Salesforce Luncurkan Slack dengan 30 Fitur AI Baru yang Revolusioner

Apr 1, 2026 - 10:40
 0  3
Salesforce Luncurkan Slack dengan 30 Fitur AI Baru yang Revolusioner

Salesforce, raksasa perangkat lunak berbasis cloud, kembali menghadirkan inovasi dengan mengumumkan pembaruan besar pada platform kolaborasi bisnis mereka, Slack. Pada acara kecil di San Francisco, CEO Salesforce Marc Benioff bersama timnya memperkenalkan pembaruan terbaru yang sarat dengan teknologi artificial intelligence (AI), termasuk 30 fitur baru yang akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.

Ad
Ad

Pembaruan Revolusioner di Slackbot

Pembaruan ini menandai evolusi signifikan pada Slackbot, agen AI yang terintegrasi di dalam Slack. Sejak pembaruan sebelumnya pada Januari yang memberikan kemampuan Slackbot untuk mengelola email, menjadwalkan rapat, dan mencari informasi spesifik dalam inbox, kini Salesforce melangkah lebih jauh.

Salah satu fitur paling menonjol adalah reusable AI-skills atau kemampuan AI yang dapat digunakan ulang. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan tugas tertentu yang dapat diaktifkan dalam berbagai konteks berbeda. Salesforce juga menyediakan perpustakaan AI-skills bawaan, namun pengguna dapat membuat versi kustom sesuai kebutuhan mereka.

Misalnya, pengguna dapat memerintahkan Slackbot dengan perintah sederhana seperti “buat anggaran” untuk suatu acara. Slackbot kemudian secara otomatis akan mengumpulkan data terkait dari berbagai saluran Slack perusahaan, aplikasi terhubung, hingga sumber data lain, untuk menyusun rencana yang dapat langsung ditindaklanjuti. Selanjutnya, Slackbot akan menjadwalkan rapat dan mengundang pegawai yang relevan berdasarkan jabatan mereka.

Integrasi Model Context Protocol dan Agentforce

Slackbot kini juga berfungsi sebagai klien Model Context Protocol (MCP), yang memungkinkan koneksi dan koordinasi dengan layanan luar dan alat lain. Salah satu integrasi penting adalah dengan Agentforce, platform pengembangan agen AI milik Salesforce yang diluncurkan pada 2024.

Melalui integrasi ini, Slackbot dapat mengarahkan pekerjaan atau mengajukan pertanyaan ke Agentforce atau agen/aplikasi lain di perusahaan, menemukan jalur informasi yang paling relevan dan efisien tanpa perlu campur tangan manusia.

Fitur Tambahan yang Meningkatkan Produktivitas

Menurut Rob Seaman, CEO interim Slack sekaligus mantan kepala produk, Slackbot kini mampu merekam dan meringkas hasil rapat. Peserta rapat yang melewatkan pembahasan penting cukup meminta ringkasan yang mencakup poin-poin aksi yang harus mereka kerjakan.

Selain beroperasi di dalam Slack, Slackbot juga dapat memantau aktivitas desktop pengguna seperti kesepakatan bisnis, percakapan, kalender, dan kebiasaan kerja. Berdasarkan konteks ini, Slackbot memberikan saran yang dapat ditindaklanjuti atau membuat draft tindak lanjut otomatis untuk tugas-tugas penting. Salesforce memastikan bahwa perlindungan privasi terintegrasi dalam desain ini, dan pengguna dapat mengatur izin sesuai keinginan mereka.

Transformasi Slack sebagai Platform Bisnis Multifungsi

Marc Benioff menyatakan bahwa perjalanan lima tahun sejak akuisisi Slack oleh Salesforce telah menghasilkan pertumbuhan pendapatan hingga dua setengah kali lipat. Dengan lebih dari satu juta bisnis yang menggunakan Slack, pembaruan ini bertujuan memperluas fungsi Slack dari sekadar alat komunikasi menjadi platform bisnis yang mampu menangani berbagai tugas penting secara lebih luas.

Dengan memasukkan fitur-fitur AI yang canggih, Salesforce berharap Slack menjadi bagian yang tak tergantikan dalam proses bisnis inti perusahaan-perusahaan pengguna.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Salesforce ini menandai game-changer dalam evolusi platform kolaborasi digital. Dengan mengintegrasikan AI yang mampu memahami konteks kompleks dan mengotomatisasi tugas sehari-hari, Slack berpotensi mengurangi beban kerja manual dan meningkatkan efisiensi tim secara signifikan.

Namun, integrasi pengawasan aktivitas desktop dan data pribadi pengguna juga membuka diskusi penting tentang privasi dan keamanan data. Meskipun Salesforce menegaskan adanya fitur pengaturan izin, perusahaan harus transparan dan bertanggung jawab menjaga kepercayaan penggunanya.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana adopsi fitur-fitur ini akan mempengaruhi budaya kerja dan keseimbangan antara otomatisasi dengan sentuhan manusia dalam komunikasi bisnis. Selain itu, pesaing seperti Microsoft Teams juga kemungkinan akan merespons inovasi ini dengan peningkatan fitur serupa, sehingga persaingan di ranah platform kolaborasi bisnis akan semakin ketat.

Untuk informasi lebih lengkap dan pembaruan terbaru mengenai teknologi AI dan bisnis, Anda bisa membaca langsung sumber aslinya di TechCrunch.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad