Harga Emas Diprediksi Tembus US$5000 Lagi, Ini Penyebabnya

Apr 2, 2026 - 14:31
 0  4
Harga Emas Diprediksi Tembus US$5000 Lagi, Ini Penyebabnya

Harga emas dan perak kembali mengalami kenaikan signifikan seiring melemahnya nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan reli aset risiko lainnya. Kondisi ini memberikan kabar baik bagi para pemilik emas yang kini dapat berharap harga emas bakal menembus level US$5000 per troy ons lagi dalam waktu dekat.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Emas Terus Berlanjut

Berdasarkan data dari Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (1/4/2026) ditutup di posisi US$4757,29 per troy ons, melonjak 1,88%. Ini memperpanjang reli emas selama empat hari berturut-turut dengan total kenaikan mencapai 8,6% sejak awal periode tersebut. Penutupan harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 18 Maret 2026, menandakan momentum penguatan emas yang kuat.

Memasuki Kamis (2/4/2026) pagi, harga emas kembali melambung ke posisi US$4796,83 per troy ons atau naik 0,83%. Lonjakan ini didorong oleh melemahnya indeks dolar AS yang turun untuk hari kedua secara beruntun, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Faktor Pendukung Kenaikan Harga Emas

Menurut analis dari RJO Futures, Bob Haberkorn, harga emas berpotensi kembali menembus US$5000 per ons jika kondisi global menuju de-eskalasi konflik dan muncul ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. "Harga emas bisa kembali naik di atas US$5.000 per ons jika kita menuju de-eskalasi, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa muncul kembali," ujarnya kepada Reuters.

Harga emas sempat bertahan di level US$5000 selama Januari 2026 sebelum tertekan akibat ketegangan perang. Fokus pasar kini tertuju pada situasi di Iran dan Selat Hormuz, sebagai sentra konflik geopolitik yang berpotensi mempengaruhi harga emas selanjutnya.

"Fokus saat ini ada di Iran dan Selat Hormuz dan bagaimana konflik ini berkembang, serta seperti apa arah ke depan," tambah Haberkorn.

Namun, klaim Presiden AS Donald Trump tentang permintaan gencatan senjata dari Presiden Iran dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, yang menyebut klaim tersebut tidak berdasar. Situasi ini menambah ketidakpastian geopolitik yang selama ini menjadi faktor penguat harga emas sebagai aset safe haven.

Dinamika Konflik dan Dampaknya pada Harga Emas

Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menggarisbawahi risiko konflik yang bisa menjadi pedang bermata dua bagi harga emas. Di satu sisi, perdamaian yang bertahan lama dapat mengurangi permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai geopolitik. Namun di sisi lain, turunnya harga minyak yang dapat menekan inflasi akan menghidupkan kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, sehingga mendukung kenaikan harga emas.

Harga emas spot mengalami penurunan lebih dari 11% pada bulan Maret akibat kenaikan harga energi yang dipicu perang di Iran, yang memicu kekhawatiran inflasi dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Namun, dengan kondisi saat ini, emas kembali diminati sebagai pelindung nilai di tengah situasi global yang bergejolak.

Harga Perak Juga Menguat Signifikan

Tidak hanya emas, harga perak juga menunjukkan tren penguatan. Pada perdagangan Rabu (1/4/2026), harga perak ditutup di posisi US$75,12 per troy ons atau naik tipis 0,02%, memperpanjang reli selama empat hari dengan penguatan total mencapai 10,4%. Pagi Kamis (2/4/2026), harga perak kembali naik ke posisi US$75,66 per troy ons atau melonjak 0,72%.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga emas hingga berpotensi menembus US$5000 per ons menandai kembali menguatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik dan potensi pelonggaran kebijakan moneter. Meski konflik di Timur Tengah dapat meredupkan permintaan jangka pendek jika berakhir damai, kondisi tersebut juga dapat menekan harga energi dan inflasi, yang pada akhirnya menghidupkan ekspektasi pemangkasan suku bunga—faktor yang sangat positif bagi harga emas.

Kenaikan harga emas dan perak juga mencerminkan sentimen global yang sedang beralih dari aset berisiko menuju instrumen lindung nilai. Investor perlu mewaspadai dinamika geopolitik dan kebijakan moneter AS yang akan terus menjadi faktor utama penentu arah harga emas dalam beberapa bulan ke depan.

Ke depan, pergerakan harga emas dan perak perlu diikuti ketat, terutama perkembangan konflik di Iran dan kebijakan The Fed yang akan mempengaruhi pasar global. Bagi investor logam mulia, momentum ini bisa menjadi peluang strategis untuk mengamankan portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad