Mahasiswa di China Sewa Kacamata Pintar untuk Menyontek Ujian, Ini Faktanya

Apr 1, 2026 - 11:50
 0  2
Mahasiswa di China Sewa Kacamata Pintar untuk Menyontek Ujian, Ini Faktanya

Kacamata pintar kini bukan hanya alat untuk hiburan atau kegiatan sehari-hari, tetapi juga menjadi senjata baru bagi mahasiswa di China untuk menyontek ujian. Fenomena ini terungkap ketika seorang mahasiswa yang menggunakan nama Vivian mengaku memakai Rokid AI glasses untuk memindai soal ujian dan menampilkan jawabannya secara real-time pada layar kacamata mereka.

Ad
Ad

Kacamata Pintar dan Peran AI dalam Dunia Pendidikan

Teknologi kacamata pintar mendapat dorongan besar berkat kemajuan kecerdasan buatan (AI). Alat ini tidak hanya dapat menangkap gambar dan merekam video, tapi juga mampu menganalisis lingkungan sekitar, menerjemahkan tanda jalan, memberikan petunjuk arah, hingga membaca skrip saat presentasi.

Rokid AI dan produk sejenis seperti Meta Ray-Ban Display memang menawarkan fitur layar terintegrasi yang memudahkan pengguna menerima informasi secara rahasia. Namun, harga tinggi kacamata pintar membuat banyak konsumen di China memilih untuk menyewa lewat platform pasar barang bekas seperti Xianyu, dengan biaya sekitar $6 hingga $12 per hari tergantung model yang disewa.

Bisnis Sewa Kacamata Pintar untuk Menyontek

Vivian bukan satu-satunya yang memanfaatkan teknologi ini. Ia mengubah penggunaan kacamata pintarnya menjadi peluang bisnis dengan menyewakannya kepada teman-teman kampus. Menurut laporan Futurism, seorang pebisnis di Shenzhen bernama Ke Changsi juga menyewakan kacamata pintar dari merek Rokid dan Quark.

Kacamata ini dilengkapi dengan pengontrol kecil berbentuk cincin yang memungkinkan pengguna mengakses jawaban secara diam-diam, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. Praktik ini menciptakan tantangan baru bagi otoritas pendidikan di China.

Respons Pendidikan dan Larangan Penggunaan Kacamata Pintar

Pemerintah China telah mulai merespons tren ini dengan melarang penggunaan perangkat kacamata pintar dalam ujian masuk perguruan tinggi dan ujian pegawai negeri sipil. Namun, banyak guru dan pihak sekolah belum sepenuhnya menyadari bahaya dan modus baru ini karena kacamata pintar secara visual hampir sama dengan kacamata biasa.

Namun, teknologi ini masih memiliki keterbatasan. Kacamata pintar umumnya lebih berat dibandingkan kacamata biasa dan memiliki daya tahan baterai yang kurang optimal, sehingga harus sering diisi ulang. Ini belum termasuk risiko ketahuan jika dipakai secara mencolok selama ujian.

Eksperimen dan Dampak Kacamata Pintar untuk Menyontek

Di Hong Kong University of Science and Technology, sebuah eksperimen menggabungkan model bahasa AI GPT-5.2 dari OpenAI ke dalam kacamata Rokid. Seorang mahasiswa yang memakainya selama minggu ujian akhir berhasil meraih skor 92,5, menduduki peringkat lima besar di kelas jaringan komunikasi komputer.

Temuan ini menunjukkan potensi kacamata pintar yang didukung AI sebagai alat bantu ujian yang sangat efektif, walau kontroversial.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena penggunaan kacamata pintar untuk menyontek bukan sekadar masalah teknis atau etika ujian, tetapi juga mencerminkan perkembangan teknologi yang sulit dikendalikan oleh regulasi pendidikan saat ini. Ini menimbulkan tantangan serius bagi integritas akademik di era digital.

Larangan resmi memang langkah yang tepat, namun pelaksanaannya harus didukung dengan edukasi dan pengawasan lebih ketat. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan teknologi deteksi yang mampu membedakan kacamata pintar dengan kacamata biasa agar pencegahan kecurangan bisa lebih efektif.

Ke depan, institusi pendidikan harus menyesuaikan metode evaluasi dan pengawasan ujian agar tidak mudah dikelabui oleh teknologi baru. Perubahan ini juga menjadi peringatan bagi dunia pendidikan global yang menghadapi tantangan serupa.

Kesimpulan

Penggunaan kacamata pintar di dunia pendidikan, khususnya untuk menyontek ujian, adalah contoh bagaimana teknologi canggih dapat disalahgunakan. Meskipun bermanfaat untuk banyak aspek kehidupan, kacamata pintar kini menjadi alat kontroversial yang harus diatur dengan bijak agar tidak merusak sistem pendidikan. Terus ikuti perkembangan teknologi dan aturan terbaru di bidang pendidikan untuk memahami bagaimana negara-negara mengatasi masalah ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad