Tangerang Jadi Kawasan Properti Terpopuler, Salip Jakarta Selatan dengan 14,8% Pencarian
Pasar properti nasional mengalami pergeseran signifikan ke wilayah barat Jakarta pada awal kuartal kedua 2026. Tangerang kini menjadi kawasan dengan minat pencarian hunian tertinggi secara nasional, mengungguli Jakarta Selatan yang selama ini dikenal sebagai pusat properti premium.
Pangsa Pencarian Hunian di Tangerang Melonjak
Dalam laporan terbaru Rumah123 pada Maret 2026, tercatat pangsa pencarian hunian di Tangerang mencapai 14,8 persen, sementara Jakarta Selatan hanya sebesar 12,4 persen. Angka ini menandai pergeseran tren pasar properti yang cukup signifikan, terutama didorong oleh berkembangnya kawasan BSD City.
BSD City yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah penyangga kini telah berubah menjadi kawasan urban mandiri dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang semakin lengkap. Hal ini membuat Tangerang semakin diminati oleh berbagai kalangan pembeli properti.
Perubahan Demografi dan Migrasi ke Tangerang Selatan
Data demografi menunjukkan bahwa Tangerang Selatan mencatat angka migrasi tertinggi di Provinsi Banten, yaitu sebesar 48,51 per 100 penduduk. Hingga akhir 2024, lebih dari 25 ribu warga Jakarta tercatat telah memindahkan domisili ke kawasan ini, menandakan adanya perpindahan konsentrasi hunian dari pusat kota ke wilayah penyangga.
Minat hunian di BSD City didominasi oleh kelompok usia produktif, khususnya usia 25–34 tahun yang menyumbang 37 persen dari pencarian, dan kelompok usia 45–54 tahun sebesar 25,2 persen. Kelompok ini kebanyakan adalah pembeli rumah pertama dan profesional yang mencari hunian modern dan strategis.
Kenaikan Harga Properti di Tengah Suplai Terbatas
Dari sisi pasar, Tangerang mencatat pertumbuhan harga properti tahunan sebesar 17,9 persen, tertinggi di kawasan Jabodetabek. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan harga di Jakarta yang hanya sekitar 1,9 persen pada periode yang sama.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah penurunan suplai rumah sekunder secara nasional sebesar 7,8 persen secara tahunan (year-on-year). Dengan tingkat imbal hasil sewa (rental yield) rumah tapak mencapai 5,60 persen per tahun, bahkan sampai 5,89 persen untuk unit tiga kamar tidur, kawasan ini semakin menarik bagi investor properti.
Dukungan Infrastruktur dan Pengembangan Kawasan
Daya tarik Tangerang semakin diperkuat oleh pengembangan infrastruktur yang masif. Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) serta konektivitas ke tol Jakarta–Serpong dan Jakarta–Merak memberikan kemudahan akses dan mobilitas bagi penghuni.
Proyek-proyek di BSD City menawarkan berbagai segmen properti mulai dari hunian tapak hingga kawasan mixed-use, dengan konsep rumah modern yang mengintegrasikan teknologi rumah pintar (smart home) dan desain yang mengedepankan efisiensi ruang serta keberlanjutan lingkungan.
Stabilitas Ekonomi Dukung Optimisme Pasar
Optimisme pasar properti Tangerang juga didukung oleh kondisi ekonomi makro yang relatif stabil. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen guna menjaga daya beli masyarakat. Hal ini memperkuat kepercayaan konsumen terhadap pertumbuhan kawasan hunian terpadu sebagai pusat pertumbuhan baru.
Perwakilan Rumah123 menyatakan, "Tingginya permintaan di kawasan Tangerang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kawasan hunian terpadu sebagai pusat pertumbuhan baru."
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pergeseran minat pencarian properti dari Jakarta Selatan ke Tangerang menandai sebuah transformasi besar dalam pola hunian masyarakat metropolitan. Tangerang, dengan dukungan infrastruktur yang kuat dan harga yang masih kompetitif, menjadi magnet baru bagi generasi muda dan profesional yang menginginkan hunian modern namun tetap terjangkau.
Selain itu, pertumbuhan harga properti yang pesat di Tangerang bisa menjadi indikator potensi investasi yang menguntungkan, terutama bagi investor yang mencari rental yield yang solid. Namun, adanya penurunan suplai rumah sekunder harus menjadi perhatian pengembang untuk segera menambah stok properti agar pasar tetap sehat dan berimbang.
Ke depan, penting untuk mengawasi bagaimana pengembangan infrastruktur dan kebijakan pemerintah mempengaruhi dinamika pasar properti di kawasan ini. Apakah Tangerang mampu mempertahankan posisinya sebagai motor pertumbuhan pasar properti nasional atau akan muncul pesaing baru yang juga menawarkan nilai serupa.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru tentang pasar properti nasional, kunjungi sumber berita asli di Medcom.id dan sumber berita properti terpercaya lainnya seperti Kompas Properti.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0