Fitur Baru Kacamata Pintar Meta Bisa Memicu Gangguan Makan Serius

Apr 6, 2026 - 11:52
 0  4
Fitur Baru Kacamata Pintar Meta Bisa Memicu Gangguan Makan Serius

Meta akan segera meluncurkan fitur baru untuk kacamata pintar AI-nya yang memungkinkan pengguna melacak dan mendapatkan saran tentang semua makanan yang mereka konsumsi. Namun, fitur ini menuai kekhawatiran karena berpotensi memicu gangguan makan yang serius.

Ad
Ad

Fitur Pelacakan Makanan Otomatis dari Kacamata Pintar Meta

Pada hari Jumat, Meta mengumumkan pembaruan fitur untuk smart glasses mereka, Ray-Ban AI, yang mencakup kemampuan melacak makanan yang dikonsumsi pengguna dan memberikan rekomendasi nutrisi secara real time. Pengguna bisa menggunakan perintah suara atau mengambil foto cepat untuk mencatat makanan di depan mereka, dan AI Meta akan secara otomatis mengekstrak rincian nutrisi utama untuk dimasukkan ke aplikasi Meta AI.

Dalam pengumuman tersebut, Meta menyatakan bahwa pengguna dapat bertanya, misalnya, "Apa yang harus saya makan untuk meningkatkan energi?" dan AI akan memberikan jawaban berdasarkan log makanan dan tujuan pribadi pengguna.

"Seiring waktu, catatan makanan Anda akan memberikan wawasan yang semakin personal dan berguna, membantu Anda membuat pilihan yang lebih sehat dan terinformasi," tulis Meta.

Kekhawatiran Privasi dan Akurasi Data

Salah satu aspek paling mengkhawatirkan adalah rencana Meta untuk mengaktifkan fungsi pelacakan makanan otomatis tanpa perlu perintah pengguna. Artinya, kacamata ini akan "memahami" apa yang sedang Anda makan dan memberikan wawasan nutrisi yang lebih mendalam tanpa Anda harus mengingat untuk mencatat setiap makanan.

Kendati fitur ini terdengar canggih, hal ini memunculkan banyak kekhawatiran, terutama terkait privasi. Untuk mendukung pelacakan otomatis, kacamata harus secara konstan merekam lingkungan sekitar, termasuk di ruang publik seperti restoran, yang berpotensi menimbulkan pelanggaran privasi serius.

Lebih jauh, dari segi akurasi, ada pertanyaan besar tentang bagaimana AI dapat menebak secara tepat jenis makanan, kandungan nutrisi, dan porsi hanya dari gambar atau pengamatan. Proses pelacakan kalori selama ini memang memerlukan penelitian, taksiran, dan pengukuran yang rumit — hal yang sulit dicapai hanya dengan teknologi AI dalam kacamata.

Risiko Memperparah Gangguan Makan

Meta sendiri menargetkan fitur ini untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, seakan menyadari risiko yang mungkin ditimbulkan. Namun, banyak pakar dan pengamat teknologi mengkhawatirkan fitur ini justru akan memperburuk masalah gangguan makan dan distorsi citra tubuh.

Beberapa contoh kekhawatiran yang muncul antara lain:

  • AI dapat memberikan saran yang salah atau berbahaya, memperkuat obsesi atau neurosis pengguna terhadap makanan.
  • Pengguna mungkin bertanya pertanyaan berbahaya seperti, "Apakah melewatkan makan ini membuat saya lebih kurus?" atau "Apakah saya terlalu gemuk?" dan menerima jawaban yang tidak tepat.
  • Di sisi lain, ada risiko pengguna mengikuti saran membahayakan untuk menambah berat badan secara berlebihan, menimbulkan masalah kesehatan serius.

Kasus-kasus sebelumnya seperti AI psychosis dan chatbot yang memberikan saran diet ekstrem kepada remaja telah menunjukkan bahwa teknologi AI yang tidak diatur dan dipantau dengan baik dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mental dan fisik.

Peluncuran dan Dampak ke Depan

Fitur ini dijadwalkan akan dirilis pada musim panas ini dan hanya tersedia untuk pengguna dewasa di AS. Meskipun demikian, kehadiran teknologi yang mampu memantau secara detail kebiasaan makan dengan AI ini patut menjadi perhatian serius dari masyarakat, regulator, dan ahli kesehatan.

Menurut laporan Futurism, pengembangan ini menambah daftar kontroversi yang mengelilingi kacamata pintar Meta, yang sebelumnya sudah disebut sebagai alat pengintai dan pelanggaran privasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fitur pelacakan makanan dengan AI pada kacamata pintar Meta ini merupakan langkah yang dinilai kontroversial dan berisiko tinggi. Meskipun menawarkan kemudahan dan personalisasi dalam memantau kesehatan, fitur tersebut membuka pintu bagi masalah serius seperti gangguan makan, kegelisahan terkait citra tubuh, dan pelanggaran privasi yang tidak bisa dianggap remeh.

Selain itu, teknologi ini memperlihatkan bagaimana AI mulai memasuki ranah sangat personal dan sensitif, yaitu pola makan dan kesehatan mental, yang memerlukan pengawasan ketat dan regulasi yang jelas. Tanpa pengamanan yang tepat, risiko penyalahgunaan dan dampak negatif pada masyarakat bisa membesar.

Kedepannya, kita harus mengawasi bagaimana Meta dan perusahaan teknologi lain mengembangkan fitur serupa, serta mengupayakan kebijakan yang melindungi pengguna dari potensi dampak buruk teknologi ini. Masyarakat juga perlu diberi edukasi agar bijak menggunakan teknologi dan tidak bergantung sepenuhnya pada AI untuk keputusan penting seperti kesehatan dan pola makan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad