Visa Luncurkan 6 Alat AI Baru untuk Permudah Proses Sengketa Transaksi

Apr 1, 2026 - 21:00
 0  3
Visa Luncurkan 6 Alat AI Baru untuk Permudah Proses Sengketa Transaksi

Visa baru saja meluncurkan enam alat baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memodernisasi dan menyederhanakan proses sengketa transaksi kartu kredit. Langkah ini diumumkan perusahaan secara eksklusif kepada CNBC sebagai bagian dari upaya besar dalam mengatasi tantangan sistem sengketa yang selama ini dianggap ketinggalan zaman dan penuh dengan proses manual.

Ad
Ad

Peran Alat AI dalam Mengelola Sengketa Transaksi

Menurut Andrew Torre, Presiden Layanan Bernilai Tambah Visa, proses sengketa yang terjadi saat ini masih banyak menggunakan sistem back-office yang bersifat manual. Hal ini menyebabkan biaya yang tinggi dan frustrasi bagi semua pihak yang terlibat, termasuk merchant, penerbit kartu (issuer), dan pengakuisisi (acquirer).

"Beberapa tantangan utama adalah sistem belakang yang masih banyak manual. Kami benar-benar harus berpikir berbeda bagaimana cara mengelolanya secara skala besar," ujar Torre.

Visa mencatat bahwa pada tahun 2025, mereka memproses lebih dari 106 juta sengketa transaksi secara global, meningkat sebesar 35% sejak 2019. Dengan alat-alat AI baru, Visa berharap dapat menekan tingkat pertumbuhan sengketa agar tidak naik terus.

Fitur Utama Enam Alat AI Visa

Visa membagi enam alat AI ini ke dalam dua kelompok utama, yaitu untuk merchant dan untuk issuer serta acquirer.

  • Untuk merchant: Tiga alat fokus membantu merchant mengatasi potensi sengketa sebelum menjadi masalah besar, menggunakan respons AI generatif untuk mengelola sengketa, serta memberikan insight lebih mendalam terkait rincian pesanan yang sering menyebabkan kebingungan dalam transaksi.
  • Untuk issuer dan acquirer: Tiga alat lainnya mengandalkan model AI prediktif untuk analisis kasus secara individual, menganalisis dokumen dan meringkasnya secara otomatis, serta menyediakan platform sengketa berbasis AI yang menyatukan seluruh proses dalam satu tempat.

Contohnya, banyak sengketa muncul karena pemegang kartu tidak mengenali transaksi pada laporan tagihan mereka. Dengan alat baru ini, Visa dapat memberikan data lebih mendalam kepada lembaga keuangan agar mereka dapat menjelaskan rincian transaksi tersebut dengan lebih jelas kepada pemegang kartu.

"Kami bisa memberikan wawasan dan data agar mereka bisa beralih dari reaktif menjadi proaktif," tambah Torre.

Visa dan Tren Besar AI di Industri Keuangan

Peluncuran alat-alat AI ini merupakan bagian dari tren besar yang diikuti oleh bank-bank besar dan lembaga keuangan lainnya yang semakin gencar mengintegrasikan AI dalam operasi mereka, baik untuk efisiensi internal maupun layanan kepada konsumen. Contohnya, JPMorgan Chase dan Goldman Sachs telah menggunakan AI untuk mengurangi jumlah karyawan, sementara BNY Mellon menginvestasikan sekitar US$3,8 miliar pada teknologi di 2025, atau sekitar 19% dari pendapatannya.

Visa sendiri juga baru-baru ini meluncurkan fitur manajemen langganan yang memungkinkan pemegang kartu membatalkan langganan yang tidak diperlukan langsung melalui platform tersebut, menandai komitmen mereka dalam mengotomatiskan dan menyederhanakan berbagai aspek pengalaman konsumen.

Manfaat dan Dampak Otomatisasi AI Visa

Automasi yang dihadirkan oleh alat-alat ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga mengurangi kebingungan yang sering terjadi antara merchant dan pemegang kartu. Dengan proses sengketa yang lebih mudah dikelola dan diselesaikan, diharapkan semua pihak mendapat hasil yang lebih baik.

"Kami benar-benar percaya alat sengketa ini membuat proses menjadi jauh lebih mudah untuk dikelola dan diselesaikan," kata Torre. "Ini akan memberikan hasil yang lebih baik untuk semua pihak."

Visa berencana untuk mulai menghadirkan sebagian besar alat ini secara umum pada akhir tahun ini, menandai langkah penting dalam transformasi digital di sektor pembayaran global.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peluncuran alat AI oleh Visa ini bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan sebuah game-changer dalam dunia pembayaran digital yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam penanganan sengketa transaksi. Dengan meningkatnya jumlah sengketa hingga 35% dalam enam tahun terakhir, otomatisasi menggunakan AI menjadi kebutuhan mendesak untuk mengurangi beban kerja manual dan mempercepat penyelesaian sengketa.

Implikasi jangka panjangnya sangat besar, terutama dalam hal efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Merchant dan lembaga keuangan yang mampu mengadopsi teknologi ini akan memiliki keunggulan kompetitif, sementara pemegang kartu akan mendapatkan pengalaman yang lebih transparan dan mudah dalam memahami serta menyelesaikan masalah transaksi.

Ke depan, kita perlu mengamati bagaimana implementasi teknologi ini akan mempengaruhi tingkat sengketa secara keseluruhan dan apakah akan menimbulkan standar baru dalam industri pembayaran global. Selain itu, keberhasilan Visa bisa mendorong pelaku industri lain untuk mempercepat adopsi AI, sehingga membawa perubahan signifikan di sektor keuangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad