Banjir di Banggai dan Morowali Sulteng: Puluhan Rumah Terendam Akibat Hujan Deras

Apr 2, 2026 - 12:40
 0  3
Banjir di Banggai dan Morowali Sulteng: Puluhan Rumah Terendam Akibat Hujan Deras

Intensitas hujan yang sangat tinggi pada Rabu lalu menyebabkan bencana banjir melanda dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Banggai dan Kabupaten Morowali. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan puluhan rumah warga terdampak banjir akibat luapan sungai yang menggenangi permukiman di wilayah tersebut.

Ad
Ad

Banjir Melanda Dua Kabupaten di Sulteng

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, dalam laporannya di Palu pada Kamis menjelaskan bahwa banjir ini terjadi karena curah hujan yang tinggi mengguyur wilayah pegunungan selama beberapa jam. Hujan deras tersebut memicu meluapnya sungai hingga merendam kawasan permukiman warga.

"Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua wilayah ini, yaitu Kabupaten Banggai dan Morowali," ujar Asbudianto.

Dampak Banjir di Kabupaten Banggai

Di Kabupaten Banggai, banjir terutama terjadi di Kecamatan Balantak Utara, yang mencakup Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang. Berikut rincian dampak banjir di dua desa tersebut:

  • Desa Pangkalaseang Baru: Banjir merendam dua dusun. Dusun I terdampak delapan rumah yang dihuni 30 jiwa, termasuk enam lansia dan dua balita. Dusun II terdampak dua rumah dengan enam jiwa, termasuk dua lansia.
  • Desa Pangkalaseang: Permukiman di Dusun II terdampak 17 rumah dengan 45 jiwa, terdiri atas 11 lansia dan empat balita. Dusun III terdampak 25 rumah dengan 85 jiwa, termasuk 19 lansia dan lima balita.

Dampak Banjir di Kabupaten Morowali

Sementara itu, di Kabupaten Morowali banjir terjadi di Kecamatan Bungku Tengah, tepatnya di Desa Tofuti dan Kelurahan Mendui pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WITA. Dampak banjir di wilayah ini meliputi:

  • Desa Tofuti: Sebanyak 12 rumah warga terendam, termasuk kompleks asrama polisi.
  • Kelurahan Mendui: Terendam 13 rumah dan satu bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) ikut terdampak.

Dari laporan sementara, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat banjir ini. Namun, kerusakan properti dan kerugian materiil sudah cukup signifikan.

Penanganan dan Kebutuhan Darurat

Saat ini, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD di kedua kabupaten sedang melakukan asesmen situasi dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Beberapa kebutuhan mendesak di wilayah terdampak antara lain:

  1. Normalisasi sungai untuk mencegah luapan air kembali terjadi.
  2. Pemasangan bronjong atau talud sebagai penguat tebing sungai.
  3. Pembangunan dan perbaikan drainase agar aliran air lancar.
  4. Bantuan logistik berupa sandang seperti selimut dan alas tidur serta bantuan pangan, khususnya di Desa Pangkalaseang Baru.

Asbudianto menambahkan, kondisi di seluruh wilayah terdampak kini mulai berangsur kondusif karena hujan telah berhenti dan air mulai surut. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

"Meski demikian masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," himbau Asbudianto.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir di Banggai dan Morowali ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur dan permukiman di daerah pegunungan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi, bila tidak diiringi dengan pengelolaan sungai dan drainase yang memadai, dapat dengan cepat menimbulkan bencana banjir yang merugikan masyarakat luas.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah perlu mempercepat program mitigasi bencana seperti normalisasi sungai, pembangunan bronjong, dan perbaikan drainase sebagai langkah jangka panjang. Tak kalah penting, edukasi kepada warga tentang kesiapsiagaan menghadapi banjir juga harus ditingkatkan agar risiko korban jiwa dan kerugian dapat diminimalisir.

Kedepannya, masyarakat dan aparat terkait harus tetap waspada terutama menjelang musim hujan yang masih berlangsung. Pemantauan cuaca dan kesiapan tanggap darurat harus diperkuat untuk menghindari dampak bencana yang lebih besar. Informasi lebih lanjut dan update kondisi banjir dapat diakses melalui laporan resmi ANTARA News maupun situs resmi BPBD Sulteng.

Banjir yang menerjang ini menjadi peringatan penting bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem sudah nyata dan perlu penanganan terpadu dari semua pihak. Warga diharapkan tidak lengah dan pemerintah harus memperkuat sistem mitigasi agar bencana serupa dapat dicegah atau diminimalisir dampaknya di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad