1.000 Rusun Murah Tipe 35 Dibangun di Lahan KAI, Termasuk Tanah Abang

Apr 6, 2026 - 14:20
 0  24
1.000 Rusun Murah Tipe 35 Dibangun di Lahan KAI, Termasuk Tanah Abang

Pembangunan 1.000 unit rumah susun (rusun) murah tipe 35 akan segera dimulai di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Proyek ini merupakan bagian dari program nasional 3 juta rumah yang bertujuan menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Salah satu lokasi strategis yang dipilih adalah di dekat Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta kawasan Jalan Kemukus, Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.

Ad
Ad

Lahan PT KAI Jadi Lokasi Strategis Pembangunan Rusun

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara, telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa lahan milik PT KAI yang akan digunakan untuk membangun hunian tersebut. Menurut Ara, lahan tersebut tetap dimiliki oleh negara, sedangkan pembangunan akan dilakukan oleh pihak swasta dan nantinya kembali kepada negara.

"Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dikembalikan kepada negara," ujar Ara di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Skema pembiayaan pembangunan menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menjadi alternatif sumber pendanaan selain dana pemerintah. Hal ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan korporasi dalam menyukseskan program rumah terjangkau.

PT Astra Internasional Akan Membangun 1.000 Unit Rusun Tipe 35

Pihak swasta yang akan menggarap proyek ini adalah PT Astra Internasional Tbk. Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, menyatakan bahwa perusahaan akan membangun 1.000 unit rusun dengan ukuran 35 meter persegi setiap unitnya. Setiap unit dilengkapi dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi, dirancang agar layak huni dan nyaman untuk keluarga kecil.

"1.000 unit rumah layak huni, Pak, rumah susun. Satu unitnya ada dua kamar, ukurannya 35 meter, ada satu kamar mandinya juga," jelas Boy.

Pembangunan ini direncanakan berlangsung tahun ini setelah lahan benar-benar siap untuk konstruksi.

Proses Penentuan Lokasi dan Target Pembangunan

Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa saat ini proses kajian lokasi pembangunan masih berlangsung bersama PT KAI. Penentuan lokasi yang tepat akan segera diputuskan untuk mendukung program pemerintah menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan berpenghasilan tanggung (MBT).

"Barusan kita melihat meninjau kesiapan lahan yang akan kita pergunakan untuk pembangunan rumah tadi, MBR dan MBT, dan insyaallah mudah-mudahan segera akan kita tentukan dan ini juga bagian daripada program pemerintah untuk menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia," ujar Dony.

Lokasi yang dipilih di kawasan Tanah Abang dan Jakarta Barat sangat strategis karena dekat dengan pusat transportasi dan aktivitas ekonomi, sehingga memberikan nilai tambah bagi penghuni rusun tersebut.

Skema Pembiayaan Melalui CSR dan Peran Swasta

Penggunaan dana CSR dalam pembangunan rumah susun ini merupakan langkah inovatif dalam memperkuat sinergi antara BUMN, swasta, dan pemerintah. Dengan demikian, beban anggaran pemerintah dapat diminimalisasi namun target penyediaan rumah tetap tercapai. Skema ini juga membuka peluang bagi perusahaan besar untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan lingkungan, sekaligus memperkuat tanggung jawab sosial korporasi mereka.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, proyek pembangunan 1.000 unit rusun tipe 35 di lahan PT KAI merupakan kunci strategis dalam mengatasi masalah krisis hunian di Jakarta yang selama ini menjadi tantangan besar. Pemanfaatan lahan milik BUMN sebagai lokasi hunian terjangkau sangat tepat karena mengoptimalkan aset negara yang selama ini kurang dimanfaatkan dengan maksimal.

Selain itu, skema pembiayaan melalui CSR menjadi game-changer yang dapat menginspirasi kolaborasi serupa antara pemerintah dan sektor swasta di berbagai proyek infrastruktur sosial lain. Namun, redaksi mengingatkan agar proses pelaksanaan dan pengawasan proyek dilakukan dengan transparan dan akuntabel agar tidak terjadi pembengkakan biaya dan memastikan kualitas hunian sesuai standar.

Ke depan, penting untuk memonitor perkembangan lokasi lain yang akan digunakan dalam program 3 juta rumah ini serta bagaimana implementasi skema CSR dapat direplikasi secara luas. Masyarakat dan pemangku kepentingan disarankan mengikuti update pembangunan ini agar bisa mendapatkan informasi yang akurat dan manfaat maksimal dari program ini.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa membaca artikel asli di detikProperti dan mengikuti perkembangan terbaru dari pemerintah melalui situs resmi Kementerian PUPR.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad