Asing Borong Saham Indofood dan Mandiri di Tengah IHSG yang Melemah
Di tengah tekanan jual di pasar saham Indonesia, investor asing justru melakukan akumulasi saham signifikan pada perdagangan Selasa (31/3/2026). Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,61%, tercatat sejumlah saham unggulan yang diborong oleh asing dengan nilai beli bersih yang cukup besar.
Investor Asing Fokus pada Saham Blue Chip dan Sektor Konsumer
Data transaksi memperlihatkan bahwa PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi saham paling diminati oleh investor asing dengan nilai net foreign buy mencapai Rp62,5 miliar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi incaran dengan nilai pembelian bersih sebesar Rp39,3 miliar. Selain itu, saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) juga mendapat perhatian asing dengan nilai Rp25,4 miliar.
Tak hanya itu, saham-saham lain seperti PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turut masuk dalam radar beli investor asing. Berikut adalah 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan tersebut:
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp62,5 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp39,3 miliar
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) - Rp25,4 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp23,5 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Rp22,5 miliar
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) - Rp19,4 miliar
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp16,6 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Rp16,6 miliar
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) - Rp14,8 miliar
- PT Star Pacific Tbk (STAR) - Rp13,8 miliar
IHSG Melemah dengan Volatilitas Tinggi
Walaupun ada akumulasi di beberapa saham, secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan net sell harian sebesar Rp1,28 triliun. Hal ini menunjukkan tekanan jual yang cukup besar di pasar saham domestik.
IHSG ditutup melemah 43,45 poin (-0,61%) ke level 7.048,22. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 270 saham naik, 435 saham turun, dan 253 saham tidak bergerak. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp14,92 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 25,73 miliar saham melalui 1,72 juta kali transaksi.
Sepanjang hari perdagangan, IHSG menunjukkan volatilitas cukup tinggi. Indeks sempat dibuka di zona hijau, namun kemudian berbalik melemah dan menutup sesi pertama di zona merah. Sektor-sektor utama yang menjadi penekan IHSG adalah utilitas, energi, dan industri, terutama saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Faktor dan Implikasi di Balik Aksi Asing
Menurut pengamatan pasar, aksi beli asing pada saham-saham seperti Indofood dan Mandiri menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan besar di tengah ketidakpastian pasar. Langkah ini terkesan sebagai strategi akumulasi jangka panjang yang memanfaatkan tekanan pasar saat ini.
Namun, tekanan jual besar secara keseluruhan memperlihatkan bahwa sentimen pasar masih berat, dipengaruhi oleh faktor global dan domestik yang memicu kekhawatiran investor.
Untuk analisis lebih lengkap dan informasi pasar terkini, Anda dapat melihat laporan lengkap di CNBC Indonesia.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, aksi beli asing pada saham-saham blue chip seperti Indofood dan Bank Mandiri menunjukkan adanya keyakinan investor institusi terhadap daya tahan korporasi besar di tengah tekanan pasar. Ini bisa menjadi indikasi bahwa meskipun pasar sedang labil, ada optimisme terhadap prospek jangka menengah hingga panjang.
Namun, fakta bahwa secara agregat investor asing masih melakukan net sell besar menyiratkan bahwa ketidakpastian pasar masih tinggi dan sentimen negatif mendominasi. Fluktuasi ini patut diwaspadai oleh para investor ritel karena volatilitas IHSG diperkirakan akan berlanjut seiring dinamika ekonomi global dan domestik.
Ke depan, penting untuk memperhatikan sentimen global, kebijakan moneter, serta data ekonomi yang akan dirilis, karena faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh pada pergerakan IHSG dan aktivitas investor asing. Investor disarankan tetap selektif dan mengutamakan saham dengan fundamental kuat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0