AS-Israel Gempur Masjid dan Pom Bensin di Kampus Teheran, Lebih dari 30 Universitas Rusak
Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan besar-besaran yang menargetkan masjid dan pom bensin di Universitas Teknologi Sharif, Teheran, Iran pada Senin (6/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari operasi militer yang telah berlangsung sejak Februari, menimbulkan kerusakan signifikan pada institusi pendidikan tinggi di Iran.
Serangan Terhadap Infrastruktur Kampus di Teheran
Menurut laporan Tasnim News Agency, media semi-pemerintah Iran, serangan tersebut menyebabkan pom bensin (SPBU) dan masjid di kampus terbakar. Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing berserakan di dalam masjid yang hancur akibat gempuran.
"Foto masjid di Universitas Sharif setelah musuh menggempur kampus," demikian keterangan berbahasa Farsi dalam unggahan tersebut.
Serangan ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari rangkaian serangan yang telah menimpa lebih dari 30 kampus di Iran sejak operasi militer AS dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026.
Target Serangan: Kampus dan Pusat Penelitian
Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Sarraf, menegaskan bahwa Amerika Serikat secara sengaja menargetkan perguruan tinggi sebagai sasaran utama. Dalam pernyataannya pada Minggu lalu, Sarraf mengungkapkan:
"Hingga saat ini, lebih dari 30 universitas telah menjadi target langsung. Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti membawa kita kembali ke Zaman Batu."
Serangan terbaru juga menimpa Universitas Shahid Beheshti di bagian utara Teheran, yang dikenal sebagai pusat penelitian strategis bagi Iran. Selain itu, Institut Riset Laser dan Plasma turut menjadi sasaran gempuran militer Israel yang bertujuan melemahkan kemampuan riset dan pengembangan negara tersebut.
Dampak Serangan dan Sasaran Ilmuwan
Tidak hanya infrastruktur, ilmu pengetahuan dan tenaga ahli Iran juga menjadi korban serangan. Sarraf menyebutkan bahwa AS dan Israel juga menargetkan para ilmuwan dan profesor, yang berperan dalam pengembangan program nuklir dan persenjataan Iran.
Dalam Perang 12 Hari tahun lalu, sejumlah pakar Iran meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan kedua negara tersebut. Ini menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam konflik yang semakin memprihatinkan antara Iran dengan AS dan Israel.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, serangan AS dan Israel yang menargetkan universitas dan pusat penelitian di Iran bukan hanya upaya militer semata, tetapi juga merupakan strategi jangka panjang untuk melemahkan kekuatan intelektual dan teknologi Iran. Perguruan tinggi dan pusat riset adalah tulang punggung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpengaruh pada keamanan nasional. Dengan menghancurkan fasilitas ini, AS dan Israel berusaha menghambat kemajuan Iran dalam bidang nuklir dan persenjataan canggih.
Lebih jauh, penargetan terhadap ilmuwan dan akademisi mengindikasikan bahwa konflik ini sudah memasuki dimensi yang sangat serius dan berbahaya, yang dapat memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah. Publik dan komunitas internasional harus mewaspadai potensi eskalasi yang dapat berdampak pada stabilitas geopolitik regional.
Ke depan, perkembangan situasi ini perlu diikuti secara cermat, terutama bagaimana respons Iran terhadap serangan-serangan tersebut dan implikasi diplomatik yang muncul. Konflik yang terus berlanjut bisa menghambat perdamaian dan memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah ini.
Untuk informasi lebih lanjut tentang dinamika konflik di Timur Tengah, pembaca dapat merujuk ke laporan CNN Indonesia yang menyediakan update terkini mengenai serangan ini dan dampaknya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0