Eks Dubes Israel Sebut Penyerangan Biarawati di Yerusalem Sebagai Terorisme Yahudi

May 2, 2026 - 08:53
 0  5
Eks Dubes Israel Sebut Penyerangan Biarawati di Yerusalem Sebagai Terorisme Yahudi

Jakarta, CNN Indonesia – Insiden penyerangan terhadap seorang biarawati asal Prancis di wilayah pendudukan Yerusalem Timur kembali memicu kecaman keras dari berbagai pihak. Daniel Carmon, mantan Duta Besar Israel untuk India, bahkan melabeli aksi kekerasan tersebut sebagai bentuk "Terorisme Yahudi".

Ad
Ad

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/4), ketika seorang pria warga Israel berusia 36 tahun melakukan penganiayaan terhadap biarawati tersebut. Kepolisian Israel kemudian menangkap pelaku dan mengkategorikan serangan itu sebagai tindakan yang bermotif rasial.

Penyerangan Brutal Terhadap Biarawati di Yerusalem Timur

Dalam unggahan di media sosial X (sebelumnya Twitter), Carmon mendeskripsikan kejadian tersebut secara rinci. Ia menyebut bahwa biarawati itu sedang berjalan dengan tenang di jalanan Yerusalem ketika pelaku yang mengidentifikasi korban sebagai non-Yahudi melakukan aksi kekerasan.

"Seorang biarawati, yang sedang berjalan dengan tenang di jalanan Yerusalem, diidentifikasi sebagai non-Yahudi, lalu didorong, diseret, dihempaskan ke tanah, dan kemudian ditendang oleh pelaku yang sama," tulis Carmon. "Jika ini bukan Terorisme Yahudi, lalu apa lagi?"

Unggahan tersebut mengundang perhatian internasional terkait meningkatnya kekerasan bermotif agama dan rasial di kawasan yang sudah lama dilanda konflik ini.

Reaksi Resmi dan Tindakan Kepolisian

Konsulat Prancis di Yerusalem merespon cepat dengan mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam penyerangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa Paris mengutuk keras serangan terhadap warga negaranya dan terus memantau kondisi korban secara intensif.

Konsulat juga mendesak pihak berwenang Israel agar pelaku segera diadili dan menerima hukuman maksimal atas tindak kekerasan yang dilakukannya.

Kepolisian Israel, yang sebelumnya sempat mendapat kritik terkait penanganan kasus serupa, menunjukkan keseriusan mereka dengan merilis foto korban yang menunjukkan luka di bagian kepala. Juru bicara kepolisian menegaskan:

"Kami memandang serius segala bentuk kekerasan, terutama serangan bermotif rasisme yang menargetkan pemuka agama."

Lonjakan Kekerasan terhadap Komunitas Agama di Yerusalem

Insiden ini semakin memperpanjang daftar kekerasan yang dialami komunitas agama di Yerusalem Timur. Ratusan pastor dan biarawati dari berbagai negara yang melayani di lembaga keagamaan di wilayah tersebut kini merasa terancam keselamatan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi lonjakan serangan yang dilakukan oleh ekstremis Israel terhadap para rohaniwan Muslim dan Kristen serta terhadap situs-situs suci yang berada di kawasan konflik ini.

  • Bulan lalu, sebuah video viral memperlihatkan seorang tentara Israel yang menghancurkan patung Yesus menggunakan palu godam.
  • Serangan-serangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional terkait perlindungan hak beragama dan kebebasan beribadah di wilayah yang dipersengketakan.

Untuk pembahasan lebih lengkap dan perkembangan terkini, kunjungi laporan asli CNN Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan mantan Duta Besar Daniel Carmon yang menyebut insiden ini sebagai "Terorisme Yahudi" bukan sekadar retorika, melainkan mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kekerasan bermotif agama di wilayah yang sudah lama menjadi titik panas konflik. Penyerangan terhadap figur keagamaan seperti biarawati ini menunjukkan bagaimana ketegangan politik dan agama bisa berubah menjadi tindakan kekerasan personal yang sangat memprihatinkan.

Lebih jauh, insiden ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi komunitas internasional dalam mengamankan hak asasi manusia dan kebebasan beragama di wilayah pendudukan. Jika tidak ada tindakan tegas dari otoritas setempat dan internasional, kekerasan serupa berpotensi terus berulang, memperburuk situasi dan memperdalam luka konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Ke depan, penting bagi pemerintah Israel dan lembaga internasional untuk meningkatkan perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk para rohaniwan dan komunitas minoritas, serta memastikan bahwa pelaku kekerasan mendapatkan hukuman yang setimpal. Perkembangan kasus ini patut terus dipantau sebagai indikator bagaimana konflik di Timur Tengah dapat dikelola agar tidak merembet menjadi kekerasan yang lebih luas dan destruktif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad