Setengah Proyek Pusat Data AS Tertunda karena Krisis Infrastruktur Listrik dan Pasokan dari China

Apr 4, 2026 - 04:40
 0  2
Setengah Proyek Pusat Data AS Tertunda karena Krisis Infrastruktur Listrik dan Pasokan dari China

Setengah dari proyek pembangunan pusat data di Amerika Serikat pada tahun ini mengalami penundaan atau bahkan pembatalan, kendati investasi di infrastruktur kecerdasan buatan (AI) melonjak tajam. Masalah utama yang membatasi pertumbuhan ini adalah kekurangan komponen penting infrastruktur listrik, termasuk perangkat yang diproduksi di China, yang masih menjadi pemasok utama meskipun ada upaya untuk memindahkan produksi ke dalam negeri.

Ad
Ad

Keterbatasan Infrastruktur Listrik Jadi Hambatan Utama Pusat Data AI

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China telah memaksa banyak produsen server meninggalkan China, sehingga ketergantungan perusahaan AS terhadap produsen dari Tianxia menurun drastis. Namun, China tetap menjadi produsen terbesar peralatan listrik penting yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur daya baik di dalam maupun di luar pusat data AI.

Menurut laporan Bloomberg, keterbatasan perangkat pengiriman daya seperti transformator, switchgear, dan baterai melambatkan jadwal proyek pusat data secara signifikan. Hal ini dikarenakan pusat data AI harus memperluas infrastruktur jaringan listrik untuk memastikan pasokan daya yang cukup, sementara jaringan listrik juga sedang tertekan oleh peningkatan kendaraan listrik dan sistem pemanas elektrik.

Investasi AI Mencapai Triliunan, Namun Pembangunan Pusat Data Terhambat

Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft diperkirakan akan menginvestasikan lebih dari 650 miliar dolar AS pada 2026 untuk memperluas kapasitas AI mereka. Namun, hampir setengah dari pembangunan pusat data yang direncanakan tahun ini di AS diproyeksikan mengalami penundaan atau pembatalan.

Data dari perusahaan intelijen pasar Sightline Climate yang dikutip Bloomberg menunjukkan, sekitar 12 gigawatt kapasitas pusat data akan online di AS pada 2026. Namun, hanya sekitar sepertiga kapasitas tersebut yang sedang dalam tahap konstruksi aktif karena berbagai kendala.

Meski infrastruktur listrik hanya menyumbang kurang dari 10% dari total biaya pusat data, peralatan listrik seperti transformator dan switchgear memiliki peranan krusial. Jika satu elemen dalam rantai pasokan listrik ini tertunda, seluruh proyek bisa terhenti.

Lead Time Transformer Memanjang hingga 5 Tahun, Mengancam Siklus Pembangunan

Permintaan transformator berkapasitas tinggi melonjak drastis sehingga waktu tunggu pengirimannya di AS membengkak dari 24-30 bulan sebelum 2020 menjadi hingga lima tahun saat ini, menurut Sightline Climate. Ini menjadi bencana bagi pusat data AI yang siklus pembangunannya hanya 18 bulan.

Untuk mengatasi kelangkaan ini, perusahaan-perusahaan mulai mengimpor dari pasar global. Kanada, Meksiko, dan Korea Selatan kini menjadi pemasok utama transformator berkapasitas tinggi untuk pusat data AI di AS. Parahnya, impor transformator dari China melonjak dari kurang dari 1.500 unit pada 2022 menjadi lebih dari 8.000 unit hingga Oktober 2025, berdasarkan data Wood Mackenzie.

Ketergantungan pada Impor China Masih Tinggi

China menyumbang lebih dari 40% impor baterai AS dan sekitar 30% untuk beberapa kategori transformator dan switchgear, menurut Bloomberg. Ketegangan politik dan perang dagang berpotensi menambah risiko gangguan rantai pasok yang berujung pada kenaikan biaya dan penundaan lebih lanjut.

Meskipun telah ada upaya reshoring selama satu dekade, kapasitas manufaktur peralatan listrik di AS belum memadai. Hal ini membuat perusahaan AI tetap harus mengandalkan impor, bahkan dengan adanya tarif dan isu keamanan nasional.

Daftar Penyebab Penundaan Pusat Data AI di AS

  • Keterbatasan pasokan transformator berkapasitas tinggi dengan waktu tunggu hingga lima tahun.
  • Kekurangan switchgear dan baterai penting untuk infrastruktur kelistrikan.
  • Tekanan pada jaringan listrik dari penggunaan kendaraan listrik dan sistem pemanas elektrik.
  • Ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok dari China.
  • Kapasitas manufaktur domestik AS yang belum mencukupi kebutuhan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keterbatasan infrastruktur listrik ini menunjukkan betapa kompleks dan rentannya ekosistem pembangunan pusat data AI di AS. Walaupun investasi mencapai triliunan dolar, tanpa penyelesaian masalah pasokan komponen kunci seperti transformator dan baterai, ekspansi kapasitas AI akan terhambat secara signifikan.

Ini juga membuka perdebatan lebih luas mengenai ketergantungan AS pada China dan negara lain dalam rantai pasokan teknologi kritis. Upaya reshoring selama ini belum membuahkan hasil maksimal, sehingga pemerintah dan pelaku industri perlu mempercepat pengembangan kapasitas produksi domestik dan diversifikasi pasokan.

Ke depan, penguatan infrastruktur kelistrikan dan strategi pasokan yang lebih resilient menjadi kunci agar AS tidak hanya mampu membangun pusat data AI yang canggih, tetapi juga memastikan keberlangsungan dan kecepatan deploy teknologi AI yang sangat dibutuhkan untuk daya saing global.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat mengikuti laporan lengkap di Tom's Hardware.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad