DPR Dorong Kejagung Dalami Vonis Bersalah dalam Kasus Amsal Sitepu di Karo

Apr 6, 2026 - 16:10
 0  3
DPR Dorong Kejagung Dalami Vonis Bersalah dalam Kasus Amsal Sitepu di Karo

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Wakil Ketua Komisi III, Ahmad Sahroni, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk mendalami lebih jauh terkait vonis bersalah yang sudah dijatuhkan kepada beberapa tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembuatan serial video profil desa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Ad
Ad

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah videografer utama proyek, Amsal Sitepu, yang awalnya tersangka, akhirnya dinyatakan bebas oleh pengadilan. Keputusan tersebut muncul setelah kasus ini dibahas dalam rapat audiensi Komisi III DPR. Namun, selain Amsal, ada beberapa nama lain yang sudah divonis bersalah, termasuk Toni Aji Anggoro yang dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Desakan DPR untuk Pengusutan Mendalam Kasus Korupsi Proyek Video di Karo

Dalam kesempatan di kompleks parlemen pada Senin (6/4), Sahroni menegaskan bahwa Kejagung harus menindaklanjuti dan menyikapi vonis tersebut secara serius di internal kejaksaan. Ia mengingatkan pentingnya pengusutan mendalam terhadap seluruh pihak yang terkait dalam kasus tersebut.

"Ya itu nanti selanjutnya nanti Kejaksaan Agung akan menyikapi itu di internalnya nanti," ujar Sahroni.

Selain itu, Sahroni juga mengutip pernyataan anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan, yang menyatakan bahwa ada banyak tahanan lain yang diduga terlibat dalam kasus serupa. Oleh karena itu, Kejagung diharapkan segera turun tangan untuk melanjutkan pemeriksaan lebih menyeluruh.

Peran dan Status Para Tersangka dalam Kasus Proyek Video Profil Desa

Berdasarkan informasi, Amsal Sitepu merupakan pengelola CV yang menggarap proyek tersebut, sedangkan Toni Aji Anggoro adalah pekerja di bawah CV tersebut, yaitu CV Arih Ersada, yang juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo.

Usai vonis bebas Amsal, Kejagung kini fokus memeriksa jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, termasuk Kepala Kejari Karo, Danke Rajagukguk, Kepala Seksi Pidana Khusus, dan jaksa penuntut umum lain yang terkait dengan kasus ini.

Pengamanan dan Pemeriksaan Jajaran Kejari Karo oleh Kejagung

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa pada Sabtu malam (4/4), tim intelijen Kejaksaan Agung telah mengamankan beberapa pejabat Kejari Karo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sabtu (4/4) malam, benar sudah diamankan oleh tim intelijen Kejaksaan Agung," kata Anang.

Anang menegaskan bahwa proses pemeriksaan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan asas praduga tak bersalah. Namun, jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran oleh jajaran Kejari Karo, maka akan ada sanksi tegas dari internal Kejaksaan Agung.

"Apabila nanti terbukti ada pelanggaran maka akan ada sanksi dari internal, kita tunggu saja hasilnya," tambah Anang.

Langkah Berikutnya dan Implikasi Kasus Amsal Sitepu

Kasus dugaan korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo ini menjadi perhatian serius karena melibatkan pejabat dan jajaran Kejari setempat. Vonis bersalah yang dijatuhkan kepada beberapa tersangka serta vonis bebas bagi Amsal Sitepu membuka ruang bagi penegakan hukum yang lebih transparan dan mendalam.

Komisi III DPR berharap Kejagung tidak hanya berhenti pada vonis yang sudah ada, tetapi juga mengusut tuntas jaringan dan modus korupsi yang mungkin masih tersembunyi di balik kasus ini. Kejagung pun tengah menyiapkan pengumuman resmi terkait hasil pemeriksaan internal mereka.

Menurut laporan CNN Indonesia, langkah Kejagung ini menjadi titik awal penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Sumatera Utara khususnya dan Indonesia secara umum.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, desakan DPR agar Kejagung mendalami vonis bersalah dalam kasus korupsi proyek video profil desa di Karo menandakan adanya kekhawatiran terhadap potensi keterlibatan oknum lain di luar tersangka yang telah divonis. Ini bukan sekadar soal menegakkan hukum atas satu dua individu, tapi juga soal membersihkan institusi penegak hukum dari potensi penyimpangan internal.

Kasus yang melibatkan jajaran Kejari Karo menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas proses hukum di daerah tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran internal, sanksi tegas menjadi wajib agar kepercayaan publik tidak makin terkikis. Lebih jauh, pengusutan ini dapat menjadi preseden penting dalam penanganan kasus korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum sendiri.

Ke depan, publik harus mengawasi perkembangan kasus ini dengan seksama. Apakah Kejagung mampu menuntaskan kasus ini tanpa intervensi dan menjunjung tinggi asas keadilan? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi cermin bagi efektivitas sistem hukum kita dalam menghadapi praktik korupsi yang sudah merajalela.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad