika menghadapi ketidakpastian pasar, sehingga mereka melepas saham yang dianggap berisiko untuk mencari aset yang lebih aman.

Nilai transaksi asing yang mencapai Rp13,23 triliun dengan pembelian asing Rp5,97 triliun dan penjualan Rp7,25 triliun menunjukkan dinamika jual beli yang cukup aktif, meskipun tekanan jual masih dominan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peningkatan net sell asing sebesar Rp1,28 triliun ini menandakan adanya kekhawatiran investor global terhadap kondisi pasar modal Indonesia saat ini. Fokus pada saham perbankan dan komoditas bukan tanpa alasan, mengingat kedua sektor ini sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi makro, suku bunga, serta harga komoditas internasional.

Kondisi ini bisa menjadi sinyal bagi pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam melakukan investasi, terutama dalam memilih saham big caps yang selama ini menjadi primadona investor asing. Rotasi portofolio asing berpotensi memperburuk volatilitas pasar dalam jangka pendek, sehingga investor domestik perlu waspada terhadap potensi penurunan harga saham yang signifikan.

Ke depan, penting untuk memantau kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menstabilkan ekonomi serta langkah korporasi dalam menjaga kinerja supaya dapat menarik kembali minat investor asing. Untuk informasi terbaru dan analisis mendalam, terus ikuti perkembangan pasar melalui sumber terpercaya seperti CNBC Indonesia dan portal pasar modal terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad