WhatsApp Peringatkan 200 Pengguna Setelah Aplikasi iOS Palsu Pasang Spyware di Italia

Apr 2, 2026 - 17:30
 0  6
WhatsApp Peringatkan 200 Pengguna Setelah Aplikasi iOS Palsu Pasang Spyware di Italia

WhatsApp, platform pesan milik Meta, mengumumkan telah memberikan peringatan kepada sekitar 200 pengguna di Italia yang menjadi korban pemasangan aplikasi iOS palsu berisi spyware. Insiden ini menambah panjang daftar masalah pengawasan digital yang kian meluas di Eropa.

Ad
Ad

Penipuan Aplikasi Palsu WhatsApp dan Dampaknya

Berdasarkan laporan dari surat kabar Italia La Repubblica dan kantor berita ANSA, mayoritas pengguna yang menjadi target berasal dari Italia. Pelaku diduga menggunakan teknik rekayasa sosial untuk membujuk korban agar mengunduh aplikasi berbahaya yang meniru WhatsApp secara sempurna.

WhatsApp kemudian melakukan tindakan tegas dengan melakukan logout terhadap semua pengguna terdampak dan menyarankan mereka untuk menghapus aplikasi palsu tersebut dan mengunduh aplikasi resmi WhatsApp. Namun, perusahaan tidak mengungkap secara rinci siapa saja yang menjadi target serangan ini.

Peran Perusahaan Spyware Italia: Asigint dan SIO

WhatsApp juga mengungkapkan bahwa mereka tengah mengambil tindakan hukum terhadap Asigint, anak perusahaan Italia dari perusahaan spyware bernama SIO, yang diduga membuat versi palsu aplikasi WhatsApp tersebut.

Di situs resminya, Asigint mempromosikan solusi pengawasan kepada lembaga penegak hukum, organisasi pemerintah, serta badan intelijen untuk memantau aktivitas tersangka, mengumpulkan intelijen, hingga melakukan operasi rahasia.

Pada Desember 2025, TechCrunch melaporkan bahwa SIO pernah membuat aplikasi Android berbahaya yang menyamar sebagai WhatsApp dan aplikasi populer lain, tetapi menyusup untuk mencuri data pribadi menggunakan spyware bernama Spyrtacus. Aplikasi ini diyakini digunakan oleh klien pemerintah untuk menarget korban di Italia.

Selain SIO, terdapat beberapa perusahaan Italia lain yang menjual teknologi pengawasan, seperti Cy4Gate, eSurv, GR Sistemi, Negg, Raxir, dan RCS Lab, sehingga Italia menjadi pusat pengembangan spyware di Eropa.

Rekam Jejak Serangan Spyware di WhatsApp dan Dampak di Eropa

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada awal 2025, WhatsApp juga memperingatkan sekitar 90 pengguna yang menjadi target spyware dari Paragon Solutions yang dikenal sebagai Graphite. Kemudian, pada Agustus 2025, sekitar 200 pengguna kembali diperingatkan terkait serangan canggih yang memanfaatkan celah keamanan zero-day di iOS dan WhatsApp.

Insiden terbaru ini terjadi tak lama setelah pengadilan Yunani menjatuhkan hukuman penjara kepada Tal Dilian, pendiri Konsorsium Intellexa, serta tiga rekannya atas penggunaan ilegal spyware Predator untuk memata-matai politisi, pengusaha, dan jurnalis di Yunani. Skandal itu dikenal sebagai Predatorgate atau Greek Watergate, yang kemudian memicu penyelidikan resmi oleh Parlemen Eropa.

Meskipun hukum baru mengizinkan penggunaan spyware oleh pemerintah dengan ketentuan ketat, pada Juli 2024 Mahkamah Agung Yunani membebaskan badan intelijen dan pejabat pemerintah dari tuduhan pelanggaran. Amnesty International menyatakan,

"Transparansi adalah bagian krusial dari akuntabilitas – begitu pula pemulihan bagi banyak korban pelanggaran hak asasi manusia akibat penggunaan teknologi ini secara tidak sah."

Tal Dilian menyatakan akan mengajukan banding dan menolak tuduhan tanpa bukti sebagai sebuah keadilan sejati, menyebutnya "bisa jadi penutup-nutupan dan bahkan kejahatan".

Tren Pengawasan Spyware di Eropa dan Implikasi Keamanan

Italia dan Yunani bukan satu-satunya negara Eropa yang menjadi sasaran teknologi spyware. Pada Januari 2026, Mahkamah Tinggi Spanyol menutup penyelidikan penggunaan spyware Pegasus dari NSO Group karena kurangnya kerja sama dari pihak Israel. Kasus ini bermula dari pengungkapan pada Mei 2022 bahwa spyware tersebut digunakan untuk menyadap perangkat Perdana Menteri Pedro Sánchez dan Menteri Pertahanan Margarita Robles.

Perusahaan seperti Intellexa dan NSO Group selalu menegaskan bahwa teknologi mereka hanya dilisensikan kepada pemerintah untuk memerangi kejahatan serius dan menjaga keamanan nasional. Chairman NSO Group, David Friedman, mengatakan,

"Dunia menjadi tempat yang jauh lebih aman ketika alat kami berada di tangan yang tepat dan di negara yang tepat."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus terbaru ini memperlihatkan betapa rentannya pengguna teknologi populer seperti WhatsApp terhadap serangan yang memanfaatkan aplikasi palsu dan spyware canggih. Pengawasan digital yang semakin masif di Eropa menunjukkan perlunya regulasi lebih ketat dan transparansi dalam penggunaan teknologi pengawasan oleh negara maupun swasta.

Selain itu, keterlibatan perusahaan-perusahaan Italia yang memproduksi spyware dengan tujuan pengawasan pemerintah dan lembaga penegak hukum menimbulkan dilema etis dan hukum, terutama bila teknologi tersebut disalahgunakan untuk memata-matai warga sipil atau kelompok tertentu.

Ke depan, pengguna harus lebih waspada terhadap aplikasi yang mereka instal, terutama yang mengaku sebagai aplikasi resmi, dan pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan spyware agar tidak menimbulkan pelanggaran hak asasi yang lebih luas. Kasus-kasus di Yunani dan Spanyol juga menjadi peringatan bahwa penggunaan spyware tanpa akuntabilitas dapat merusak kepercayaan publik pada institusi negara.

Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini tentang keamanan siber dan spyware, Anda dapat mengikuti berita dari The Hacker News serta sumber terpercaya lain.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad