Puasa Ramadan Bisa Sembuhkan GERD? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Mar 5, 2026 - 11:06
 0  3
Puasa Ramadan Bisa Sembuhkan GERD? Ini Penjelasan Dokter Spesialis

Puasa Ramadan sering dianggap sebagai ujian berat bagi penderita gangguan asam lambung atau GERD. Pada kondisi normal, penderita GERD dianjurkan untuk tidak telat makan agar penyakitnya tidak kambuh. Hal ini membuat banyak orang beranggapan bahwa penderita GERD sebaiknya tidak berpuasa demi menghindari risiko komplikasi. Namun, benarkah puasa justru dapat menyembuhkan GERD? Mari kita kupas fakta dan saran medis dari para ahli.

Ad
Ad

Puasa dan Pengaruhnya terhadap GERD

Sejumlah studi kesehatan menunjukkan bahwa berpuasa memiliki manfaat signifikan untuk sistem pencernaan. dr. Aru Ariadno Sp.PD KGEH, dokter spesialis penyakit dalam konsultan Gastroenterohepatologi, mengungkapkan bahwa puasa Ramadan dapat membantu proses penyembuhan GERD. Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab gangguan asam lambung adalah dispepsia fungsional, yakni gangguan pencernaan yang dipicu oleh stres dan gangguan pikiran, bukan kelainan organik pada lambung.

"Sebagian besar penyebab gangguan asam adalah gangguan pikiran atau dispepsia fungsional. Tidak ditemukannya adanya kelainan organik," jelas dr. Aru kepada CNBC Indonesia.

Dengan berpuasa, pikiran dan otak dilatih untuk lebih tenang dan mampu menahan diri. Hal ini secara tidak langsung dapat mengurangi frekuensi dan intensitas kambuhnya asam lambung bahkan berpotensi menyembuhkan.

Saran Dokter untuk Penderita GERD yang Ingin Berpuasa

Meski puasa bisa memberikan efek positif, dr. Aru menegaskan bahwa penderita GERD harus tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan ibadah puasa. Ini penting untuk memastikan kondisi kesehatan dan mengatur pola makan yang tepat.

"Usahakan berpuasa bagi penderita asam lambung dan bila perlu sebelum berpuasa berkonsultasi dengan dokter Anda agar bisa menjalani puasa dengan baik," imbuhnya.

Penderita dengan kondisi berat, seperti ulkus gaster, mungkin disarankan untuk tidak berpuasa sesuai anjuran medis demi mencegah komplikasi serius.

Diet yang Disarankan Selama Puasa untuk Penderita GERD

Pola makan selama Ramadan menjadi kunci utama kenyamanan penderita GERD. dr. Aru memberikan sejumlah rekomendasi diet untuk menghindari kambuhnya asam lambung:

  • Sahur dengan makanan tinggi serat dan protein serta menghindari makanan yang dapat memicu asam lambung seperti kopi, makanan pedas, ketan, dan tape.
  • Berbuka puasa secara bertahap dimulai dengan makanan atau minuman manis seperti kurma atau teh manis, kemudian makan besar setelah salat Magrib.
  • Menghindari "balas dendam" berbuka dengan makanan berlebihan agar perut tidak kaget dan mengurangi risiko begah.
  • Hindari makanan asam, terlalu pedas, bersantan, serta minuman soda dan kopi untuk mencegah iritasi lambung.

Selain itu, disarankan untuk tidur minimal dua jam setelah makan besar agar pencernaan berjalan optimal dan asam lambung tidak naik saat berbaring.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita GERD Selama Ramadan

Berikut daftar makanan dan minuman yang wajib dihindari untuk mencegah kambuhnya GERD selama berpuasa:

  1. Makanan pedas
  2. Makanan asam
  3. Makanan bersantan
  4. Kopi
  5. Ketan
  6. Tape
  7. Soda

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, informasi ini membuka perspektif baru bagi penderita GERD yang selama ini merasa khawatir berpuasa. Puasa bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi terapi alami untuk gangguan asam lambung jika dijalankan dengan disiplin dan pengaturan diet yang tepat. Namun, penting untuk tidak menganggap puasa sebagai obat instan tanpa pendampingan medis, terutama bagi mereka dengan kondisi berat.

Kedepannya, edukasi tentang manajemen GERD selama Ramadan harus lebih diperkuat oleh tenaga kesehatan dan lembaga keagamaan agar para penderita dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Selain itu, penelitian lebih mendalam mengenai hubungan puasa dan penyembuhan gangguan lambung perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari pengobatan holistik.

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum dan selama menjalani puasa, serta memperhatikan sinyal tubuh agar tidak terjadi komplikasi. Dengan persiapan yang tepat, puasa Ramadan bisa menjadi momen spiritual sekaligus kesehatan bagi penderita GERD.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad