Waspadai Risiko Perdagangan Satwa Liar Penyebab Penyakit Zoonosis pada Manusia

Apr 10, 2026 - 13:50
 0  4
Waspadai Risiko Perdagangan Satwa Liar Penyebab Penyakit Zoonosis pada Manusia

Perdagangan satwa liar baik yang legal maupun ilegal, ternyata menyimpan risiko besar dalam penularan penyakit dari hewan ke manusia atau zoonosis. Studi terbaru dari tim peneliti University of Fribourg, Swiss, mengungkap bahwa mamalia yang diperdagangkan secara global memiliki peluang 1,5 kali lebih tinggi menjadi inang penyakit zoonosis dibandingkan mamalia yang tidak diperdagangkan.

Ad
Ad

Risiko Penularan Penyakit pada Setiap Tahapan Perdagangan Satwa Liar

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, peneliti menjelaskan bahwa risiko penularan penyakit tidak hanya terjadi saat konsumsi, namun dapat berlangsung sepanjang proses perdagangan satwa liar, mulai dari:

  • Penangkapan
  • Pembiakan
  • Transportasi
  • Penimbunan
  • Penjualan
  • Konsumsi
  • Pemeliharaan hewan

Contohnya, di pasar satwa liar di Laos, seseorang yang membeli tiga tupai Finlayson diperkirakan memiliki peluang sebesar 83 persen untuk mendapatkan setidaknya satu hewan yang terinfeksi penyakit leptospirosis, menurut tim peneliti yang dikutip dari laporan Kompas.

Data Mamalia dan Penyakit yang Berbagi Patogen dengan Manusia

Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa dari 2.079 spesies mamalia yang diperdagangkan secara global, sekitar 41 persen di antaranya berbagi setidaknya satu patogen dengan manusia. Angka ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan mamalia yang tidak diperdagangkan, dimana hanya 6,4 persen yang memiliki potensi tersebut.

Hal ini mengindikasikan bahwa perdagangan satwa liar menjadi salah satu faktor utama yang memperbesar risiko munculnya penyakit baru yang dapat menular ke manusia.

Hubungan Perdagangan Satwa Liar dengan Wabah Global

Sejumlah wabah besar yang pernah terjadi di dunia juga diduga memiliki kaitan erat dengan perdagangan satwa liar, antara lain:

  • HIV
  • Epidemi Ebola Afrika Barat 2014
  • Wabah mpox 2003 di Amerika Utara
  • Pandemi Covid-19

Wabah-wabah ini menunjukkan bagaimana zoonosis dapat menjalar ke populasi manusia melalui kontak dengan satwa liar yang terinfeksi.

Upaya Pengawasan dan Pencegahan

Mengingat tingginya risiko penularan penyakit melalui perdagangan satwa liar, pengawasan yang ketat serta edukasi kepada masyarakat menjadi sangat penting. Pemerintah dan lembaga internasional perlu memperkuat regulasi yang mengawasi perdagangan satwa, baik legal maupun ilegal, serta meningkatkan pemantauan kesehatan hewan di pasar-pasar satwa.

Selain itu, publik harus disadarkan mengenai bahaya membeli dan mengonsumsi satwa liar yang berisiko membawa penyakit, demi mencegah potensi wabah zoonosis di masa depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hasil penelitian ini menegaskan kembali pentingnya pengendalian perdagangan satwa liar sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit menular baru. Risiko penyebaran zoonosis yang meningkat seiring perdagangan satwa liar bisa menjadi game-changer dalam cara kita memandang hubungan manusia dengan satwa dan lingkungan.

Selain isu kesehatan, perdagangan satwa liar juga berkaitan erat dengan konservasi dan keberlangsungan spesies. Jika tidak ditangani serius, bukan hanya kesehatan manusia yang terancam, tetapi juga keseimbangan ekosistem global.

Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk membatasi aktivitas perdagangan satwa liar ilegal serta mengedukasi masyarakat agar tidak terjerumus dalam konsumsi satwa berisiko. Langkah ini tidak hanya penting untuk kesehatan manusia, tapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kelestarian alam.

Ke depan, penting untuk terus memantau perkembangan penelitian terkait zoonosis dan perdagangan satwa liar agar kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran dan efektif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad